Apa benar kalau tidak ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS? Kenapa?

Dilihat 5,27 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang mematikan dan sudah membunuh banyak orang. Seringkali orang-orang mengira bahwa HIV dan AIDS adalah penyakit yang sama. Namun, kenyataannya adalah HIV dan AIDS adalah dua penyakit yang berbeda. HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. 


Virus ini hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya. Sedangkan AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. 


Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain. 


penyebab hiv/aids

Dengan demikian, yang terinfeksi HIV belum tentu terkena AIDS. Tetapi, jika terdiagnosa AIDS sudah pasti terkena HIV. Gejala terinfeksi HIV tidak terlalu terlihat dari luar, karena seperti penyakit ringan pada umumnya. Maka dari itu, dokter menyarankan agar semua orang memeriksa apakah di dalam tubuhnya terdapat virus tersebut atau tidak. Seperti virus lainnya, HIV pun tidak dapat benar-benar dihilangkan dari dalam tubuh, hanya bisa dinonaktifkan dalam beberapa waktu agar tak masuk dalam tahap AIDS. 


Namun, jika sudah terjangkit AIDS, maka orang tersebut sudah tak bisa tertolong, masih belum ada obat yang mampu menyembuhkannya HIV/AIDS. Banyaknya korban yang meninggal dikarenakan penyakit ini, menjadikan HIV/AIDS penyakit yang paling mematikan kedua setelah kanker.Menemukan obat untuk kedua penyakit tersebut merupakan PR utama untuk para ahli.



Beberapa Alasan Mengapa Para Ahli Belum Menemukan Obat HIV/AIDS


  • HIV menyatuk dengan DNA dari sel inang. Sekali kamu terinfeksi, sel yang terinfeksi akan membawa virus genom>Teknologi CRISPR-Cas9 belakangan ini memungkinkan pengeluaran HIV dari genom dan kedengarannya sangat menjanjikan.


  • HIV menginfeksi sel T CD4+ yang merupakan sistem pertahanan dari tubuh kita. HIV juga bisa menginfeksi jenis sel lainnya seperti sel myeloid, sel otak, GALTs, dll. Jadi agak sulit untuk mentargetkan sel - sel tersebut. Kamu bisa saja menyingkan sel imun, tapi hal itu yang juga dilakukan oleh HIV.>> sindrom sistem kekebalan tubuh.


  • HIV memiliki virus yang terpendam. Hal ini berarti HIV bisa tersembunyi dan non aktif dalam waktu yang lama. Ini merupakan salah satu masalah utama dalam penelitian HIV/AIDS. Pengobatan HAART/cART dapat menekan produksi virus yang aktif dengan sukses sampai tingkat HIV RNA yang tidak terdeteksi, tapi ketika pengobatan dihentikan, HIV kembali muncul (rebound viremia). Latensi dari HIV bisa berhubungan dengan kendali epigenetik oleh HIV. Therapy kejut dikembangkan berdasarkan hal ini.


  • Sulit untuk membuat vaksin HIV/AIDS. Ada banyak alasannya; a. tidak ada orang sehat yang menjadi sukarelawan (tidak diterima secara etis), b. Simpanse memiliki virus yang mirip seperti HIV (SIV) yang tidak hanya berhubungan dengan viremia, c. HIV memiliki dua bentuk utama HIV-1 & HIV-2, d. HIV sangat cepat bermutasi.


  • HIV adalah retrovirus yang berarti sakitnya akan terus berkelanjutan. HIV memiliki sistem replikasi yang rumit tapi cerdas yang memungkinkannya untuk bertahan. HIV-2 memiliki sistem khusu untuk melawan mekanisme pertahanan sel inang.



Oleh sebab itu, orang yang telah terdiagnosa HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan. Kita hanya perlu melakukan cara pencegahan dan mengindari hal-hal yang dapat menularkan HIV/AIDS


Beberapa kelompok bahkan mendirikan gerakan aksi peduli HIV/AIDS. Hari HIV/AIDS sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember, dengan berlambang pita merah. Aksi tersebut bertujuan untuk menjangkau orang-orang agar peduli terhadap penderitanya.


komunitas hiv/aids


Bagaimana jika orang tedekat kita terkena HIV/AIDS? Apakah kita harus menghindarinya? 


Jawabannya adalah tidak perlu menghindari. Karena HIV/AIDS adalah salah satu penyakit yang tidak gampang menular pada orang sekitar. Kita masih bisa bersentuhan dengan orang yang terjangkit penyakit tersebut. 


Selama kita tak berhubungan seks dan memakai alat yang terkena darah si penderita, kita tak akan tertular. Hindari penyakitnya, bukan orangnya. Jadi, kau masih bisa berdekatan dengan mereka, apalagi jika orang itu dekat denganmu. Menjauhinya karena ia terkena HIV/AIDS adalah hal yan tak pantas.


Alangkah baiknya jika kita tetap menjaga kesehatan dengan melakukan pencegahannya :)

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang