Apa cerita horor paling mengerikan yang terjadi di konter check-in pesawat?

Dilihat 1,34 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak yakin hal ini dianggap sebagai check in, tapi pasti ini adalah salah satu pengalaman buruk bagi saya. Sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu saya menggunakan US Airways dari SFO (San Fransisco) ke AMS (Amsterdam) untuk bekerja dan singgah di PHL (Philadelphia). Biasanya saya adalah jenis wisatawan yang senang untuk sampai ke bandara dan check in lebih awal dan bersantai sampai penerbangan siap. Karena alasan tertentu hari itu saya terlambat, tidak terlambat untuk penerbangan, tapi terlambat dari kebiasaan saya. Karena saya bepergian untuk pekerjaan, saya harus memeriksa tas yang agak berat dengan banyak bahan pelatihan dan barang-barang yang berkaitan dengan pekerjaan. Dan sebenarnya untuk proses check in semuanya berjalan lancar. Tapi saya kehilangan frequent flyer sebelumnya yaitu naik di San Fransisco untuk penerbangan ke Philadelphia, jadi saya naik terlambat (dari kebiasaan saya) dengan sisa kerumunan orang ekonomi. Anehnya penerbangan itu sangat kosong. Tidak mungkin lebih dari 40 orang di dalam pesawat, didalam sebuah pesawat jet yang besar dan lebar. Saya akan tinggal untuk penerbangan panjang dengan penerbangan lebih lama. Pesawat ini sepenuhnya ditumpangi, tapi itu beberapa saat kemudian setelah pesawat meninggalkan jetway. Akhirnya agen gerbang berbicara pada interkom dan meminta relawan untuk turun dari pesawat. Ternyata pesawat yang kami tumpangi sebagian besar kosong adalah kelebihan berat sejak pengendali lalu lintas udara telah mengeluarkan pembatasan berat pada pemberangkatan penerbangan karena kondisi angin kencang. Agen gerbang pesawat datang lebih dari dua kali meminta relawan untuk turun dari pesawat terbang dan mengambil penerbangan berikutnya yang tersedia. Tidak ada yang menawarkan diri untuk turun. Jadi agen gerbang akhirnya mengatakan mereka akan membawa semua penumpang untuk comp off. Sepertinya dua orang. Dan dia mengatakan mereka perlu 21 orang untuk turun dari pesawat karena Lembaga FAA memperhatikan setiap orang seberat 185 pon (terlepas dari beberapa banyak setiap orang ditimbang). Agen gerbang perempuan itu bertanya lagi kepada orang-orang untuk menjadi relawan untuk turun dari pesawat. Sekali lagi tidak ada yang menawarkan diri (ingat tidak bisa memiliki lebih dari 40 orang dari kita untuk memulai penerbangan). Akhirnya mereka memutuskan untuk menarik orang-orang bedasarkan peraturan penumpang. Orang terakhir yang menaiki pesawat adalah yang harus ditarik keluar, dan seterusnya sampai mereka mengeluarkan 21 orang dari pesawat. Mereka tidak memperhatikan status frequent flyer (Saat itu saya berstatus sebagai perdana menteri di Inggris, maskapai US Airway adalah partner saya), atau apakah orang tersebut sedang melakukan sebuah perjalanan dengan tujuan internasional (sekitar setengah orang yang mereka tarik keluar adalah yang menyambung di Philadelphia ke tujuan internasional, termasuk saya). Setelah mendapatkan 21 orang dari pesawat, termasuk saya sendiri, penerbangan terlambat sekitar 45 menit dengan semua barang-barang kami diperiksa di pesawat (21 orang dari kami yang ditunda penerbangannya tapi barang-barang kami diperiksa, pesawat pergi dengan barang-barang kami diperiksa di papan). Karena saya pergi untuk pekerjaan, saya memiliki batas waktu ketika saya perlu ke Amsterdam untuk pertemuan pelatihan saya, dan tentu saja dengan melakukan re-booking (dari Inggris melalui Chicago-kembali kemudian ke US Airway yang bermitra dengan Inggris), saya melewatkan pertemuam pertama. Dengan tambahan diatas bahwa tidak ada yang bisa memberitahu saya apa yang terjadi dengan barang-barang saya). Karena kejadian tersebut adalah setelah peristiwa 9/11, mereka tidak tahu jika barang-barang akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Amsterdam, atau jika barang-barang tersebut terdapat di Philadelphia, atau kembali dialihkan ke Chicago pada rencana perjalanan baru saya. Tidak ada orang yang saya ajak bicara bisa memberikan jawaban langsung, saya bertanya kepada US Airways bagian penanganan barang, Us Airways bagian pemesanan, Pemesanan Inggris, dll. Tidak ada yang tahu, jika aku menghabiskan seluruh penerbangan dengan re-booking mengkhawatikan tentang barang-barang saya dengan materi pelatihan. Saya cukup banyak mengatakan itu akan tergantung pada apakah ada lintas pemeriksaan penumpang bermanifesasi dengan memanifestasikan barang-barang di Philadelphia apakah barang-barang saya akan bisa ditarik di Philadelpia atau jika itu akan dimuat dalam penerbangan Philadelphia-Amsterdam, tapi saya tidak menemukannya. Ternyata saya beruntung, ketika saya baru mendarat pada penerbangan Amsterdam, saya berjalan ke layanan barang US Airways melawan arus kedatangan, dan mampu menemukan tas saya. Tidak ada yang memiliki lintan pemerikasaan menifestasi, dan barang-barang saya terbang pada penerbangan yang saya tidak naiki. Sejak peristiwa itu, saya melakukan pemeriksaan ganda dan memastikan saya naik pesawat seawal mungkin, menggunakan status frequent flyer saya.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang