Antibiotik apa yang dapat mengobati virus H1N1?

Dilihat 552 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hanya ada dua obat anti virus yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengobati infeksi flu A sub-tipe H1N1. Yang pertama yang dikembangkan secara komersial adalah zanamivir oleh perusahaan Australia, Biota. Obat ini kemudian dilisensikan kepada GSK Inggris di tahun 1990 dan dipasarkan sebagai Relenza. Obat yang kedua, oseltamivir, dikembangkan di Amerika oleh Gilead Sciences dan kemudian dilisensikan ke Roche di tahun 1996 dan dipasarkan sebagai Tamiflu. Kedua obat tersebut juga efektif untuk mengobati sub-tipe lainnya dari virus flu A dan B. 


Kedua obat tersebut memiliki cara kerja yang sama, yaitu menghambat protein neuraminidase dari virus. Saya akan menjelaskan secara singkat bagaimana virus flu bisa menjadi infeksi untuk membantu memahami bagaimana cara kerja kedua obat tersebut.


Virus flu A diklasifikasikan berdasarkan tipe protein H dan N yang mereka bawa pada permukaan. H merupakan singkatan dari Hemagglutinin dan N adalah Neuraminidase. Ada 16 jenis protein H yang berbeda, jadi ada virus flu A H1-H16. Selain itu ada 9 jenis protein N yang berbeda, jadi virus juga bisa N1-N9. Berarti, secara teoritis ada 144 kombinasi yang berbeda dari protein H dan N, dan H1N1 hanya merupakan salah satunya (meskipun varian lainnya dapat muncul pada kondisi tertentu).

Jika dilihat dari luar, protein H yang ada dalam virus memungkinkannya mengikat sel epitel dalam jalan udara seseorang. Inilah sebabnya flu menyebabkan masalah pernafasan, protein yang diikat oleh virus ini hanya ada di sel yang ada pada saluran pernafasan.

Ketika virus sudah berada dalam sel, virus itu menggunakan mesin dari sel inang (enzim, asam amino, dll) untuk menggandakan diri. Setelah itu, virus akan menghancurkan membran sel untuk keluar dari sel agar virus - virus yang sudah berkembang dapat menjangkiti sel lain dan mengulangi siklusnya.


Untuk keluar dari sel inang, protein N harus memutuskan ikatan antara protein H dan sel inang, yang memungkinkan virus untuk masuk ke dalam sel pada awalnya. Dengan menghalangi protein N, obat anti virus kita mencegah virus menyebar dari sel inang ke sel - sel lainnya. Dengan kata lain, obat tersebut tidak benar - benar membunuh virus, tapi menghalangi virus untuk menyebar ke sel - sel lainnya.

Ada juga obat terbaru yang saat ini masih melalui pengujian, meskipun sudah disetujui oleh FDA untuk penggunaan darurat pada tahun 2009/2010 ketika terjadi pandemi flu babi. Obat itu adalah peramivir dan diekembangkan oleh perusahaan Amerika BioCryst. Obat ini harus diberikan tidak lebih dari 48 jam setelah gejala muncul dan jika digunakan dengan benar dapat mengurangi lamanya penyakit sekitar 1,5 hari.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang