Apa benar bahwa wanita hamil yang mendapatkan vaksin H1N1 di tahun 2009 memiliki resiko keguguran lebih besar tiga kali lipat dibanding mereka yang tidak mendapatkan vaksin?

Dilihat 889 • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Propaganda anti vaksinasi yang aku lihat sebenarnya mengklaim rasio resiko yang lebih parah. Aku membaca salah satu koran yang menerangkan jika tidak divaksinasi lebih aman untuk bayi dengan faktor "sekitar 85 kali" dan paling banyak sekitar 250 kali. Bagaimana orang bisa mendapatkan angka tersebut? Dengan analisis statistik sembarangan. The Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS), sebuah tempat dimana mereka menerima laporan tentang masalah yang terjadi setelah vaksinasi. Sekarang, aku mau perjelas: orang melaporkan problem ke VAERS tapi tidak mengerti masalah itu karena vaksinasi atau bukan.


Ada salah persepsi yang disebut post hoc ergo prompter hoc, artinya "sesuatu terjadi karena sesuatu sebelumnya". Kebanyakan problem yang dilaporkan ke VAERS waktunya tidak disengaja. Dan, jumlah keguguran yang dilaporkan ke VAERS setelah vaksinasi H1N1 dibawah angka normal. Karena orang tidak akan melaorkan keguguran setelah diberi vaksinasi H1N1.


Ada komponen penting yang tertinggal di analisis ini adalah berapa banyak wanita tanpa vaksin mengalami keguguran ketika mereka sedang terjangkit virus H1N1. Wanita hamil lebih rentan terhadap komplikasi flu. Jadi, disampling klaim yang diajukan kamu, aku meragukan statmen "tiga kali lebih beresiko".

Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang