Apa contoh masakan indonesia yang dipengaruhi dengan budaya luar?

Dilihat 1,1 rb • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Indonesia merupakan negara yang kaya akan jenis masakannya. Kekayaan jenis masakan ini tercermin dalam keanekaragaman negara Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau yang memiliki beragam kebudayaan hingga menciptakan masakan khas Indonesia dari berbagai daerah. Hampir seluruh masakan khas Indonesia kaya akan rempah-rempahnya dengan teknik pengolahannya disesuaikan dengan bahan dan tradisi-adat serta terdapat pula pengaruh dari budaya luar yang dibawa melalui perdagangan dari bangsa India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa. Walaupun begitu bukan berarti semua makanan Indonesia yang kita kenal selama ini merupakan hasil bawaan dari bangsa luar, seperti masakan Jawa yang berkembang dengan teknik asli dari nusantara.

Penjajahan serta para pedagang yang datang atau sekedar singgah memberi banyak pengaruh kepada kuliner Indonesia kita, entah itu dari teknik memasak atau bahkan dari makanannya itu sendiri. Contohnya seperti terdapat unsur budaya Timur Tengah dan India pada masakan Sumatra yang tercermin dari penggunaan bumbu kari pada hidangan daging serta sayurnya. Serta terdapat unsur budaya Cina dalam beberapa masakan seperti bakmi, bakso, dan lumpia yang sudah terserap dalam seni masakan khas daerah Indonesia.


     bakso dan mie


Dapat kita ketahui tidak semua makanan Indonesia yang kita ketahui selama ini adalah produk asli asal dari Indonesia. Tidak semua masakan khas daerah terbentuk dengan sendirinya. Nah, berikut beberapa masakan Indonesia yang ternyata bukan makanan asli Indonesia tapi merupakan hasil pengaruh dari budaya luar.


Masakan Indonesia yang Terpengaruh Oleh Budaya Luar

1. Roti dengan taburan


         galena makanan roti

Orang Indonesia sering makan roti dengan mentega/margarin dan menabur taburan. Makanan ini diperkenalkan oleh Belanda. Saat saya makan ini di Jerman, anak dari teman saya melihat saya dengan penuh kagum. Seperti yang kita ketahui, roti merupakan makanan kebudayaan asli dari bangsa Barat. Jauh sebelum itu, budaya makan roti tidak ada di Indonesia.


2. Nasi Kebuli


galena masakan indonesia nasi kebuli

Masakan Indonesia yang berasal dari Betawi ini merupakan masakan yang memiliki unsur budaya Timur Tengah (Yaman) dan India. Menurut sejarahnya, para ulama dari Timur Tengah sedang menyebarkan agama islam ke India. Agar para ulama tersebut bisa menikmati nasi yang merupakan makanan pokok India, mereka mencampurkan bumbu asal India dan Timur Tengah. Merasa ada yang kurang, akhirnya mereka pun menambahkan daging kambing sebagai lauk pelengkap. Terciptalah cikal bakal nasi kebuli. Tidak sampai disitu, para ulama tersebut melanjutkan misi penyebaran agamanya ke Indonesia. Karena nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia, para ulama tersebut mengajarkan cara meramu makanan dengan nasi yang mereka dapatkan di India. Hanya saja karena Indonesia lebih kaya akan rempah-rempahnya, jadi para ulama tersebut memasukkan campuran rempah-rempah kedalam resep mereka, sehingga lahirlah nasi kebuli khas Indonesa dengan perpaduan delapan belas jenis rempah-rempah.

Jenis nasi kebuli pun makin beragam dewasa ini, jadi tidak hanya menggunakan kambing sebagai lauk pelengkap, ada juga nasi kebuli ayam, nasi kebuli sapi, nasi kebuli udang, dan bahkan nasi kebuli bakar.

3. Lumpia


galena makanan lumpia

Lumpia yang kita kenal sebagai jajanan khas Semarang juga merupakan salah satu makan Indonesia yang merupakan pencampuran antara Tionghoa dan Jawa. Lumpia sendiri biasanya diisi dengan ayam, sayur-sayuran, telur, atau udang yang dicampur dengan rebung dan dilapisi dengan lembaran tipis tepung gandum. Konon, lumpia ini awalnya merupakan usaha seseorang asal Tionghoa yang bernama Tjoa Thay Joe memutuskan untuk membuka usaha jajanan yang berisi daging babi dan rebung. Lalu Tjoa Thay Joe bertemu dengan Mbak Wasih yang kemudian saling jatuh cinta dan pada akhirnya menjadi sepasang suami istri. Mereka pun menjalankan usaha bersama mulai melakukan beberapa modifikasi dengan lumpia yang awalnya dijual oleh Tjoa Thay Joe, mencampurkannya dengan makanan yang dijual Mbak Wasih serta mengganti isi dari kulit lumpia dengan udang atau ayam yang dicampur dengan rebung, hingga terciptalah Lumpia yang kita kenal sampai sekarang. 

4. Pempek

   pempek

Pempek yang kita ketahui adalah makanan khas Palembang, Sumatera Selatan merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang berakulturasi dengan kebudayaan kuliner yang dibawa oleh pedagang Cina sekitar abad ke-16 lalu. Nama pempek sendiri diyakini berasal dari sebutan "Apek" atau "pek-pek" sebutan untuk paman atau lelaki tua untuk keturunan Cina.

Cerita asal-muasal pempek ini berawal dari cerita rakyat sekitar tahun 1617, seorang apek berusia 65 tahun tinggal di daerah Perakitan, dekat dengan Sungai Musi. Beliau merasa prihatin karena melihat hasil tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi tapi belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, hanya sebatas digoreng dan dipindang saja. Lalu beliau mencoba mengolah daging ikan tersebut dengan cara lain, yaitu menggiling daging ikan dan mencampurnya dengan tepung tapioka. Makanan tersebut kemudian dijajakkan keliling kota dengan menggunakan sepeda. Karena penjualnya yang dipanggil dengan "pek, apek" kemudian makanan tersebut dikenal dengan empek-empek atau pempek. Ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa pempek merupakan makanan adaptasi makanan Cina seperti bakso, kekian ataupun ngohyang.


5. Semur


galena makanan indonesia semur


Semur merupakan makanan hidangan berkuah yang terbuat dari kecap manis, bawang bombay, bawang merah, pala, dan cengkeh dengan bahan utama daging sapi dan kentang. Selain dengan daging sapi, bahan utama dari hidangan ini juga bisa bervariasi seperti; tahu, tempe, ikan, telur, serta bahan pelengkap lainnya sesuai dengan daerahnya masing-masing. Meskipun semur merupakan masakan khas Indonesia, namun ternyata teknik memasak hidangan ini berasal dari Belanda. Nama semur sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu smoor yang berarti masakan yang direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan. Smoor juga bisa berarti braising atau teknik memasak dengan cara merebus masakan dalam waktu yang lama dengan api kecil hingga matang.
Asal muasal semur ini pun berawal dari kedatangan bangsa Belanda yang datang ke Indonesia karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan rempah-rempahnya yang menarik banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia, salah satunya juga bangsa Belanda. Para pedagang dan pendatang yang datang dari berbagai penjuru itu pun datang dengan membawa tradisi dan budaya yang kemudian membaur dengan keseharian masyarakat Indonesia saat itu. Hal ini kemudian menciptakan sebuah interaksi budaya dan mengembangkan tradisi budaya nusantara istimewa, salah satunya di bidang kuliner. Perkembangan tradisi di bidang kuliner ini menghasilkan sebuah hidangan semur yang lahir dari citarasa rempah-rempah Indonesia yang khas dan dipadukan dengan berbagai variasi tekhnik mengolah makanan. Interaksi kedua bangsa ini juga turut mengembangkan cita rasa semur yang kita kenal sampai sekarang ini, bahkan pernah dijadikan sebagai menu utama untuk perjamuan bangsa Belanda.

Pengaruh budaya luar terhadap masakan Indonesia memberikan wawasan baru terhadap bangsa Indonesia sehingga bangsa kita bisa menciptakan suatu masakan yang memiliki khas dan rasa asli Indonesia. Hal ini tidak bisa disamakan dengan masakan dari negara lain karena setiap negara memiliki cita rasa masakan yang berbeda-beda.




Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang