Bagaimana caranya bisa meminimalkan resiko serangan jantung di kemudian hari?

Dilihat 2,94 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Istilah bahwa kesehatan itu mahal harganya sudah sering sekali kita dengar di mana-mana. Menjaga kesehatan sejak dini memang perlu untuk mencegah munculnya berbagai macam penyakit di kemudian hari. 


Namun semakin majunya perkembangan hidup kita saat ini, pola hidup masyarakat pun menjadi semakin modern. Gaya hidup seperti sekarang ini memang cenderung mengacaukan pola hidup; kebiasaan makan berlebih, terlalu banyak aktivitas, dan kurang istirahat bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung. 


Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mencegah penyakit jantung ini.


galena mencegah penyakit jantung


Penyakit jantung dikenal sebagai penyakit pembunuh pertama di dunia. Pola kehidupan yang tidak sehat, ditambah lagi dengan kebiasaan merokok masyarakat sekarang ini menjadi penyebab utama penyakit membunuh satu ini. 


Membiasakan diri sejak dini pola kehidupan tidak sehat hanya memperparah penyakit ini di usia senja dan diperlukan cara mencegah penyakit jantung sebagai solusi terbaik agar hal ini tidak terjadi pada anda atau orang-orang terdekat anda. 


Agar bisa menghindari penyakit ini menyerang anda dan orang-orang yang anda sayangi, simak penjelasan tentang penyakit jantung dan cara meminimalkan resiko penyakit jantung di bawah ini.



Mencegah Resiko Penyakit Jantung


Tanpa kita sadari, gaya hidup yang sekarang ini seolah mengubah pola hidup kita kearah yang kurang sehat. Pola makan yang berantakan, makan terlalu berlebihan, terlalu banyak aktivitas namun kurangnya istirahat, serta banyak merokok bisa saja menimbulkan berbagai macam penyakit yang berbahaya, seperti penyakit jantung. 


Pola hidup yang tidak sehat ini harus kita ubah tentunya jika tidak ingin hal ini terjadi pada anda ataupun orang-orang yang disayangi.


galena penyakit jantung


Jantung berperan penting bagi tubuh manusia, yaitu mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Selain itu, jantung kita bekerja layaknya otot. Seperti otot dalam tubuh anda, otot dapat bekerja dengan baik jika; mendapatkan suplai oksigen yang konstan, memiliki cadangan energi dan nutrisi, serta dapat mebuang zat-zat berbahaya dalam tubuh. 


Ketika salah satu dari hal ini terganggu, jantung bisa rusak dan kehilangan kemampuan memompa darah secara efektif. Jika hal ini terjadi, jantung pun tidak dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya dan suplai oksigen ke jantung pun bisa terganggu sehingga dapat mengakibatkan serangan jantung.


Selain itu, penyakit jantung juga bisa disebabkan karena penyakit lain seperti misalnya tekanan darah tinggi atau bisa disebut dengan hipertensi. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat secara drastis. Kondisi ini secara diam-diam bisa membunuh kebanyakan para penderita karena tidak menunjukkan penyebab hipertensi yang jelas. 


Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengukur tekanan darah. Tekanan darah bisa dikatakan tinggi apabila mencapai 140/90 mmHg. Untuk itu penting untuk memeriksakan tekanan darah anda ke dokter. Apalagi bagi orang dewasa, penting untuk setidaknya memeriksakan tekanan darah setiap lima tahun sekali.


galena hipertensi 


Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6% dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4%. 


Ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosa oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hal tersebut menyebabkan hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.


Hipertensi bisa dikatakan sebagai salah satu penyebab dari beberapa penyakit kronis seperti, penyakit stroke serta serangan jantung. Mengapa demikian?

Seperti yang telah disebutkan di atas, jantung kita ini seperti otot. Mengangkat beban yang berat membuat otot menjadi besar, bisa dibilang mengankat beban berat membuat otot anda bekerja lebih keras daripada biasanya. Tekanan darah dapat diibaratkan sebagai mengangkat beban bagi jantung, dan tekanan darah tinggi merupakan beban berat sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. 


Akibat dari tekanan darah yang tinggi ini seiring dengan berjalannya waktu dapat menyebabkan penebalan pada otot jantung. Hal ini membuat pengiriman oksigen tidak cukup memenuhi tuntutan tambahan dari jantung dan menyebabkan gangguan terhadap aliran oksigen sehingga menyebabkan serangan jantung.


Penyebab dan Jenis-jenis Hipertensi


Kebanyakan kasus sulit untuk mengetahui penyebab hipertensi karena gejalanya yang tidak jelas. Namun dapat diperkirakan faktor utama dari hipertensi ini adalah umur. Semakin tua, semakin besar juga resiko anda untuk mengidap hipertensi. 


Ada juga faktor-faktor pemicu lainnya yang dapat meningkatkan resiko hipertensi, antara lain:


  • Konsumsi garam yang berlebihan.
  • Kelebihan berat badan. 
  • Memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi.
  • Kurang konsumsi buah dan sayuran.
  • Jarang berolahraga.
  • Terlalu banyak minum kopi (atau minuman lainnya yang mengandung kafein).
  • Terlalu banyak minum minuman keras.


Resiko hipertensi yang disebutkan di atas dapat dikurangi dengan mengubah gaya hidup anda. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. 


Lalu berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua tipe, antara lain:

 

  • Hipertensi primer atau hipertensi idiopatik: Tekanan darah tinggi yang tidak memiliki penyebab tertentu. Hal ini pada umumnya disebabkan oleh proses pengerasan atau penuaan arteri yang disebut penyempitan arteri. Semakin bertambahnya usia, resiko hipertensi primer bertambah tinggi. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan membutuhkan penanganan yang panjang.
  • Hipertensi Sekunder atau hipertensi simtomatik: Tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kondisi medis lain yang dapat diidentifikasi. Misalnya, pasien yang mengalami gagal ginjal (baik akut maupun kronis), sistem RAAA akan aktif karena kurangnya siskulasi darah ke ginjal. Serangkaian hormon kemudian akan dipicu yang pada akhirnya akan mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan menaikkan tekanan darah. Pada hipertensi sekunder, penyebab hipertensi harus ditangani; tekanan darah akan kembali normal jika penyebabnya sudah ditangani. Hanya 5% dari orang yang menderita hipertensi yang mengalami hipertensi sekunder.

Untuk orang muda yang terkena hipertensi, kemungkinan yang diderita adalah hipertensi sekunder. Jika umur anda berkisar antara 20 tahunan, kemungkinan hipertensimu merupakan hipertensi sekunder yang memiliki penyebab lain. Jadi sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk menemukan penyebabnya.


Faktor keturunan bisa berpengaruh bisa juga tidak, tergantung bagaimana kondisinya. Misalnya kalau dikeluarganya semuanya sudah berumur, maka kemungkinan mereka terkena hipertensi primer, dan kamu menderita hipertensi sekunder. Di sisi lain, kalau ada anggota keluarga yang masih muda yang juga terkena hipertensi, bisa jadi hipertensimu karena faktor keturunan. Setiap situasi membutuhkan penanganan yang berbeda.



Mencegah Resiko Penyakit Jantung


Besarnya resiko penyakit jantung dan hipertensi di usia senja, penting sekali untuk mengurangi resiko penyakit tersebut. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung, hipertensi serta penyakit berbahaya lainnya, namun semua ini tidaklah mudah. 


Dibutuhkan kesabaran, komitmen, serta dedikasi jika benar-benar ingin mengurangi resiko penyakit berbahaya ini di kemudian hari. 


Berikut beberapa caranya:


  • Rutin meminum obat sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter.
  • Hindari melakukan aktifitas yang terlalu berat. Usahakan untuk melakukannya secara pelan-pelan saja. 
  • Menghindari rokok.
  • Mengontrol berat badan. Sebisa mungkin untuk menghindari yang namanya kegemukan.
  • Hindari makanan yang terlalu banyak mengandung garam dan lemak. 
  • Membiasakan diri untuk melakukan olahraga ringan. Atau anda bisa membicarakan tentang program olahraga ini dengan dokter anda terlebih dahulu. 


galena penyebab penyakit jantung



Membiasakan diri anda dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan olahraga yang rutin bisa sangat membantu mengurangi resiko penyakit jantung. Selain itu, penting juga untuk mengontrol pola makan dengan cara mengimbangi setiap jenis makanan yang anda konsumsi. 


Mulai sekarang, biasakanlah diri anda dengan pola hidup sehat sejak dini bukan hanya untuk mencegah penyakit jantung saja, melainkan penyakit-penyakit berbahaya lainnya dan sayangi jantung anda. 

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang