Apa alasan-alasan utama mengapa lebih banyak orang-orang yang tidak mengkonsumsi suplemen seperti minyak ikan, vitamin D, dll, yang justru berefek sehat bagi tubuh mereka?

Dilihat 696 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ku pikir alasannya adalah karena banyak jumlah suplemen yang di pasarkan memiliki dasar sains. (sedikit, penilitian yang diterbitkan di penerbit jurnal tingkat 3 Eropa atau Asia, atau penelitian dengan subyek hewan, bisa menjadi bahan marketing, tapi tak berfungsi benar). Makanya kebanyakan suplemen pada dasarnya tidak efektif, atau sepenuhnya bergantung pada efek placebo.

Banyak orang menghamburkan uangnya untuk suplemen yang tidak efektif, akan menyerah. Bahkan suplemen dengan nilai terapi adalah korban dari ekspektasi berlebih. Kamu menyebut minyak ikan dalam pertanyaanmu. Minyak ikan terbukti membantu kondisi seseorang (dengan dosis besar), dan kemudian semua orang mengkonsumsinya. Contoh, aku membaca banyak artikel dan iklan yang menyebutkan minyak ikan mengonati penyakit Crohn.

Jika itu berdasarkan penelitian yang patut, maka argumennya valid. Banyak suplemen dipasarkan dengan benefit luas seperti "membantu pencernaan" atau "membantu sistem imun" - bidangnya sangat luas hingga membuat orang yang tak memerlukannya ikut mengkonsumsi dan menambah parah.

Terakhir, beberapa suplemen sangat berguna untuk orang dengan kondisi yang spesifik, yang telah didiagnosa oleh dokter. Contoh kamu bisa mengkonsumsi DHEA sebagai suplemen, dan jika kamu punya kondisi radang kronis yang menyebabkan kekurangan DHEA. Tapi mengkonsumsi DHEA ketika kamu normal malah bisa menyebabkan banyak masalah. Tapi jika kamu periksa ke

endokrinologis jika level DHEA mu rendah, seberapa besar dia akan memberimu resep suplemen OTC?

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang