Apa perbedaan antara malaria dan demam berdarah?

Dilihat 2,47 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Malaria, demam berdarah dan chikungunya adalah tiga jenis penyakit yang di bawa oleh nyamuk.  Semua penyakit ini cukup serius karena gejalanya sangat mirip satu sama lain, hal itu bisa sangat sulit didiagnosa , sehingga  tidak mungkin untuk membuat identifikasi yang meyakinkan tanpa pengujian laboratorium 


Deman berdarah dan malaria adalah penyakit daerah tropis yang paling umum yang ditularkan (disebarkan) melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Malaria disebabkan oleh parasit yang bernama plasmodium sedangkan demam berdarah adalah infeksi virus


Penyebab:

Demam berdarah : Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Hal ini dapat menyebar lebih jauh jika nyamuk lain menggigit seseorang yang terinfeksi dan kemudian menularkannya ke orang-orang.  Nyamuk demam berdarah biasanya menyerang pada siang hari. 


Malaria : Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles betina. Penyakit ini hanya dapat disebarkan oleh gigitan nyamuk  anopheles betina, tidak seperti demam berdarah.  Nyamuk Malaria biasanya menyerang pada siang hari. 


Masa Inkubasi :

Demam berdarah : Gejala demam berdarah muncul 4-5 hari setelah terinfeksi. 

Malaria : Gejala malaria muncul 10-15 hari setelah digigit. 


Gejala :

Demam berdarah :  Demam berdarah menyerang pasien secara tiba-tiba dan menetap untuk waktu yang lama. Hal ini biasanya disertai dengan sakit kepala parah dan nyeri tulang. Demam berdarah bisa menghilang segera tetapi biasanya muncul kembali dengan ruam kulit.


Malaria : Malaria terus terulang kembali dalam durasi yang lebih pendek dan disertai dengan gejala lain seperti nyeri sendi, muntah , berkeringat, anemia dan lain-lain.  Malaria biasanya terjadi pada tahapan sebagai berikut : menggigil, panas dan berkeringat.


Diagnosis:

Demam berdarah :  Demam berdarah dapat diperiksa secara menyeluruh melalui proses kimia. Dua tes yang dapat mendiagnosis demam berdarah adalah tes Antigen dan tes Antibodi.

Malaria : Malaria diperiksa dengan tes mikroskopis dari penampakan virus.


Mengetahui penyebab chikungunya. Virus ini ditularkan melalui nyamuk dan baru-baru ini dinyatakkan sebagai sebuah ancaman kesehatan global yang berbahaya.

  • Bagaimana virus menjangkiti tubuh tidak sepenuhnya di ketahui, namun, chikungunya dan demam berdarah memiliki gejala dan proses penyakit yang hampir sama
  • Virus Chikungunya menginfeksi sel-sel otot tubuh.Disana virus berproduksi sampai sel mati, dan kemudian bereplikasi dan menemukan sel inang baru untuk menginfeksi
  • Ditandai adanya ruam dan demam.  Karena Chikungunya adalah infeksi sistematik, biasanya disertai demam dan ruam kulit.
  • Ruam kulit yang  muncul hampir sama (identik) dengan ruam kulit yang terjadi dalam kasus demam berdarah dan merupakan hasil kerusakan pembuluh darah.
  • Terjadinya demam dimana suhu tubuh meningkat dalam usahanya untuk membunuh penyebab infeksi
  • Sebagai konsekuensi dari demam, mungkin anda menderita sakit kepala, mual dan muntah.
  • Nyeri otot dan radang sendi. Karena virus menghancurkan sel-sel otot dan sendi, sehingga anda mengalami kelemahan otot dan nyeri sendi.
  • Nyeri sendi dan otot dapat menjadi parah dan akut.
  • Hilangnya daya pengecap rasa pada lidah. Hilangnya sebagian daya pengecap rasa dilaporkan oleh banyak pasien Chikungunya.
  • Hal ini terjadi karena virus menyerang ujung saraf  di lidah sehingga daya pengecap rasa kurang sensitive.


Diagnosis Chikungunya. Memperoleh diagnosis yang akurat sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

  • Isolasi virus adalah tes yang paling meyakinkan untuk mendiagnosa Chikungunya. Namun, memakan waktu  1 sampai 2 minggu dan harus dilakukan di laboratorium BSL-3 (biosafety level 3), yang mana tidak tersedia di banyak negara berkembang dimana Chikungunya umumnya terjadi. Teknik ini mengambil sampel darah dari pasien, kemudian memperkenalkan virus ke sampel darah tersebut.  Sampel darah kemudian akan diamati untuk respon tertentu.
  • Teknik RT-PCR – membuat gen dari Chikungunya lebih jelas (nyata) dan menunjukkan bukti penyakit.Hasilnya dapat diperoleh dalam waktu 1-2 hari.
  • Teknik ELIZA assay – dapat digunakan untuk mengukur kadar imunoglobulin untukmengidentifikasi virus chikungunya. Hasilnya dapat diperoleh dalam waktu 2-3 hari



Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang