Apa alasan untuk tidak memotong rambut atau kuku di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu bagi agama Hindu?

Dilihat 955 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Agama Hindu merupakan agama dominan di Asia Selatan terutama di India dan Nepal yang mengandung aneka ragam tradisi. Agama Hindu memiliki banyak tradisi yang bertujuan untuk saling menjaga keseimbangan antara manusia dan alam disekitarnya. Tradisi itu sendiri merupakan wujud penerapan dari nila-nilai luhur yang diajarkan oleh agama. Ajaran agama Hindu ini meliputi berbagai aliran di antaranya Saiwa, Waisnawa, dan Sakta serta suatu pandangan luas akan hukum dan aturan tentang "moralitas sehari-hari" yang berdasar pada karma, darma, dan norma kemasyarakatan. Agama Hindu cenderung seperti himpunan berbagai pandangan filosofis atau intelektual, daripada seperangkat keyakinan yang baku dan seragam.

                    upacara di candi prambanan

Indonesia adalah sebuah negara dengan budaya yang mendapatkan banyak pengaruh dari agama Hindu dan Budha, mengingat bahwa pada zaman dahulu kala sangat banyak kerajaan-kerajaan Hindu-Budha yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam budaya hasil Akulturasi dari berbagai macam tredisi Hindu-Budha. Perwujudan Akulturasi Hindu-Budha di Indonesia dapat terlihat dari berbagai bidang seperti seni bangunan (Candi Prambanan), seni rupa dan seni ukir (relief pada dinding candi), seni pertunjukan (Gamelan jawa), seni sastra dan aksara (kitab Ramayanadan Mahabarata), sistem kepercayaan (penyembahan terhadap roh dan dewa), dan arsitektur (Gua dan Punden). Bahkan hingga saat ini masih banyak upacara adat ataupun budaya masyarakat yang masih mengakulturasi ajaran Hindu-Budha dan menjadikannya suatu kearifan lokal disebuah daerah.


Pada dasarnya, semua tradisi dan budaya yang ada itu adalah baik, sama-sama mengarah pada peningkatan kualitas diri serta menjaga keharmonisan di segala bidang. Sebuah tradisi bermula dari keluhuran nilai moral dan sosial yang diajarkan oleh agama dan kemudian diterapkan dalam kehidupan masyarakatnya. Tentunya semua tradisi dan budaya yang berkembang tidak terlepas dari ajaran agama yang dianut. Seperti halnya tradisi salah satu agama tertua di Indonesia yaitu agama Hindu. Ajaran agama Hindu telah mengatur masyarakatnya untuk peka terhadap apapun yang ada disekelilingnya. Mereka sangat menjaga keseimbangan sebagai ajaran yang di luhung para pendahulu. Selain itu mereka juga sangat menjunjung tinggi nilai toleransi dan kepedulian terhadap sesama.


Merawat alam adalah salah satu pokok ajaran agama Hindu, dari hal yang besar sampai hal yang paling kecil sekalipun. Hubungan baik terhadap alam merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan dijunjung tinggi kesakralannya. Bagi orang Hindu yang identik dengan kesucian jasmani maupun rohani, merawat diri tentu saja menjadi pedoman utama untuk memperoleh kesucian lahir batin seorang manusia. Dalam hal ini merawat diri bukan dalam artian berhias seperti keramas, namun dalam hal keseharian seperti dalam memotong rambut dan sebagainya.


                                tradisi potong rambut


Orang Hindu sangat fanatik dalam kepercayaan memilih hari yang baik dalam segala hal, termasuk pula untuk memotong rambut. Hal-hal kecil dapat dipercayai memiliki pengaruh yang sangat besar dengan kehidupan. Termasuk dengan hari baik yang dipilih untuk memotong rambut. Karena jika memotong rambut di hari yang baik, maka akan berpengaruh juga pada kehidupan dan kelancaran rejeki dikemudian hari.


Adapun adanya hari baik itu dipilih sesuai dengan ajaran yang telah diyakini oleh pemeluk umat Hindu. Penentuan hari baik biasanya dikaitkan dengan hari kelahiran seseorang yang dikeramatkan ataupun dari hari dimana suatu peristiwa besar telah terjadi. Hari baik dalam agama Hindu kedudukannya sangat dianggap sakral, sehingga membuat para penganutnya menjadi sangat fanatik terhadap penentuan hari baik ini.


ALASAN AGAMA HINDU TIDAK MEMOTONG RAMBUT ATAU KUKU DI HARI SELASA, KAMIS, DAN SABTU


Menurut ajaran agama Hindu, masing- masing hari memiliki saptawara atau pengaruh besar terhadap kehidupan. Tak terkecuali hari memotong rambut dan kuku. Pemilihan hari baik menurut kepercayaan agama hindu merupakan faktor kesuksesan hidup dimasa depan. Hari yang dipilih kebanyakan orang untuk memotong rambut dan kuku adalah hari Rabu. Menurutnya, Rabu adalah harinya Wisnu, simbol memelihara, yakni memelihara kebaikan. Hari Rabu juga identik dengan hari raya besar Hindu seperti Buda Cemeng dan Buda Kliwon. Sehingga kebanyakan di hari itu tukang cukur di mana-mana biasanya akan padat pengunjung.



Sedangkan untuk pantangan hari mencukur rambut atau kuku antara lain:


1.    Selasa (Anggara) : Hala, Badan panas (Brahma)


Ada sebuah misteri yang besar di balik hal ini, tradisi tukang cukur penganut agama Hindu untuk tidak menyentuh peralatan mereka di hari Selasa. Alasannya sederhana, hanya karena hari Selasa merupakan hari untuk keramas, jadi tidak diperkenankan untuk mencukur rambut. Hal tersebut dipercaya masih ada hubungannya dengan Mangal (planet). Terdapat kepercayaan bahwa kekuatan manusia terletak di rambutnya. Kekuatan tersebut akan menghentikan efek dari sebuah planet terhadap manusia. Jadi memotong rambut atau bercukur di hari Selasa adalah sesuatu yang tidak biasa dilakukan. Berdasarkan astrologi planet yang berkuasa di hari selasa adalah Kuja atau Mars, sebuah planet yang dipercaya memiliki efek buruk.


Selain itu mereka juga memiliki kepercayaan untuk berdoa kepada Lakshmi Mata di hari Selasa untuk kelancaran bisnis mereka. Pada hari itu mereka sedang khusyuk melakukan ibadah agar permohonan mereka dikabulkan oleh dewanya. Sehingga pada hari itu mereka lebih memilih tidak bekerja ataupun  memotong rambut di hari itu.

2.    Kamis (Waraspati) : Hala & Sabtu (Caniscara) : Hala


Menurut ajaran agama Hindu, Rambut adalah mahkota yang harus dirawat dengan baik, dalam arti harus dirawat dengan kesucian. Segala sesuatu yang terletak di atas harus dijaga kehormatannya. Bagi orang Hindu, hari Kamis adalah hari ketika Wibawa atau kekuatan menurun, dan musuh bertambah.  Sedangkan hari Sabtu diartikan sebagai hari yang memiliki arti umur pendek atau lebih cepat meninggal. Sehingga Kamis dan Sabtu disarankan untuk tidak memotong rambut maupun kuku. 


Adat istiadat atau ajaran keagamaan yang di ajarkan oleh masing-masing agama selalu mempunyai makna. Sebagai pedoman atau acuan di dalam kehidupan manusia, ajaran sebuah agama mengatur tentang berbagai macam tata cara kehidupan dari lahir sampai setelah kematian. Setiap ajaran tersebut harus senantiasa ditaati dan diimani. Baik ajaran yang sifatnya hanya memberikan gambaran baik dan buruk, ataupun ajaran yang bersifat aturan memaksa yang tidak boleh untuk dilanggar yang apabila aturan tersebut dilanggar maka akan menimbulkan keburukan bagi manusia tersebut. Karena pada dasarnya semua ajaran agama itu merupakan jalan yang baik untuk diikuti umat manusia agar selamat dalam menjalani kehidupan dunia yang fana ini.


Setiap agama mempunyai norma dan ajarannya masing-masing. Dan pada dasarnya semua ajaran agama mengajak penganutnya untuk menjadi baik dan selalu berbuat baik. Di dalam agama, manusia dituntun sedemikian rupa agar kehidupan manusia menemui jalan damai dan benar. Sebuah ajaran yang akan menuntun sisi kehidupan manusia yang meyakini tentang kehidupan yang lebih baik. Sehingga apapun itu, kita harus dapat menyikapinya dengan bijak. Semoga bermanfaat!!

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang