Apa cara terbaik untuk menjelaskan, dalam istilah orang awam, kenapa seseorang seharusnya tidak tertidur ketika mengalami gegar otak?

Dilihat 1,39 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak ada alasan untuk seseorang yang mengalami gegar otak murni untuk tetap terjaga. Bahkan, itu mungkin adalah hal buruk untuk diminta ke seseorang yang menjalani hari yang buruk. Tapi ingat, "gegar otak" mengacu kepada cedera otak tanpa adanya kerusakan anatomi utama, seperti yang biasanya dibuktikan oleh CT-san atau MRI.


Mungkin, pertanyaan ini mengacu pada kondisi yang berbeda. Seseorang mengalami cedera otak ringan. Mereka kelihatannya baik - baik saja - tidak ada gejala - gejala neurologis, mungkin hanya sakit kepala ringan. Saat itu tidak ada akses ke CT Scan atau MRI. Apakah mungkin penggumpalan darah dapat terjadi di dalam batok kepala, membesar, menyebabkan kondisi pasien y ang tadinya hanya sakit kepala ringan menjadi muntah, defisit neurologis progresif, koma dan meninggal?

Hal seperti itu bisa saja terjadi, meskipun sangat jarang terjadi pada seseorang yang mengalami cedera otak ringan yang secara neurologis normal tanpa menunjukkan adanya gejala - gejala selama beberapa jam. Tapi bagaimana cara memastikannya? Jika hasil dari CT Scan dan MRI normal, dan tidak ada faktor resiko tertentu (misalnya memiliki masalah dengan penggumpalan atau pengentalan darah), maka tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Tapi bagaimana kalau pemeriksaan pencitraan tidak dapat dilakukan? Maka kamu harus memastikan bahwa hal - hal berikut tidak terjadi:

  • Gejala - gejala dari meningkatnya tekanan di dalam batok kepala (sakit kepala, mual, muntah, penglihatan kabur yang progresif)
  • Gejala - gejala neurologis (rasa lemah, mati rasam gangguan dalam bahasa, perubahan dalam ukuran biji mata, rasa kantuk dan koma)

Tentunya untuk mengidentifikasi gejala - gejala di atas, orang tersebut harus berada dalam keadaan terjaga. Jadi kamu bisa mengatakan bahwa seseorang yang berada dalam kondisi tersebut harus tetap terjada selama, misalnya 24 jam untuk memastikan bahwa "skenario terburuk" tidak akan terjadi. Satu - satunya hal yang menjadi masalah adalah, semakin kamu membuat seseorang tetap terjaga, mereka akan semakin merasa ngantuk. Jadi, apakah rasa kantuk tersebut disebabkan karena mereka kurang tidur atau karena masalah neurologis? Untuk membantu memutuskan, kamu bisa melihat gejala - gejala lainnya juga.


Cara lainnya, kamu bisa mempertimbangkan hal ini. Misalnya, biarkan mereka tertidur, tapi bangunkan mereka selama beberapa menit setiap jam untuk memastikan bahwa mereka tidak mengalami gejala apapun, dapat berbicara, menggerakkan lengan dan kakinya dengan normal, menujukkan biji mata yang normal, lalu biarkan mereka kembali tidur.


Lalu bagaimana jika pasien sudah mengunjungi ruang gawat darurat, tapi tidak dilakukan pemeriksaan pencitraan? Hampir semua ruang gawat darurat memiliki rumus yang mereka gunakan (ada beberapa yang tersedia), berdasarkan resiko penelitian statistik, untuk memperkirakan pasien mana yang mengalami cedera kepala ringan yang boleh keluar tanpa pemeriksaan pencitraan. tapi harus dirawat di rumah.  Rumus tersebut dapat menurunkan resiko dari "cedera otak penting secara klinis" menjadi hampir tidak ada.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang