Apa dampak latihan aerobik jika anda mencoba untuk menaikkan berat badan?

Dilihat 353 • Ditanyakan 11 bulan lalu
1 Jawaban 1

Latihan Aerobik

Dalam latihan fisik, latihan aerobik adalah pelegkap dari latihan anaerobik. Aerobik secara harfiah berarti "dengan oksigen", dan mengacu pada penggunaan oksigen dalam proses penciptaan energi dari otot. Latihan aerobik terdiri dari berbagai jenis latihan, biasanya yang dilakukan di tingkat intensitas yang moderat untuk jangka waktu yang cukup lama, yang menjaga peningkatan denyut jantung.

Dalam latihan semacam itu, oksigen digunakan untuk "membakar" lemak dan glukosa untuk memproduksi adenosin trifosfat, pembawa energi dasar bagi seluruh sel. Di awal latihan aerobik, glikogen dipecah untuk menghasilkan glukosa, namun jika ia tak ada, metabolisme lemak yang dilaksanakan. Metabolisme tersebut adalah proses yang lambat, dan disertai dengan adanya penurunan performa. Peralihan lemak yang menjadi bahan bakar ini adalah penyebab mayoritas dari apa yang dialami para pelari maraton yang disebut "membentur tembok".

Ada berbagai jenis latihan aerobik. Secara umum, latihan aerobik dilakukan dalam tingkat intensitas yang moderat selama jangka waktu yang lama. Sebagai contoh, berlari jarak jauh dengan tempo moderat adalah latihan aerobik, tapi berlari sprint tidak termasuk. Bermain tenis tunggal, dengan gerakan yang hampir-berkelanjutan, secara umum dianggap aktifitas aerobik, sedangkan golf atau tenis ganda, dengan lebih banyak jeda, mungkin tidak termasuk.


Latihan Anaerobik

Latihan anaerobik terdiri dari aktifitas singkat, menonjolkan kekuatan, seperti berlari sprint atau bodybuilding, sedangkan latihan aerobik dipusatkan berkisar pada aktifitas ketahanan, semacam lari maraton atau bersepeda jarak jauh. Akan tetapi, semua tahap awal dari latihan merupakan anaerobik. Contoh dari latihan anaerobik antara lain angkat beban, sprint, dan melompat; olahraga apapun yang melibatkan gerakan singkat, intensitas tinggi, adalah suatu latihan anaerobik.  

Latihan anaerobik adalah sebuah latihan yang cukup intens untuk memicu pembentukan laktat. Ia digunakan oleh atlet-atlet dalam olahraga non-ketahanan untuk mengeluarkan kekuatan, kecepatan dan tenaga serta bagi para bodybuilder untuk membangun massa otot.


Ini makna dari semua hal tersebut: jika anda adalah seorang olahragawan angkat beban yang bebas narkoba dengan genetik rata-rata, atau mungkin lebih buruk, dan malas seperti saya, maka membentuk otot akan berujung seperti ini.... Jika Anda Tidak Mengangkat Beban Lebih Banyak Hari Ini Dibandingkan Tahun Lalu, Atau Bahkan Sebulan Yang Lalu....Maka Anda TIDAK Membangun Otot! Dan saya tak peduli seberapa sakit atau terpompanya diri anda. Anda bisa melakukan bench barbel diatas sebuah bola bosu dengan masing-masing beratnya 30lb di kedua tangan anda hingga wajah anda biru....tapi seseorang yang mengangkat beban 250lb akan selalu memiliki dada yang lebih besar daripada anda. Dan itu karena ia mengangkat beban yang lebih berat. Lebih kuat artinya lebih banyak otot.


Pikirkanlah, mengapa para pria yang bentuk tubuhnya bagus itu kuat sekali? Ini bukan suatu kebetulan. Mereka tahu bahwa lebih kuat itu berarti lebih banyak otot. Mereka tahu bahwa semakin kuat anda, semakin kekar badan anda. Baca lebih lanjut : http://stronglifts.com/how-to-build-muscle-mass-guide/


Secara pribadi, saya akan, disertai nutrisi yang bagus dan kebiasaan sehat yang relatif baik, memilih sebuah kombinasi dari kedua disiplin itu. Terutama, latihan beban yang disertai dengan Aerobik berat yang selain membantu fleksibilitas juga mengalirkan endorfin. Akan tetapi, massa otot lebih berat ketimbang lemak. Dan kecuali jika anda seorang bodybuilder yang kompetitif, supaya mendapatkan semua penampilan maskulin itu, jangan sekedar memompa besi untuk seluruh latihan anda, tapi aktiflah juga.

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang