Adakah tips-tips untuk menulis naskah drama?

Dilihat 679 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Dalam naskah drama, untuk setiap adegan (dan untuk keseluruhan pertunjukkan), kamu harus tahu pasti apa yang diinginkan oleh setiap karakter dan benar-benar mengetahui apa yang membuat para karakter ini tak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ketika kamu mendengar 'drama adalah konflik', itu bukan berarti bahwa kamu harus memasukkan argumen atau pertengkaran dalam setiap babak dan adegan. Konflik berarti seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan karakter lainnya secara langsung atau tidak langsung menjadi sebuah penghalang antara ia dan tujuannya tersebut. Kamu harus bisa mendeskripsikan dramamu seperti "Drama ini menceritakan tentang seorang pria yang..." atau "Drama ini menceritakan tentang seorang wanita yang..." Jika kamu tidak bisa melakukan ini, maka kamu berkemungkinan besar menulis sesuatu yang terlalu emosional (atau ansambel, tapi bahkan ansambel memiliki tokoh-tokoh protagonis). David Merrick, seorang produser Broadway yang terkenal pernah mengatakan, "Apabila kamu tak bisa menulis idemu di belakang kartu namaku, berarti kamu belum memiliki ide yang jelas."


Kebanyakan pertunjukkan drama sekarang tidak memiliki jeda dan berlangsung sekitar 75 menit. Naskah drama ini tidak ditulis di atas batu, tapi aku akan menyarankanmu untuk mulai dengan satu babak terlebih dahulu. Atau bahkan pertunjukkan dengan durasi 10 menit. Buatlah ini sebagai naskah drama yang sesungguhnya, bukan sketsa komedi atau parodi. Pahamilah bahwa apa yang TIDAK diucapkan sama pentingnya dengan yang diucapkan. Gunakan tanda baca dalam naskah dramamu dengan jelas, ini akan membantu para pemainnya, dan juga para pembaca yang terbiasa membaca naskah. Saya juga tidak setuju jika naskah drama harus terdiri dari lembaran-lembaran kertas. Ada Versi Akting dan Versi Bacaan dari sebuah drama, Versi Bacaan memiliki lebih banyak penunjuk babak, dan semua drama berupa Versi Bacaan sebelum menjadi Versi Akting. Masukkanlah informasi disini. Sebuah tanda elipsis (...) mengartikan bahwa si pengucap idak menyelesaikan kalimatnya. Tanda (--) berarti sang pembicara tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena ia diganggu. 


Berlatih, berlatih, berlatih. Dengarkanlah pembicaraan orang lain. Tontonlah film-film lama sebelum era 1940, yang memang merupakan sebuah drama, sebelum sebuah film penuh dengan rekayasa komputer. Dengarkanlah 'subteks' dari percakapan-percakapanmu. Apa yang sebenarnya diucapkan oleh sang pembicara? Bukan kalimat atau kata-katanya, namun apa makna dibaliknya? Seorang penulis naskah drama disebut playwright, karena wright berarti seseorang yang membuat atau menciptakan sesuatu. Realitas dalam sebuah naskah drama hanya ditunjukkan dengan poin-poin yang sangat sedikit dan para pemeran membutuhkan waktu sekitar 6 minggu berlatih untuk mendapatkannya secara nyata. Sebuah drama adalah karya 'verbal', dialog lebih ditonjolkan daripada deskripsi. Drama seperti kehidupan nyata, ngan jumlah dialog yang ditinggikan. Jangan menggunakan gaya bahasa tulis, tulislah seperti bagaimana orang-orang berbicara dan inilah adalah bagian yang paling menarik dalam menulis sebuah dialog. 


Kamu harus menajamkan kemampuan mendengarkan dan menulismu, tulislah percakapan-percakapan yang kamu dengar dari orang disekitarmu dan bayangkanlah hubungan seperti apa yang mereka miliki. Semoga beruntung!  Pernah ada yang mengatakan bahwa menulis naskah drama sangat sulit, tidak seperrti menulis novel dan lainnya. Teruslah belajar dan ciptakanlah dunia dramamu dengan besungguh-sungguh, kamu akan mengerti mengapa penulis naskah drama sangat dihormati oleh penulis lainnya. Ini bukan buku mewarnai, ini adalah panggung teater.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang