Apa beda latihan senam dan latihan isotonik?

Dilihat 1,14 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Latihan senam berfokus pada memperbaiki efisiensi dari sitem energimu dan respon sistem saraf yang berhubungan. Latihan isotonik secara umum berfokus untuk memperbaiki sistem otot dan rangka serta respon CNS terhadap berat tubuh. Keduanya dapat mempengaruhi efisiensi dari sistem energi anaerobikmu dan keduanya mempengaruhi oto dalam berbagai cara.


Latihan Senam 

Latihan senam terdiri dari aktivitas yang berulang yang menjaga denyut jantungnya tetap tinggi untuk waktu yang lama. Aktivitasnya bisa bermacam - macam mulai dari berjalan, berlari - lari kecil, berlari, berenanng, menari, memanjat, dll, Kenikan denyut jantungmu menenutukan efek dari latihan ini. Menargetkan denyut nadi dalam range tertentu disebut latihan zona.


Ada banyak hal yang salah dimengerti mengenai berbagai zona. MIsalnya zona 1 dan 2 bukan pilihan yang bagus kalau kamu ingin membakar lemak. Orang - orang yang bergantung pada zona 1 dan 2 sebagai latihan kardio utamanya biasanya malah mengalami kenaikan jumlah lemak. Berlatih di zona 3 - 5 lebih efektif dalam membakar lemak dan membentuk tubuh.


Yang dilakukan oleh zona 2 adalah membangun ketahana senammu, seberapa jauh kamu bisa terus berlari. Hal ini meningkatkan metabolisme lemak karena hal itu membuat sistem energi aerobikmu menjadi lebih efisien. Sistem energi aerobikmu adalah tempat penyimpanan lemakmu. Kalau kamu berlari marathon, merupakan ide yang bagus untuk melakukan setengah dari sesi latihanmu pada zona 2 setelah kamu memiliki dasar yang kuat di zona 4 dan 3.


Alasan kenapa zona dua tidak efektif untuk mengurangi lemak sekalipun zona 2 secara langsung membakar lemak ketika kamu berlari adalah karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melewati penyimpanan glikogenmu pada kecepatan itu, selain itu ototmu juga akan terkena dampak karena kamu berlari terlalu ringan untuk jangan waktu tersebut. Secara default, ototmu membakan lebih banyak kalori, jadi membangun otot merupakan cara yang sangat baik untuk membakar kelebihan lemak ketika kamu beristirahat. Berlari dengan kencang dapat membangun otot dan membakar banyak kalori.


Latihan Isotonik

Latihan isotonik biasanya berfokus pada melatih ketahanan dalam sesi yang lebih singkat. Latihan isotonik dalam dilakukan dengan berbagai tujuan:

Ukuran otot (hipertrofi). Kamu bisa melakukan latihan isotonik dengan berat tubuhmu, resistance tubing, angkat beban (barbell, dumbbell, kettle bell, medicine ball, body bars, dll), alat fitness. Untuk hipertrofi cobalah untuk melakukan 8 - 12 pengulangan dan 2 - 3 set. Kamu harus menggunakan berat tubuh yang cukup sehingga kamu akan sangat kesulitan untuk melakukan pengulangan yang ke 12. Kamu juga bisa fokus pada bagian eksentrik dari angkat beban untuk mendorong pertumbuhan.


Latihan isotonik membangun otot dan juga bagus untuk sistem kardiovaskularmu yang dapat memberikanmu ketahan dan intensitas yang cukup 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang