Akankah ada perang salib Kristen yang berikutnya?

Dilihat 1,03 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya menambahkan opini saya berdasarkan apa yang terjadi saat ini dan situasi yang memanas di antara kedua agama ini. Kedua agama ini cukup toleran (untuk hari dan masa sekarang) dan akan sangat sulit sekali untuk memaafkan aksi dalam skala besar seperti perang salib. Memang ada kaum ekstrimis di tiap agama, dan sekarang tidak ada agama yang tidak memiliki kelompok teroris.

Negara-negara yang menjadi target teroris pada umumnya adalah sekuler, demokratis, atau keduanya. Negara-negara demokrasi dan sekuler sepertinya tidak mungkin untuk melakukan perang membasmi orang-orang dengan ras, agama, atau budaya tertentu. Ini berdasarkan potensi tindakan yang dilakukan negara-negara merdeka jika mereka bertindak sendiri.

Dilihat dengan kacamata Perserikatan Bangsa (dibaca United Nation alias UN) maka lebih tidak mungkin lagi, karena tiap penjajah akan menghadapi potensi kehancuran seperti negara lainnya di UN. Hal ini bisa mulai dari yang paling sederhana seperti embargo kepada negara penjajah itu, atau bantuan militer yang disediakan untuk negara yang menjadi target penjajahan (serupa dengan kondisi dari Israel dan bagaimana hubungannya dengan negara-negara timur tengah).

Sedangkan untuk pertanyaan kedua anda; saya yakin jika anda mengecualikan para ekstrimis Kristen dan ekstrimis Muslim dalam basis agama mereka; maka ya, mereka bisa hidup berdampingan "selamanya".

Edit: Itulah poin utama dari jawaban saya. Saya bukanlah sejarawan, tapi saya mahasiswa politik dan mengikuti perkembangan situasi dunia, di luar itu saya tak memiliki kredensial yang relevan.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang