Ada yang punya cerita pubertas yang memalukan?

Dilihat 939 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saat-saat sekolah konon katanya adalah masa-masa yang paling indah dalam kehidupan. Ini adalah masa-masa di mana kita yang masih anak-anak perlahan tumbuh menjadi orang dewasa. Tentunya, masa sekolah pasti diwarnai dengan cerita-cerita memalukan yang konyol. Dan yang paling dikenang mungkin ketika pubertas datang menghampiri. Seperti saat pertama kali datang bulan (haid) pada perempuan atau pada masa pubertas laki-laki mungkin Anda masih ingat bagaimana Anda membicarakan soal pengalaman mimpi basah dengan teman-teman lelaki Anda secara bangga atau mungkin malu-malu. Hal-hal semacam ini sangat wajar terjadi di saat remaja di mana masa pubertas laki-laki dan perempuan tengah Anda alami dan tentunya ada hal-hal yang saat itu tidak Anda mengerti. Dan ketidaktahuan atau kepolosan Anda inilah yang biasanya akan menjadi kenangan karena merupakan sebuah cerita memalukan yang juga konyol di saat bersamaan.


Meski memang yang akan saya tulis ini merupakan sebuah cerita memalukan, sekarang saya sudah berumur dua puluh empat tahun dan sudah kuliah, sehingga bisa mengingatnya sambil menertawakan kepolosan saya dulu. Karena saya mengetahui mengenai hal-hal seperti ini dan bisa membicarakannya, saya jadi merasa lebih bisa berbaur dengan teman-teman saya. Dan pada saat saya senggang, saya akan membantu menjawab pertanyaan dari orang-orang seputar seks. Seperti tak lama ini saya baru mendapat pertanyaan mengenai bagaimana cara memakai kondom. Karena dalam memakai kondom, jika Anda salah, kondom tersebut bisa sobek. Dan saya berharap dengan berbagi cerita ini, saya dapat membantu kalian.


Di bawah ini adalah cerita memalukan yang saya alami pada masa pubertas.



Cerita Memalukan Pada Masa Pubertas Laki-Laki


Saya dulu sama sekali tidak tahu, namun seiring dengan saya bertumbuh dewasa saya baru menyadari sesuatu. Ketika saya masih kecil, saya amat suka membaca buku-buku pengetahuan seperti ensiklopedia atau buku serba-serbi. Saya hanya belajar mengenai seks selama dua jam di sekolah saat itu, saat saya duduk di bangku kelas lima SD dan kelas dua SMA. 


Apa yang diajarkan saat saya masih berada di Sekolah Dasar dulu sangat tidak jelas. 


Saat saya masih berumur sepuluh tahun, saya pikir kalau saya tidur dengan pasangan saya seranjang, walau tidak melakukan apa pun, sudah bisa menyebabkan kehamilan. Saya benar-benar percaya kalau hanya tidur bersama tanpa ada kontak fisik bisa membuat hamil. Saya juga berpikir kalau ciuman atau berpegangan tangan dengan perempuan bisa membuatnya hamil. Padahal dulu saya juga amat gemar menonton acara dokumentari di televisi dan sering melihat dokumentari binatang saat dalam masa kawin dan melihat bagaimana hewan berhubungan seks. 


Namun entah mengapa, saya sama sekali tidak berpikiran kalau manusia melakukan hubungan seksual dengan cara yang sama.





Nah, saat saya duduk di bangku kelas sebelas, ada pelajaran mengenai seks lagi. Kala itu saya sudah mengerti bagaimana seks itu karena saya penasaran dan mencari tahu melalui internet. Namun saat itu saya sama sekali tidak paham mengenai sunat dan karena itu saat saya menonton film porno di internet, saya merasa geli dan jijik saat melihat ada pria yang penisnya tida ada ujungnya. Saya kira kalau ujungnya tidak ada berarti orang itu sengaja menarik kulitnya agar terbuka, tapi ternyata saya salah. 


Saat itu saya juga masih belum mengetahui apa itu masturbasi, apa itu onani. Pernah mendengar kedua kata tersebut, namun saya sama sekali tidak tahu kalau itu ada hubungannya dengan seks. Tapi saat itu saya juga tidak berani untuk menanyakannya ke orang lain karena dulu saya kurang begitu populer di kelas. Sehingga saya lebih memilih diam dan berpura-pura tidak tahu. Jadi saat itu saya pikir onano itu hanya sekedar menonton video porno sambil memikirkannya selama berjam-jam hingga orang tersebut jakulasi, tapi faktanya bukan begitu.


Lalu kapan saya akhirnya mengerti mengenai onani dan masturbasi? 


Mungkin agak sedikit terlambat, saya mengetahuinya saat saya umur sembilan belas tahun, saat saya mau mulai kuliah. Jadi saat itu saya sedang menonton video porno dan di dalamnya ada orang yang sedang melakukan onani. Karena rasa penasaran dan rasa ingin tahu saya, akhirnya saya mencoba mempraktikkannya. 


Wah, ternyata sensasinya luar biasa! Ya sudah, mulai sejak saat itu saya pikir onani adalah kegiatan yang berfungsi untuk relaksasi dan juga menghilangkan stres. Dan saya dengan begitu bodohnya memberi tahu orang tua saya bahwa saya belajar melakukan onani waktu saya berumur sembilan belas tahun. 


Orang tua saya tentunya langsung kaget dan bertanya, "Dari mana kamu tahu soal hal semacam ini?" 

Mereka kira satu-satunya tempat untuk belajar mengenai seks adalah sekolah. Saya benar-benar kelabakan saat saya harus menjelaskan pada orang tua saya, belum lagi mendengarkan ceramah panjang dari mereka. Antara malu dan merasa bodoh semuanya bercampur menjadi satu.




Apalagi pada saat itu saya bersekolah di Singapura. Di negara-negara Asia semacam ini budaya timur masih dipegang kukuh dan orang-orangnya cenderung konservatif. Waktu itu saya belajar di sekolah internasional yang menerima transfer dan pertukaran pelajar asing, sehingga banyak juga murid-murid yang berasal dari luar negeri seperti saya. Tapi yang saya ingat sekali, pendidikan mengenai seks di sekolah saya itu sangat halus dan tidak mendetail. Mereka hanya mengajarkan garis besarnya saja dan para siswa tidak diberitahu penjelasan yang lebih mendalam lagi. 

Ya, atau mungkin hanya saat itu saja? Karena saya belajar di Singapura hanya selama dua tahun, lalu saya pindah ke sekolah lain lagi.


Yang jelas saya lebih banyak belajar mengenai seks dari video porno walaupun ini bukan media terbaik untuk belajar. Dan yang benar-benar saya pahami dari mendonton video-video tersebut adalah:

  • Anda tidak sendiri kalau memiliki fetish atau kecenderungan yang unik dalam berhubungan
  • Poin ini yang paling penting. Jangan sampai Anda menggabungkan fantasi Anda dengan kenyataan. Jangan asal nyosor karena kenyataan berbeda dengan film porno



Kesimpulannya, pubertas itu memang merupakan masa-masa yang aneh. Bagi saya sendiri, masa pubertas laki-laki itu amat aneh di mana saya tidak mengetahui banyak hal. Bingung dan kaget saat baru mengalami masa puber adalah hal yang wajar. Saat saya mengingat lagi apa yang saya rasakan dan pikirkan mengenai seks dulu, saya merasa malu dan juga ingin tertawa karena kepolosan saya dulu. 


Saya rasa pendidikan seks sangat dibutuhkan di sekolah mulai sejak dini untuk mempersiapkan mental anak-anak. Karena di zaman modern ini, kebanyakan remaja pasti mengetahui hal-hal mengenai seks dari internet. Sementara faktanya internet sama sekali bukan sumber yang baik untuk ini. 


Saya harap bagi para remaja bisa berhati-hati dan memilah apa yang mereka baca dari internet terutama mengenai seks. Jangan sampai salah kaprah dan malah menyebabkan masalah untuk diri sendiri karena ini bisa menjadi kenangan buruk di masa pubertas mereka. Semoga bermanfaat!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang