Apa cara paling efektif dalam melawan depresi?

Dilihat 1,81 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tulis. Tulislah. Tulis secara umum, tulis secara pribadi, tulislah apa yang kamu perlukan. Tulis tanpa saringan, tulis tanpa pertimbangan. Se klise seperti yang terdengar, hal itu membantu mengubah cara pikirmu. Jalan keluar kreatif itu sangat membantu. Setelah hal itu dilakukan, akan menjadi lebih mudah untuk kabur dari perasaan yang tidak kamu ingini.

Penelitian ilmiah mengenai keuntungan dalam menulis ekspresif itu sangatlah luas. Studi telah memperlihatkan kalau menulis tentang diri sendiri dan pengalaman pribadi bisa meningkatkan gangguan mood, membantu mengurangi gejala diantara pasien-pasien kanker, meningkatkan kesehatan seseorang setelah serangan jantung, mengurangi kunjungan ke dokter dan bahkan meningkatkan daya ingat. Sekarang peneliti mempelajari apakah kekuatan menulis — dan kemudian menulis ulang — cerita pribadimu bisa mengarah ke perubahan kebiasaan dan meningkatkan kebahagiaan. Konsep ini didasarkan dari ide kalau kita semua memiliki naratif pribadi yang membantu pandangan kita terhadap dunia dan diri kita sendiri. Tapi, terkadang suara hati kita tidak sepenuhnya selalu benar. Beberapa peneliti percaya kalau dengan menulis dan kemudian menyunting cerita kita sendiri, kita bisa mengubah persepsi kita terhadap diri kita sendiri dan mengenali hambatan yang berdiri dijalan kita menuju kesehatan ang lebih baik. Mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi peneliti menganjurkan kalau pengaruh ini bnar-benar nyata. Di salah satu studi awal mengenai penyuntingan cerita pribadi, peneliti mengumpulkan 40 mahasiswa tingkat pertama di Universitas yang berjuang secara akademis. Tidak hanya mereka khawatir tentang nilai, tapi mereka juga mempertanyakan apakah mereka itu seimbang kepintarannya dengan pelajar lain di sekolah mereka itu. Pelajar-pelajar tersebut dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. 

Pelajar di kelompok intervensi diberikan informasi yang memperlihatkan kalua itu merupakan hal umum bagi pelajar untuk berjuang di tahun pertama mereka. Mereka menonton video mahasiswa junior dan senior yang berbica tentang bagaimana nilai mereka sendiri yang meningkat sesuai dengan penyesuaian diri mereka di tempat kuliah. Tujuannya adalah untuk mempercepat pelajar ini untuk menyunting naratif mereka sendiri tentang kuliah. Daripada berpikir mereka tidak cocok untuk kuliah, mereka didorong untuk berpikir kalau meerka hanya membutuhkan waktu lebih untuk menyesuaikan diri. Hasil kelompok intervensi itu sangat menakjubkan. Dalam jangka waktu yang singkat, pelajar yang menjalankan intevensi perubahan cerita mendapatkan nilai yang lebih baik pada tes sampel. Tapi hasil jangka panjangnya itu paling menakjubkan. Pelajar-pelajar yang sudah diminta mengubah cerita pribadi mereka meningkatkan nilai poin rata-rata mereka dan tidak akan gagal tahun berikutnya daripada pelajar-pelajar lain yang tidak informasi apapun.

Di kelompok kontrol, yang tidak mendapatkan saran tentang nilai, 20 persen pelajar gagal dalam satu tahun. Tapi dalam kelompok intervensi, hanya 1 pelajar — atau hanya 5 persen — yang gagal. "Ketika kamu berhadapan dengan kenyataan dengan apa yang bermasalah bagimu, hal itu akan membuat kesempatan terbesar untuk berubah". Sesuatu yang penting seperti penyembuhan dirimu sendiri, akan terus berlanjut dan bersosialisasi. Kamu mungkin tidak sendirian seperti yang kamu pikirkan.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang