Akankan harga rumah di Indonesia jatuh ?

Dilihat 227 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Wow! Saya akan menjawabnya ini dengan sangat senang. Harga rumah di Indonesia terus meningkat (menggelembung) ? Ya benar. Akankah harganya turun ? Belum, tetapi akan terjadi. Kapan? Jika Non Perfoming Loan (NPL) /  kredit bermasalah lebih tinggi dari 5 %, jika uang mukanya lebih rendah.  Mari kita berharap agar BI (Bank Indonesia) tetap konsisten. 


Apa pelajaran kita sekarang ? Lihatlah rasio harga rumah/ harga sewa rumah. Dan bandingkan itu dengan suku bunga Bank Indonesia. Suku bunga Bank Indonesia sekarang adalah 6 - 7% tiap tahun, atau sekitar 16 - 17 kali. 

Saya mendapati sebuah rumah di Yogyakarta seharga Rp. 1.000.000.000, dan disewakan Rp. 20.000.000 per tahun. Jadi rasionya sekitar 40 - 50 kali. Ini tidak realistis. Dan hal itu hampir terjadi dimana-mana.  


Jadi apa yang harus kita lakukan ? Yang saya lakukan, yaitu menunggu. Jangan membeli. Jika sebuah rumah berharga 1 milyar rupiah dan disewakan pada harga 20 juta rupiah (2%) per tahun, saya lebih baik menyewa daripada membelinya. Dan menginvestasikan 98% nya  atau 980 juta rupiah nya ke Reksadana. Dalam satu tahun, maka akan memperoleh keuntungan 7-10 %, atau uang kita menjadi Rp.1.050.000.000 - Rp.1.070.000.000 dalam setahun, kemudian gunakan 20 jutanya untuk biaya sewa tahun depan. 

Harga sewa naik? Ya tentu saja. Tetapi kita dapat melihat , kenaikan harga sewa tidak setinggi kenaikan harga rumah.  

Maka jadikanlah rumah sebagai rumah, sebagai tempat tinggal. 




Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang