Apa bisa seorang wanita lewat 30 hari tanpa PMS?

Dilihat 4,86 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tanda-tanda menstruasi mulai datang kerap disebut sebagai sindrom pramenstruasi atau premenstruation syndrome (PMS). Pra Menstruasi Syndrome  atau sindrom pra haid adalah kumpulan gejala normal yang tidak menyenangkan yang terjadi sehubugan dengan siklus mestruasi wanita. Pada umumnya gejala PMS yang terjadi ada dua yaitu gejala fisik dan psikis.




PMS adalah sebuah kodisi medis yang memiliki gejala-gejala fisik dan psikis tertentu dan mempengaruhi hampir semua wanita subur. Gejala yang dialami tersebut umumya sama pada setiap wanita, yang berbeda adalah tigkat keparahannya. Selain sakit kepala dan kram perut, anda mungkin dapat mengalami kelelahan, tumbuh jerawat, perut kembung, serta nyeri otot. Anda juga bisa merasa mudah tersinggung, cemas, atau sedih tanpa alasan yang jelas. Bahkan, dapat terjadi depresi.

Pada artikel ini, kami akan mencoba untuk memberikan  sedikit ulasan  terkait PMS pada wanita serta mengapa haid tidak  lancar  atau menstruasi tidak teratur yang mungkin dapat anda jadikan sebagai bahan referensi. Yuk... kita simak penjelasan berikut :

Premenstruation Syndrome (PMS)

Sebagian besar wanita, yaitu sekitar 80% - 95%, akan megalami PMS bahkan bebarapa wanita mengalami gejala fisik dan psikis yang cukup mengganggu sehigga mempengaruhi rutinitas keseharian. Namun terdapat pula sebagian kecil wanita yang sama sekali tidak mengalami keadaan ini. Terlepas dari parah atau tidaknya, semua gejala tersebut akan segera menghilang setelah menstruasi dimulai. Jangan khawatir, gejala akan hilang begitu menstruasi tiba atau selesai. Kodisi ini bukanlah sebuah penyakit tetapi merupakan gejala fisik dan psikis yang berkaitan dengan perubahan hormon pada saat mejelang menstruasi. 


         

Gejala PMS biasa muncul pada 5  -10 hari sebelum hari pertama menstruasi tiap bulan. Adanya gejala yang melanda fisik dan mental ini diperkirakan karena adanya perubahan hormon selama masa menstruasi, yaitu hormon estrogen dan progesteron. Tidak semua wanita akan mengalami tanda-tanda seperti yang dituturkan. Efek yang dialami bisa bervariasi pada masing-masing individu. Namun, tanda-tanda berikut dapat menjadi acuan untuk anda untuk mengetahui kondisi seorang wanita berkaitan dengan PMS

Pada dasarnya gejala yang dialami sebelum masa menstruasi bersifat perioik dan akan hilang dengan sendirinya setelah masa menstruasi telah tiba. Tetapi jika kondisi fisik ataupun psikis yang terjadi sudah sangat megganggu yang megharuskan untuk beristirahat total di rumah, maka ada baiknya anda menemui dokter untuk mencari solusiya.

Berikut ini beberapa gejala psikis dan perubahan perilaku yang biasa terjadi pada wanita yang mengalami PMS.

  • Megalami ketegangan atau kecemasan yang berlebih
  • Muncul perasaan depresi
  • Menangis tanpa alasan
  • Mengalami perubahan mood dan cepat marah
  • Perubahan nafsu makan dan mengidamkan makanan tertentu
  • Sulit tidur
  • Menarik diri dari ligkungan sosial
  • Mengalami konsentrasi yang buruk

Selain gejala psikis  seperti disebut di atas, beberapa wanita juga mengalami beberapa gejala fisik PMS yang kadang berbeda antara satu wanita dengan wanita lainnya. Gejala fisik tersebut dalam tahap tertentu biasanya sampai pada tahap mengganggu aktivitas, berikut ini tanda-tandanya :

  • Nyeri sendi atau otot (kram)
  • Sakit kepala
  • Cepat lelah
  • Perut kembung atau nyeri
  • Nyeri pada payudara
  • Munculnya jerawat lebih dari biasanya
  • Sembelit atau diare
  • Bercak atau flek darah
  • Nafsu makan meningkat
  • Nyeri punggung ataupun nyeri tubuh

Mengapa wanita mengalami kondisi ini setiap bulan belum diketahui secara pasti penyebabnya. Bebarapa ahli menyebut hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormonal di dalam tubuh dan pendapat lain menyebutkan adanya produksi hormon esterogen yang berlebih menjelang ovulasi yang menimbulkan perubahan suasana hati dan perasaan.

Tanda-tanda menstruasi pada setiap wanita akan berbeda-beda dan dapat turut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti riwayat keluarga yang mengalami PMS serta adanya riwayat keluarga yang mengalami depresi. Anda juga lebih berisiko mengalami PMS apabila memiliki riwayat gangguan mood seperti bipolar atau depresi postpartum (depresi yang melanda setelah melahirkan).

Sebagai sebuah kodisi normal maka PMS tidak dapat dicegah, tetapi melalui perawatan dan pengobatan yang tepat maka gejala yag diderita dapat dikurangi. Pada wanita juga dapat mengurangi penderitaanya selama PMS dengan cara menjalani gaya hidup yang sehat seperti aktif berolahraga, istirahat yag cukup dan diet yang tepat.

Haid Tidak Lancar




Sebelum kami membahas  masalah haid tidak lacar, anda tentu harus megetahui perbedaan haid normal dan abnormal berdasarkan jeda waktu haid. Siklus menstruasi dikatakan normal bilamana terjadi selama 28 hari, bahkan terkadang bisa terjadi 21 hari hingga 35 hari. Jika awal siklus berlangsung maju atau mundur selama kurung waktu 1 – 3 hari, maka hal itu masih dianggap wajar. Selain itu, perdarahan menstruasi normal akan berjalan 5 – 7 hari. Dari kedua ilustrasi ini, kita dapat mengklasifikasikan siklus menstruasi yang tergolong ke dalam abnormal, yaitu bilamana terjadi kurang dari 21 hari atau terjadi setelah hari ke-35. Begitu juga dengan perdarahan yang terjadi kurang dari 5 hari atau melebihi 7 hari termasuk ke dalam menstruasi abnormal.

  • Berat Badan Turun Secara Drastis

Kondisi berat badan yang turun secara drastis akibat gangguan pola makan serius, seperti pada anorexia dan bulimia bisa menjadi penyebab menstruasi tidak teratur. Sedangkan penurunan berat badan akan menyebabkan gangguan haid. Gangguan ini dipengaruhi oleh kebutuhan lemak yang berkurang saat pembentukan hormon haid.

  • Stres

Saat anda stres maka tubuh akan memproduksi hormon stres yang akan berpengaruh pada keluarnya hormon menstruasi. Kondisi stress yang sedang anda alami akan berpengaruh pada hypothalamus, padahal hytpothalamus merupakan bagian dari otak yang menjadi tempat berbagai hormon yang mengatur periode menstruasi. Karena faktor ini, menstruasi akhirnya tidak teratur.

  • Periode Perimenopause

Periode perimenopause, yaitu periode di mana seorang wanita akan memasuki masa menopause. Pada periode hormon di dalam tubuh menjadi tidak seimbang, dimana ketidakseimbangan progesteron menyebabkan menstruasi tidak teratur dan bisa berlangsung lebih panjang atau lebih pendek.

  • Pemakaian Alat Kontrasepsi

Penggunaan pil KB, suntik KB, maupun KB hormonal dapat menyebabkan perdarahan dalam jumlah yang sedikit atau bahkan perdarahan berat. Pemberian suntikan untuk kontrasepsi pasca melahirkan juga dapat menyebabkan haid tidak teratur.

  • Aktivitas Berlebihan

Aktivitas yang berlebih yang menimbulkan rasa capek akan berpengaruh pada kelenjar hipotalamus, yang nantinya juga mempengaruhi hormon menstruasi. Hal ini dapat mempengaruhi pelepasan LS dan FSH, yaitu hormon hipofisis yang memicu ovulasi (pelepasan sel telur). Ovulasi ini akan berpengaruh pada haid yang tidak lancar.

  • Kehamilan

Alasan paling umum dari siklus menstruasi yang tidak teratur dalam kelompok usia reproduksi berhubungan dengan kehamilan. Siklus yang tidak teratur juga merupakan tanda umum yang sering terjadi pasca kehamilan. Sementara itu, pemberian ASI juga dapat menyebabkan waktu menstrusi anda terhambat. Hal ini normal dan tidak menjadi masalah.

  • Gangguan Pada Organ Kandungan

Adanya kelainan pada organ kandungan (misalnya Myoma Uteri, Polip) juga dapat memberikan keluhan perdarahan di luar haid. Hal ini bisa saja berimplikasi pada haid yang tidak normal, bahkan dapat membahayakan. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika anda mengalami gangguan ini.

  • Gangguan pada Kelenjar Tiroid

Fungsi kelenjar tiroid adalah mengatur metabolisme tubuh, sehingga ketika kelenjar ini mengalami gangguan maka dapat berpengaruh terhadap siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur. Perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti dan cara mengatasinya.

  • Ketidakseimbangan Hormon

Hormon dikatakan seimbang jika ada kerjasama yang baik antara otak, indung telur, kelenjar di otak dan kelenjar tiroid. Jika ada ketidakseimbangan hormon, maka hal itu bisa memicu terjadinya gangguan pada siklus menstruasi. Beberapa hal yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon antara lain adalah kelelahan, stress, kurang istirahat, dan terlalu banyak beban pikiran.

  • Obesitas

Selain berat badan yang kurang, ternyata obesitas juga dapat  menyebabkan haid tidak lancar. Bahkan, kenaikan berat badan secara signifikan adalah salah satu tanda gangguan tiroid pada wanita. Untuk itu hindari makanan yang memicu penambahan berat badan secara berlebihan.

  • Adanya Kegagalan Ovarium Prematur

Kegagalan ovarium ditandai dengan gejala menstruasi yang berhenti sebelum usia 40 tahun yang bisa disebabkan oleh tindakan bedah kemoterapi, terapi radiasi pada perut atau pun panggul. Bila hal ini terjadi, bisa saja karena hal itu dipicu oleh beberapa alasan di atas, untuk memastikannya hubungi dokter terdekat.

Kondisi haid tidak lacar juga umum dialami ketika mengalami mentruasi pertama kali (menarche), hal ini disebabkan karena hormon yang mengontrol menstruasi sedang berproses untuk mencapai keseimbangan.

Dalam beberapa kasus  diperlukan solusi yag tepat  bahkan diperlukan bantuan dokter untuk mengatasi masalah PMS dan haid tidak teratur,  jika keadaan tersebut cenderung membahayakan anda. Sebagai upaya pencegahan lakukan perbaikan pola makan, usahakan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang yang menyehatkan, hindari stres berlebih dan yang terakhir lakukanlah olahraga secara teratur agar metabolisme tubuh menjadi lebih lancar.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai PMS yag terjadi pada wanita dan beberapa  penyebab haid tidak lacar yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengatasi masalah  haid. Semoga bermanfaat.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang