Apa arti dari kosmetik yang 'diuji secara klinis'?

Dilihat 1,61 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sebagai awalan, uji klinis adalah 'serangkaian tes dalam riset medis dan pengembangan obat yang menghasilkan data mengenai keamanan dan keberhasilan (atau spesifiknya, informasi terkait reaksi obat yang tidak sesuai dan efek yang tidak sesuai dari perawatan lain) untuk intervensi kesehatan (misalnya obat-obatan, diagnosis, alat kesehatan, protokol terapi). Mereka hanya dilakukan setelah dikumpulkannya informasi yang memadai terkait kualitas dari bahaya non-klinis, dan komite etika kesehatan telah mengabulkan persetujuan bagi obat atau alat kesehatan di negara tujuan. Sebelumnya, banyak negara berkembang yang tidak menuntut uji lokal untuk persetujuan produk. Kini, meskipun negara berkembang biasanya menerima data dari AS dan Eropa, mereka juga meminta adanya sejumlah uji lokal.


Ada 4 tahapan dalam uji klinis:

Fase 0: Pharmacodynamics dan Pharmacokinetics

Fase 1: Uji keamanan

Fase 2: Menentukan tingkat keberhasilan obat, biasanya terhadap uji placebo (memberikan obat yang tidak berefek sesuai promosi kepada pasien/tidak berefek sama sekali)

Fase 3: Konfirmasi akhir dari keamanan dan keberhasilan

Fase 4: Studi dengan pengawalan saat penjualan produk


Kapanpun sebuah obat baru diperkenalkan ke pasaran, obat ini harus melewati beberapa tes rutin untuk memastikan bahwa obatnya memiliki sedikit efek samping, atau dapat ditoleransi, serta memiliki nilai terapis yang bagus. Ini juga dapat diaplikasikan ke dalam kosmetik. Sedcara umum, kosmetik dipahami sebagai produk yang hanya digunakan untuk mempercantik atau menambah kecantikan seseorang.. Teknisnya, mereka juga memiliki nilai terapis. Maskara, misalnya, membantu orang kelihatan lebih muda.


Sekarang, anda sudah memahami dasarnya. Mari kita kembali pada pertanyaan 'apa arti dari kosmetik yang 'diuji secara klinis'? Jawabannya ya, mereka memang diuji secara klinis. Tepatnya, mereka diuji dari fase ke-1 hingga fase ke-3. Uji kepada hewan dan manusia memang dilakukan, namun dibawah pengawasan komite etik. Oh ya, uji klinis selalu dikritisi dan uji kepada hewan telah dilarang, namun jika anda mau membaca kalimat berikut ini, akan jelas bagi anda mengapa uji klinis dilakukan:


"Bakteri hidup di bulu mata kita, dan dengan adanya penggunaan maskara, baik oleh anda sendiri ataupun oleh make-up artist, membuat kontaminasi pada botol maskara maupun kepada klien anda sangat mudah terjadi. Ketika maskara menyentuh bulu mata, bakteri berpindah, baik ke botol produk ataupun ke mata sebelahnya. Bakteria tumbuh subur dalam lingkungan yang gelap dan hangat atau tertutup, dan akhirnya merusak pengawet di produk tersebut." Hal ini tidak akan diketahui jika tidak ada uji klinis.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang