Akankah pengendalian populasi menyelesaikan sebagian besar permasalahan Indonesia?

Dilihat 221 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Baiklah, pertama-tama, populasi yang lebih besar akan menimbulkan peningkatan kebutuhan konsumsi serta peningkatan penggunaan pelayanan publik seperti rumah sakit ataupun sekolah negeri. Apa saja permasalahan Indonesia saat ini? Yah, sebagai orang Indonesia sendiri, saya akan menyebutkan beberapa yang paling disorot saat ini:

  • Mentalitas konservatif dalam hidup
  • Tingkat populasi produktif yang rendah (PDB Indonesia per kapita adalah $3.475 - Singapura $55.182) - memalukan sekali!

Sebagai awalan, secara pribadi, prinsip ideologi saya adalah: saya rasa permasalahan terbesar Indonesia adalah penggunaan sumber daya yang sangat tidak efisien - dan oleh sebab itu, artinya ada kapasitas tenaga kerja yang sangat besar. Indonesia adalah negara keempat di dunia dengan populasi terbesar, dan memiliki tingkat ekonomi terbesar di wilayah Asia Tenggara - jauh lebih besar daripada PDB Singapura. Akan tetapi, Singapura memanfaatkan tenaga kerja dan industrinya dan menjadi cukup efisien - meskipun kemampuan produksinya kecil, tiap anggota penduduknya menghasilkan produk dengan kisaran nilai setara $55.000 - jauh lebih banyak daripada orang Indonesia dengan $3.000. Ini artinya, kebanyakan orang Indonesia tidak produktif.

Namun, bahkan dengan segala ketidakefisienan kita, kita masih memiliki tingkat ekonomi terbesar di Asia Tenggara - karena ukuran populasi yang besar sekali. Jika kita mampu memanfaatkan semua populasi kita dan menjadi lebih produktif dalam semua hal pada umumnya, kita mampu meningkatkan PDB kita, dan dengan begitu, meningkatkan pendapatan nasional yang pada akhirnya juga akan meningkatkan standar hidup di seluruh negeri.


Apa yang menghentikan hal ini? Mentalitas kita dalam hidup adalah : Belajar yang rajin, mendapatkan pekerjaan dengan gaji-tinggi, membangun keluarga besar, dan hidup hingga akhir hayat. Apakah anda mengerti permasalahannya? Kebanyak orang-orang Indonesia tidak berpikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan - mereka merasa cukup melakoni pekerjaan mereka saat ini. Bahkan orangtua saya menanyakan hal ini pada saya setiap hari - "Kamu mau bekerja dimana?" dan, "Sepupumu dapat pekerjaan di pemerintahan! Kamu mau kerja apa?". Kita perlu mengubahnya menjadi seperti ini: "Bagaimana kamu akan menjadikan Indonesia lebih baik?" "Bagaimana kamu akan menciptakan peluang baru bagi orang lain?" Ini adalah alasan yang sama mengapa Amerika Serikat meruakan negara dengan PDB terbesar - sebuah pola pikir yang lebih maju. Hal ini juga didukung selain akibat dari 'Impian Amerika', tapi juga karena mentalitas mereka adalah: "Bagaimana saya akan menjadikan masa depan yang lebih baik? "Bisnis seperti apa yang bisa saya ciptakan untuk menjadikan negara ini lebih maju?" Oleh karena itu, kebanyakan perusahaan-perusahaan seperti General Electric, General Motors, SpaceX, McDonald's, Lockheed Martin, Apple, Google, Microsoft didirikan di Amerika Serikat. Perusahaan ini berkontribusi terhadap PDB karena mereka menghasilkan sesuatu yang berkontribusi pada tingkat ekonomi secara umum.


Saya pikir, Indonesia perlu perubahan dalam mentalitas, dan kelebihan populasi yang dimilikinya juga bisa menjadi masalah karena masyarakat sudah bermasalah dalam memberi makan keluarga mereka dan lebih memilih jalan kriminal untuk memenuhi kebutuhan itu. Orang-orang Indonesia karenanya perlu memiliki kesadaran akan populasi - bahwa jika mereka memiliki banyak anak, mereka akan mengalami masalah untuk memberi makan mereka. Populasi di Indonesia saat ini sangat tidak produktif, dan karenanya, untuk mengubah Indonesia yang lebih baik, mereka perlu mengubah mentalitasnya serta memiliki kesadaran bahwa menciptakan keluarga besar, dengan 8 anak bukanlah cara terbaik untuk melakukan hal tersebut.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang