Ada yang pernah mencoba viagra?

Dilihat 283 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sprout Pharmaceuticals telah membuat obat yang seharusnya bisa digunakan untuk mengobati depresi, membuat obat untuk meningkatkan gairah seksual pada wanita. Meskipun "pil merah muda" yang disetujui baru - baru ini sering disebut - sebut sebagai "viagra wanita" - hal yang dilakukan obat tersebut jauh lebih rumit dari sekedar mengobati impotensi. Jadi pil merah muda tidak meningkatkan performa seksual, tapi memberikan keinginan lebih pada wanita untuk melakukan hubungan seksual. Inilah salah satu alasan kenapa obat yang disebut flibaresin dalam uji klinis hanya membantu sebagian kecil pasien.


Tapi para peneliti optimis bahwa zat serupa yang dapat meningkatkan gairah seksual pada wanita akan segera ditemukan. Pil merah mudah yang dikembangkan oleh Sprout Pharmaceuticals, melewati rute yang berputar - putar sebelum memasuki pasa. Pada awalnya flibaserin diuji sebagai obat depresi. Perusahaan berharap bahwa obat ini akan bekerja seperti Prozac dan obat anti depresan lainnya.Tapi obat - obat tersebut meningkatkan jumlah serotonin di otak, sementara flibaserin mengurasi tingkat serotonin. Dan berkurangnya serotonin mengakibatkan meningkatkan motivasi dan dorongan karena kedua zat tersebut saling mengimbangi. 


Para peneliti curiga bahwa meningkatnya tingkat dopamin dapat berdampak pada meningkatnya gairah seksual. Ketika melakukan pemeriksaan terhadap obat Bremelanotide, yang awalnya dikembangkan untuk menggelapkan warna kuliat, hal tersebut terbukti kebenarannya. Obat dengan nama Melanotan Bremelanotide dapat menstimulasi produksi sel pigmen kulit dalam tubuh (melatonin) tanpa meningkatkan resiko kanker kulit.


Pada beberapa studi dilaporkan bahwa meskipun kulit partisipan tidak menjadi semakin gelap, tapi mereka merasakan rangsangan seksual, seperti yang dikatakan oleh James Peacock, seorang Neuroendocrinologi di Universitas Concordia di Kanada. James merupakan salah satu peneliti, yang melakukan pengujian terhadap efek samping melatonin yang mengejutkan (dan bisa jadi menguntungkan). Hasil pengujian pada tikus betina menunjukkan bahwa frekuensinya meningkat drastis. Mereka membuat diri mereka bisa "tersedia" bagi tikus jantan. Hal tersebut berlangsung selama 40 kali dalam 30 menit meskipun gairah alami dari tikus sudah dikurangi dengan pengurang hormon.


Ketika diuji dengan flibanserin, tikus betina juga aktif secara seksual - dan ternyata hal itu merupakan perilaku seks yang wajar bag binatang tersebut yang sebelumnya tidak mau berpasangan karena pengurangan hormon. Hal yang sama juga terlihat pada manusia, tapi hanya pada 9 - 14% dari wanita - wanita yang mengalami penurunan gairah seksual. Istilah medis bagi kondisi ini adalah "disfungsi seksual hipoaktif". Tapi ini tidak lebih signifikan dibandingkan zat plasebo yang meningkatkan frekuensi dari kepuasan hubungan seksual.


James mengatakan bahwa salah satu alasan dari adanya perbedaan ini adalah karena secara alami, tikus tidak memiliki hambatan tersebut, seperti yang terjadi pada manusia. "Jika tikus betina ingin berhubungan seksual, dia akan mendapatkannya. Kalau tikus jantan 1 tidak siap, dia akan pergi ke tikus jantan 2". Dan secara keseluruhan proses gairah seksual pada manusia jauh lebih rumit dibandingkan hanya disfungsi ereksi. James mengatakan, "Kehilangan gairah seksual mirip seperti masalah komputer" yang sudah meneliti hal ini sejak tahun 80an.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang