Ada ide untuk menghilangkan sakit hati?

Dilihat 787 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Mengapa ini sangat menyakitkan dan butuh waktu yang sangat lama untuk pulih? Alasan utamanya adalah identitas kita. Saat kita menjalani suatu hubungan, kita menganggap orang itu berarti dalam hidup kita. Kita sendiri yang mengasosiasikan jati diri ktia dengan pasangan kita. Ini adalah bagian dari ego kita dan juga kepercayaan semata. Ego membentuk kita untuk menganggap diri kita sebagai perwakilan dari  apa yang kita lakukan, apa yang kita miliki, reputasi, hubungan personal, dll. Derita ini muncul dari anggapan bahwa kita kehilangan bagian dari diri kita, dan ketidakmauan kita untuk menerima apa yang telah terjadi. Kita terus menerus membayangkan kejadian putus itu dalam pikiran. "Coba dulu saya melakukan ini, itu". Dengan kata lain dia mencampakkan saya dan saya tidak lagi utuh sebab saya kehilangan bagian dari diri saya. Menerima semuanya adalah awal dari kepulihan. "Tidak ada yang namanya ketidaksempurnaan; Anda hanya melakukan apa yang harus anda lakukan" (Panache Desai). Anda harus menyisihkan waktu untuk diri sendiri pasca putus. Waktu untuk bersedih dan kembali pulih. Pertama-tama Anda akan merasa tidak bisa pergi kemanapun saat orang yang dulu Anda cintai sudah tidak ada lagi dalam hidup Anda. Anda harus merasakannya untuk bisa bangkit. Rasakan perasaan gelap yang menyelimuti. Banyak orang berusaha untuk lari dari perasaan ini. Mereka mengkonsumi alcohol, menggunakan obat-obatan, makan berlebihan, menonton televisi, dsb, untuk kabur. Namun apa yang dihindari, akan tetap selalu ada. Hingga Anda bisa menerima 100% dari emosi itu, Anda tidak akan bisa untuk terus maju dan merasa lebih baik. Bersedih, menangis, berteriak dll. penting bagi Anda untuk bisa pulih dan kembali berjalan maju. Begitu Anda bisa hidup dengan perasaan yang menyebalkan ini, justru semua emosi tersebut akan hilang dengan sendirinya. Anda tentu akan merasa tersakiti, namun seiring waktu, Anda akan terbiasa dengan semua ini dan pada akhirnya semua perasaan sakit akan hilang secara cepat. Kita sebagai manusia memiliki berbagai macam emosi. Jika kita diberikan pilihan, tentu kita akan memilih untuk terus menjalani yang bagus-bagus saja, Kendati begitu, rasa sakit dan penderitaan adalah bagian dari hidup. Dengan menolak untuk merasakan emosi yang buruk, Anda hanya akan memperpanjang penderitaan. Anda juga akan mengingkari bagian dari pkeribadian Anda. Ini seperti menghakimi diri Anda sendiri untuk menjadi jelek, tidak deterima dan tidak baik. Namun semua ini masih bagian dari diri Anda. Jika perasaan ini muncul dan tidak dirasakan, semuanya justru akan tersimpan  pada sistem syaraf sebagai ketegangan otot. Seiring tahun, ketegangan ini akan merusak keseimbangan dan struktur tulang Anda. Hasilnya adalah perasaan tidak nyaman dan tidak bisa bergerak leluasa. Lihat saja orang tua. Mereka berjalan dan bergerak secara terbatas dan merasa sangat tidak nyaman. Dengan berjalannya waktu, kita akan menghargai semua emosi dan perasaan negatif itu sehingga penderitaan dan efeknya hilang secara bertahap. Sebagai imbalannya, kedamaian dan kebahagiaan akan kembali dalam hidup.. "Tidak pernah ada yang namanya kesalahan. Kita belajar dari setiap langkah yang kita ambil. Apa yang kamu lakukan hari ini adalah apa yang seharusnya kamu lakukan. Banggalah terhadap dirimu sendiri!" Pikirkanlah jati diri Anda sebelum bertemu dengan apsangan Anda. Anda mempunyai hidup dan teman, semuanya terasa indah. Sekarang Anda merasa semuanya sudah berlalu. Intinya, jika Anda tahu bagaimana memperlakukan pasangan Anda dan membuat semuanya indah untuknya dengan mencintainya, dia tidak akan pergi. "Tetaplah percaya, kegagalan adalah awal dari suatu keberhasilan". Waktu akan menyembuhkan, semuanya akan menjadi lebih batik pada waktunya.Jika Anda sudah merasa siap, mulailah lagi untuk berkencan!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang