Apa cara non-medis terbaik untuk menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan osteoartritis?

Dilihat 4,74 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Osteoartritis adalah penyakit sendi degeneratif, yang nampaknya memiliki beberpa gejala yang terjadi secara bersamaan. Kelebihan konsumsi gula dapat mengganggu lubrikasi sintesis sendi normal, seperti halnya kekurangan konsumsi asam lemak omega-3 atau banyaknya konsumsi makanan jadi, yang lebih banyak mengandung asam lemak omega-6. Asam lemak ini mengarah kepada peradangan, tidak hanya di sendi tetapi juga di pembuluh darah, yang menjadi sebab mengapa serangan jantung dan osteoartritis sering ditemukan dalam satu pasien.


Inila cara-cara non-medis terbaik dalam merawat osteoartritis, yang akan menyembuhkan sakitnya:


  1. Mulailah diet ala Mediterania tanpa gula dan pasta (hanya karbohidrat rendah glisemik yang diperbolehkan).
  2. Jika anda kelebihan berat badan, turunkanlah beberapa kilogram. Pengurangan berat sebanyak 10% hanya meningkatkan fungsi sendi sebanyak 28%. Jika dikombinasikan dengan program olahraga, peningkatannya akan lebih baik.
  3. Olahraga setidaknya 3 hari seminggu diperlukan dalam sebuah studi untuk menunjukkan peningkatan, namun efek terbaiknya terlihat saat pasien berolahraga hampir setiap hari. Sendi menjadi tidak bengkak; sirkulasi meningkat dan sakitnya berkurang. Sebelum melakukan olahraga, orang dengan resiko kardiovaskuler yang meningkat harus menjalani tes tekanan olahraga untuk mengukur cadangan kardiovaskuler serta memastikan bahwa aman baginya untuk memulai program tersebut. Selain itu, sendi yang terkena peradangan parah harus dirawat terlebih dahulu oleh dokter sebelum program olahraga bisa dimulai.
  4. 3 sesi microwave diathermy selama 30 menit setiap minggu selama 4 minggu menunjukkan pengurangan pembengkakan sendi yang signifikan pada osteoartritis di lutut, dimana terjadi peningkatan fungsi sendi dan berkurangnya rasa sakit. Di sisi lain, kantong berisi es batu untuk sendi yang sakit setelah olahraga berat dapat menurunkan kejang otot dan menaikkan ketahanan rasa sakit.
  5. Akupuntur dan akupuntur listrik: perawatan ini didapati berguna sebagai tambahan pengobatan anti-radang yang memakai NSAIDS (non-steroidal anti- inflammatory drugs/obat anti-radang non-steroid); keuntungan dari NSAIDS adalah dosisnya dapat dikurangi, yang juga mengurangi potensi dari efek samping yang serius.
  6. Perawatan pelengkap: sejumlah suplemen dan obat herbal efektif dalam mengurangi peradangan. A) asam lemak omega-3 adalah pemicu dari kelenjar prostaglandin anti-radang di tubuh, yang membantu pasien osteoartritis maupun rheumatoid arthritis. B) curcumin, bahan aktif dalam rempah kunyit, telah digunakan di India dan Asia karena fungsinya sebagai anti-radang dan antioksidan selama berabad-abad. Tidak hanya mengatasi artritis, tetapi juga mengatasi penyakit yang sering berkaitan (obesitas, diabetes, penyakit jantung, masalah autoimun). Curcumin menetralkan agen peradangan yang mengalir di darah pasien artritis. C) ekstrak jahe dapat mengurangi banyak rasa sakit pada pasien dengan osteoartritis di lutut. D) suplemen umum lain yang dapat membangun tulang rawan pada sendi adalah glukosamin sulfat dan chondroitin, semua bisa didapatkan di toko makanan. E) desensitisasi oral untuk artritis.

Dapatkah kesehatan sendi didapat dengan cara lain? Banyak jawaban baru yang muncul. Di masa lampau, penderita pilek atau flu mengonsumsi semangkuk sup ayam yang hangat. Harus disebutkan pula bahwa pilek dan flu adalah reaksi peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Banyak praktisi kesehatan yang menolak resep rumahan ini dan menganggapnya kuno serta tidak berguna, namun sekelompok ilmuwan dari University of Nebraska memutuskan untuk menelitinya lebih dekat. Mereka menemukan bahwa bukan sayuran, namun komponen di dalam kaldu ayam-lah yang menunjukkan aktivitas anti-peradangan. Ayam memiliki fungsi kolagen tipe II yang mengatur sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak menyerang protein yang umumnya ditemukan pada tulang rawan yang sehat. Hasil dari studi awal telah menunjukkan hasil yang menakjubkan. Kolagen un-denatured tipe II dengan dosis 40 mg per hari menunjukkan pengurangan yang signifikan pada sakit dan pembengkakan karena artritis. Obat ini juga memberikan hasil yang baik bagi penyembuhan sakit otot dan kekakuan karena berolahraga. Sekelompok pasien yang menderita osteoartritis lutut diberi obat ini selama 90 hari. 33% dari mereka mengalami penurunan osteoartritis. Rasa sakitnya berkurang sebanyak 40%. Pasien yang menerima perawatan standar tanpa suplemen hanya mengalami pengurangan rasa sakit sebanyak 34,6%. Fungsi sendi meningkat sebanyak 20% dalam kelompok yang mengonsumsi suplemen, sementara hanya 6% peningkatan yang terlihat dalah kelompok pasien yang menerima perawatan standar.


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang