Adakah mobil sport yang juga ekonomis?

Dilihat 595 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jadi begini masalahnya: Anda bisa menemukannya, tapi anda harus mengubah definisi anda tentang “mobil sport”. Jika menurut anda mobil sport adalah kendaraan ringan, konvertibel dengan 2 tempat duduk, tidak ada kendali otomatis, transmisi manual sebagai andalannya dan membuatnya hebat untuk dikendarai, serta terasa seperti “mobil balap di jalanan biasa”, maka anda beruntung. Banyak yang bisa anda pilih. Sayangnya, tidak banyak yang membuat mobil seperti itu belakangan. Jika anda percaya bahwa mobil ekonomis adalah mobil yang tidak punya fitur lebih yang membuatnya mahal, dengan jarak tempuh yang hemat, maka anda beruntung. Penyatuan kedua mobil ini lebih dekat dari yang anda kira.. mulai dari tahun 1945-1990, ada banyak mobil dengan standar seperti ini. Dan nyaris semuanya adalah mobil ekonomis –karena mereka memakai mesin yang kecil, dan disetel supaya menghabiskan tenaga saat putaran roda semakin meningkat. Dan mereka ringan. Sangat ringan. Jadi, coba kita lihat MGB dengan mesin 1,8 liter dari akhir 70-an, dengan four-speed overdrive dan tenaga 87 TK yang mengguncang! Tapi beratnya hanya sekitar 1850 lbs. Dengan hitungan 29 mil per galon. Pakai gas biasa. Dan karena mereka sangatlah simpel, mereka jadi murah. Tak ada komponen elektronik. Tak ada airbag. Hanya “mobil”. 

Masih banyak contoh lainnya. Fiat. Alfa Romeo. Ford pabrikan Inggris. Berbicara soal konsumsi bahan bakar, bahkan Porsche 911 yang dianggap hampir semua orang sebagai “mobil sport”, punya konsumsi bahan bakar yang bagus. Saya punya hitung-hitungan dari mobil dengan mesin 3,0 liter (911 SC rilisan 78-83) dan terus mendapat hasil yang pantas. Masalahnya, keadaan berubah. Muncul regulasi yang menuntut fitur keamanan (yang berat). Pasar pun bergeser dan orang tak lagi mentolerir mobil yang menuntut perawatan yang rutin dan konsisten. Tenaga menjadi lebih penting daripada “kesenangan” –terutama karena anda bisa bisa meletakkan figur ‘tenaga’ dalam penjualan sementara ‘kesengangan’ adalah sesuatu yang subjektif. Jadi mobil semakin besar, berat dan memiliki mesin yang lebih besar untuk memacunya. Dan perasaan “mobil balap di jalanan biasa” sudah berubah dengan kontrol kestabilan, kontrol traksi, ABS dll. Tetap saja, anda masih bisa menemukannya. Tengoklah Mazda Miata, Subaru BRZ (yah, tidak terlalu ekonomis, tapi sangat menyenangkan). Dan di pasar mobil bekas, anda masih bisa menemukan mobil-mobil klasik. Selamat berburu. \

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang