Anbiotik apa saja yang menyebabkan konstipasi?

Dilihat 4,88 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan soal konstipasi/sembelit saat mereka mulai mengkonsumsi antibiotik. Efek ini bisa terjadi setelah beberapa kali mengkonsumsi antibiotik, dan sayangnya bisa berlanjut jika tidak segera diatasi. Khasiat antibiotik yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit sayangnya memiliki efek samping seperti sembelit. Untuk mengerti sebab, mekanisme dan solusinya, akan lebih baik jika kita mulai pemahaman soal hubungan antibiotik dan sembelit.


           sembelit


Mengerti hubungan antara antibiotik dan sembelit

Salah satu dari penyebab utama sembelit adalah flora intestinal yang buruk di dalam tubuh. Intestin adalah rumah bagi berjuta-juta bakteria yang mungkin jumlahnya melebih seluruh sel pada tubuhmu. Flora intestinal memiliki fungsi yang sangat penting di dalam tubuh. Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti dan profesional medis, 70% dari sistem imun tubuh terletak pada flora intestinal. Flora ini juga memiliki fungsi penting dalam mengendalikan metabolisme, melawan infeksi, sekaligus menjaga fungsi normal sistem pencernaan. .


Apa saja komponen yang membentuk flora intestinal?

Flora intestinal mengandung semua jenis organisme termasuk bakteri baik, bakteri berbahaya, parasit, dan kuman. Jumlah organisme sehat yang berfungsi pada usus adalah sekitar 90% dan sisanya adalah organisme jahat. Bakteri yang sehat dan baik akan mengawasi kinerja bakteri jahat dan memastikan bahwa bakteri jahat tersebut tidak akan menyebabkan bahaya bagi intestin. Masalah akan mulai muncul saat jumlah bakteri jahat melampaui jumlah bakteri sehat. Kondisi ini  disebut dysbiosis.


Antibiotik sebagai solusi utama

Saat dysbiosis terjadi, pengobatan yang langung terpikir oleh kebanyakan orang adalah dengan mengkonsumsi antibiotik. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri. Namun kinerja antibiotik juga berdampak semua jenis bakteri, baik pada bakteri baik maupun jahat. Antibiotik bekerja paling efektif saat seseorang sedang berada dalam kondisi kesehatan yang parah dan antibiotik adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkannya. Tapi pada kenyataanya, hal seperti ini tidak terjadi lagi sekarang. Kebanyakan orang bergantung pada antibiotik untuk hampir semua masalah kesehatan, bahkan untuk sekedar mengobati sakit kepala atau sakit perut. Riset menunjukkan bahwa persentase orang yang sehat sebelum antibiotik ditemukan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jaman modern saat ini.


      terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik

Bagaimana antibiotik bisa menyebabkan sembelit?

Antibiotik dan sembelit sangat berhubungan. Sebab dari sembelit ialah konsumsi antibiotik. Antibiotik menghancurkan flora di usus, yang pada situasi ini menjadi lebih rentan terhadap infeksi, terutama mengingat bahwa bakteri jahat mulai menyerang usus. Tanpa diragukan ini adalah alasan mengapa orang cenderung menjadi sakit lagi setelah perawatan antibiotik selesai maupun dihentikan. Untuk mengobati penyakit kedua yang muncul ini, mereka akan lagi-lagi mengkonsumsi antibiotik yang sebenarnya akan membuat kondisinya menjadi jauh lebih buruk. 


Usus yang tidak sehat adalah penyebab paling utama dari sembelit. Feses manusia terdiri dari garam larut air, sel mati, sisa lemak dan bakteri. Komponen paling penting dan utama pada feses ialah bakteri intestinal. Bakteri ini terletak pada kolon dan memudahkan jalan feses ke rektum. Seperti yang sudah dijelaskan, antibiotik dapat menyingkirkan organisme yang menguntungkan ini dan tentunya akan memperlambat kinerja sistem ekskresi pada tubuh. Kendati demikian, masih ada beberapa sumber yang menganggap bahwa sembelit tidak disebabkan oleh antibiotik melainkan gaya hidup yang salah.


Mengobati sembelit

Sembelit yang disebabkan oleh konsumsi antibiotik berlebihan dapat bertahan hingga bertahun-tahun dan mungkin tidak bisa disembuhkan jika dibiarkan saja. Sedihnya, satu-satunya solusi dari permasalahan ini adalah dengan pencegahan dini. Karena jika Anda mencari saran medis, Anda mungkin akan disarankan untuk mengkonsumsi antibiotik lagi. Namun masih ada cara alami untuk mengobatinya. Ada juga artikel lain di Galena yang membahas soal bagaimana menyembuhkan konstipasi, yaitu dengan cara alami seperti menkonsumsi makanan tertentu yang membantu melancarkan BAB ataupun mengkonsumsi lebih banyak serat. Anda juga bisa melakukan berbagai macam tindakan pencegahan untuk meminimalisir efek dari antibiotik.


Jadi kesimpulannya, cobalah untuk mengingat hubungan antara antibiotik dan konstipasi, dan hanya konsumsi obat jika benar-benar diperlukan. Masih banyak alternatif lain yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit yang Anda derita. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang