Akankah ada tsunami atau gempa bumi di Singapura?

Dilihat 285 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Tidak. Tapi anda mungkin merasakan getaran kecil dari gempa bumi lainnya seperti di Sumatra Indonesia yang dulu diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 7.8, yang getarannya dirasakan di Singapura begitu juga utara Malaysia. Episentrum dari gempa ini, yang menyerang pada pukul 7.49pm (8.49 waktu Singapura), terdeteksi sekitar 808km dari tepi pantai kota Padang, ibukota provinsi Sumatra Barat, menurut United States Geological Survey.


Laporan awal banyaknya yang mati diakibatkan karena gempa itu diabaikan oleh Basarnas, badan pencarian dan penyelamatan milik Indonesia. Pengamatan awal oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengindikasikan tidak mungkin terjadi tsunami. Peringatan tsunami diumumkan segera setelah gempa menakutkan yang berkekuatan 7.5 mengguncang dan menimbulkan gelombang setinggi 4m yang menghancurkan ratusan rumah di pulau Mentawai, dekat provinsi Sumatra Barat, di tahun 2010.


Lebih dari 461 orang mati dalam bencana itu, yang muncul tak lama setelah gempa berkekuatan 7.6 mengguncang Padang di tahun 2009 yang membunuh lebih dari 1.001 orang. Gempa kemarin "bukanlah jenis gempa yang akan menimbulkan tsunami besar", kata Dr. Sutopo Purwo Nugroho, kepala Data dan Informasi BNPB, kepada The Straits Times. "Kondisi di Sumatra tetap aman, tidak ada kematian tapi kami akan melanjutkan mengumpulkan lebih banyak informasi dari lapangan." Tapi BNPB telah menyarankan orang-orang untuk menjauh dari pantai sebagai peringatan awal.


Ada tanda-tanda awal kepanikan, ketika warga kota Padang melakukan evakuasi ke dataran yang lebih tinggi saat gempa terasa. Kondisi malam hari dan gangguan sesaat pada telekomunikasi setelah gempa tidak hanya menghambat usaha tim penyelamat, tapi juga menyulitkan otoritas untuk mengevaluasi kerusakan yang disebabkan gempa itu. Getaran yang lebih lemah dirasakan hingga Shah Alam, Subang dan Klang di Malaysia hanya menambah kepanikan yang tersebar. Beberapa warga Singapura yang tinggal di Jurong dan Punggol juga merasakan getarannya, yang menurut mereka getaran itu bertahan untuk beberapa detik saja.


Mr. Mohamed Nasrullah, usia 29, yang tinggal di Jurong, mengatakan bahwa ia merasakan getaran dua kali sekitar pukul 8.50pm. "Ranjang saya bergerak tiap dua hingga tiga detik, dan saya melihat botol air saya juga bergoyang", kata inspektur quality assurance dan kontrol pengecatan.


Ahli geologi sudah lama mengatakan bahwa bom waktu geologis sedang berdetik di Indonesia, dan kota Padang berada di dekatnya. Pada dekade terakhir, lima gempa besar, termasuk bencana tsunami Hari Tinju 2004, telah menyerang kota, menjadikannya gempa bumi paling mematikan di dunia. Hal yang serupa, temuan yang dipublikasikan dua tahun lalu juga menyatakan bahwa warga komunitas pesisir seperti Padang, yang secara tradisional meyakini bahwa mereka dilindungi oleh gelombang dari lepas pantai, mungkin bisa jadi sedang berada dalam resiko tinggi tsunami.


  • Tambahan laporan oleh Wahyudi Soeriaatmadja, Arlina Arshad, Amelia Teng dan Eunice Au. Episentrum dari gempa berkekuatan 7.8 kota Padang. Versi dari artikel ini muncul dalam edisi cetak pada The Straits Times tanggal 3 Maret 2016, dengan headline 'Tremors felt in Singapore as quake hits Sumatra'

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang