Apa bedanya antara seorang perfeksionis dan seseorang dengan Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)?

Dilihat 254 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Mantan suami saya adalah seorang perfeksionis. Sahabat baik saya mengalami OCD. Ini beberapa perbedaan yang penting:

Mantan suami saya: Saat ia memberi perhatiannya pada suatu proyek, ia dengan absolut memastikan tak ada hal yang menghalangi jalannya. Penting baginya bahwa apapun yang ia lakukan hasilnya sempurna. "Seorang perfeksionis membutuhkan pujian yang telah mereka jadikan untuk pengganti kasih sayang dan pengakuan diri." Mantan suami saya tak membutuhkan persetujuan siapapun. Itu adalah masalah harga diri. Mengapa melakukan pekerjaan yang tak sempurna di saat mampu untuk melakukan yang sempurna? Hal ini bukanlah hal yang ia minta dari saya atau siapapun - hanya dirinya sendiri. Dalam berbagai cara, saya harus mengatakan saya adalah orang yang sama. Saya juga menambahkan bahwa meski saya tentu saja tak meminta kesempurnaan dari siapapu, saya (sangat) sering kecewa saat saya melihat orang lain bekerja dalam suatu proyek dimana mereka tergelincir, kurang peduli, dan memikirkan sesuatu yang bisa mereka lakukan dengan lebih baik dengan perhatian dan usaha yang sedikit lebih banyak yakni 'cukup baik seperti itu'.


Sahabat baik saya, di satu sisi, berpikir lebih sejalan dengan 'efisiensi'. Jika itu tak perlu sempurna, ia tak akan membuang waktu untuk membuatnya sempurna. Jika dibutuhkan yang sempurna, maka ia akan memberikan usahanya yang terbaik - tapi lebih kepada suatu keharusan ketimbang kesempurnaan.

Teman Terbaik saya: Jika ia membeli sebuah CD baru, ia akan memutar lagu favoritnya berkali-kali selama berhari-hari. Ia tak akan mendengarkan lagu lainnya kecuali SATU lagu itu, berulang-ulang, meski ada orang lain bersamanya di dalam mobil, ia akan melewatkan hingga pada satu lagu itu dan memutarnya dua puluh kali terus menerus, menikmatinya meski ke-100 kalinya seperti saat pertama kalinya. Ia akan menanyakan pertanyaan yang sama ribuan kali, dengan ribuan cara yang berbeda...yang menunjukkan bahwa pikirannya terjebak dalam satu aspek tertentu dari satu subjek tertentu - dan ini bisa berlanjut hingga berminggu-minggu atau kadang berbulan-bulan. Ia memperhatikan apa yang ia catat sebagaimana kebiasaan atau pola dari orang lain, dan jika ia melihat mereka diluar itu, ia menjadi kebingungan.

Sebagai contoh, jika saya biasanya menelepon setiap minggu, biasanya pada selang waktu tertentu, dan kemudian satu minggu saya tidak menelepon saat ia 'mengharapkannya', ini adalah MASALAH BESAR baginya, dan ia akan mulai membayangkan berbagai hal, seperti saya sedang marah, atau saya mati, atau ini atau itu. Suatu hari saat kita memiliki tiket untuk pergi ke sebuah konser, ia membuat kita terlambat, karena meskipun dia sudah berada di rumah saya, dan rumah saya lebih dekat ke konser dan rumahnya pada arah yang berlawanan, ia memaksa saya kembali ke rumahnya supaya ia bisa berlari ke dalam rumah (ini ketika ia masih berumur 19) dan memberi ayahnya sebuah ciuman salam. HANYA ITU yang ingin dilakukannya, menyapa - mencium - dan berlari keluar pintu. Mengapa? Karena itulah yang ia lakukan setiap hari sepanjang hidupnya, dan ia tak bisa mengubah ritual harian itu. Mantan saya tak akan pernah melakukan hal-hal seperti itu.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang