Apa efek dari pneumonia terhadap sistem pernafasan?

Dilihat 417 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

                          

Radang paru-paru atau Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang sering ditemui pada paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen meradang dan paru-paru terisi cairan lendir bercampur kuman. Pneumonia dapat disebabkan infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit.  Peradangan ini terjadi pada bagian paru yang khusus berfungsi sebagai pertukaran udara sehingga penderita pneumonia mengalami gangguan pertukaran udara di paru. Ketika seseorang menderita pneumonia maka sekumpulan kantong-kantong kecil yang ada di ujung saluran pernapasan di dalam paru-paru akan bengkak dan dipenuhi dengan cairan. Pneumonia juga dapat disebabkan iritasi zat-zat kimia atau cedera fisik pada paru-paru, atau sebagai akibat penyakit lainnya, seperti kanker paru atau berlebihan minum alkohol.  Peradangan paru yang disebabkan oleh non-mikroorganisme (bahan kimia, radiasi, toksin, obat-obatan) disebut pneumonitis.

Artikel ini akan mencoba menjelaskan mengenai efek pneumonia terhadap sistem pernafasan, gejala serta penyebab pneumonia.  Nah.... untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan berikut.


Efek dari pneumonia terhadap sistem pernafasan

Paru-paru dipenuhi kantung-kantung udara kecil, disebut alveoli, yang bentuknya dapat anda bayangkan seperti balon-balon kecil dan melekat pada dinding alveolar yaitu pembuluh darah kapiler (pembuluh darah mikro kecil yang sangat tipis). Alveoli akan terisi udara saat anda menghirup udara, dan kemudian oksigen dalam udara berdifusi pada cairan di dalam dinding alveolar dan kemudian tepat melewati alveolar dan dinding kapiler lalu menuju ke darah.

Pneumonia adalah sebuah infeksi paru-paru yang mana jaringan paru-paru merespon peradangannya dengan menghasilkan penumpukan cairan,  yang memenuhi alveoli.  Sehingga alveoli tak dapat  lagi berpartisipasi menyalurkan oksigen ke darah. Alveoli tidak dapat terisi udara karena mereka sudah terisi penuh oleh cairan. Dalam hal ini, dapat dikatakan dikatakan bahwa alveoli dalam keadaan  "off-line" dan secara keseluruhan hal ini menyebabkan penurunan kemampuan paru-paru untuk memberikan oksigen pada darah.

Penerita pneumonia ringan yang pada dasarnya sehat.  tidak sepenuhnya mengalami gangguan pernafasan meskipun sebagian dari paru-paru tidak berfungsi dengan baik. Tingkat fungsional pernafasan mereka masih lebih dari cukup untuk menyuplai kebutuhan metabolisme tubuh saat beristirahat, dan untuk menjaga saturasi oksigen darah di atas sekitar 94%.

Cara utama pneumonia dalam mempengaruhi fungsi pernafasan adalah dalam kaitannya dengan gangguan oksigenasi, dimana  pneumonia menyebabkan alveoli penuh dengan cairan. Selain itu pneumonia juga mengganggu oksigenasi dengan membuat kerja pernafasan menjadi lebih sulit. Hal ini terkait dengan efek dari alveoli yang terisi cairan, yang mengakibatkan paru-paru memerlukan tekanan inspiratori lebih besar untuk memompa.  Hal ini membutuhkan lebih banyak energi otot pada otot-otot pernafasan (diafragma dan otot dada) untuk memompa paru-paru, Kebutuhan metabolisme yang meningkat akibat usaha berlebih ini dapat menjadi  suatu hal buruk bagi seseorang yang sedang sakit.

Seseorang  dalam kondisi yang  sangat sakit (hipermetabolik), membutuhkan begitu banyak energi untuk membangkitkan sistem kekebalan tubuh seperti : untuk mengatasi demam dan lain-lain. Menurunnya fungsi paru-paru mereka mengakibatkan mereka  perlu bernafas lebih cepat dan atau lebih dalam, dan seluruh sistem tubuhnya seketika itu membutuhkan oksigen lebih banyak dari biasanya untuk mempertahankan kondisi hipermetabolik ini. Otot-otot pernafasan juga bekerja lebih keras sehingga  membutuhkan lebih banyak oksigen. Tanpa penanganan yang tepat, ial  ini dapat menjadi sesuatu yang berbahaya  bagi penderita karena pasien akan kelelahan bahkan  tidak mampu bertahan.


Gejala Pneumonia

Gejala pneumonia bervariasi dan dapat timbul dalam bentuk yang ringan sampai berat, tergantung dari tingkat infeksi, usia, dan penyebab. Gejala klasik pneumonia yang disebabkan oleh bakteri tipikal/khas biasanya timbul mendadak dan berkembang dengan cepat.  Gejala pneumonia dapat muncul secara tiba-tiba atau secara perlahan-lahan dalam waktu beberapa hari. Gejala pneumonia hampir menyerupai dengan gejala infeksi saluran pernapasan ataupun seperti bronkitis akut. Adapun beberapa gejala yang muncul pada penderita pneumonia adalah sebagai berikut:

  • Sakit Kepala


Penderita pneumonia biasanya akan mengalami sakit kepala. Bahkan gejala ini merupakan gejala paling umum yang dialami oleh penderita pneumonia pada usia anak-anak hingga dewasa. Jika anda memiliki riwayat penyakit pneumonia dan mengalami gejala sakit kepala maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter. Sakit kepala sangat mungkin terjadi pada penderita pneumonia karena kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh relatif kurang sehingga suplai oksigen ke otak juga tidak optimal.

  • Mual dan Muntah                                                                                       Mual dan muntah merupakan gejala yang akan mengikuti rasa sakit kepala. Kondisi tersebut biasanya muncul sebagai akibat dari penurunan nafsu makan yang dialami oleh penderita pneumonia. Ketika nafsu makan menurun, maka lambung atau sistem pencernaan lainnya akan mengalami gangguan. Produksi asam lambung juga akan meningkat sehingga muncul rasa mual dan muntah.
  • Demam


Demam muncul sebagai akibat adanya infeksi pada paru-paru. Infeksi tersebut memicu produksi antibodi pada sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh akan melakukan penyerangan terhadap infeksi. Kondisi itulah yang akan menyebabkan tubuh demam dan juga menggigil. Demam pada pneumonia umumnya tinggi (≥ 38 derajat  celsious), disertai menggigil dan peningkatan denyut jantung. Demam dapat saja tidak ditemui pada penderita yang sudah akut atau berat. Demam sendiri sebenarnya termasuk gejala yang tidak spesifik pada pneumonia, karena demam merupakan reaksi infeksi umum yang dapat ditemui pada berbagai penyakit lain.


  • Batuk Kering atau Batuk Berdahak
Penderita pneumonia biasanya juga akan mengalami batuk kering atau batuk berdahak. Batuk berdahak merupakan gejala yang paling sering pada penderita pneumonia. Dahak penderita pneumonia dapat berupa dahak kental, menyerupai nanah, atau disertai bercak darah. Umumnya, dahak penderita akan lebih menyerupai nanah.

  • Nyeri pada Persendian


Seperti yang kita tahu, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Infeksi tersebut nyatanya tidak hanya berdampak buruk pada kinerja paru-paru. Infeksi juga akan menyerang area persendian sehingga nyeri sendi akan muncul sebagai akibat adanya infeksi pada tubuh penderita pneumonia.

  • Sesak Napas


Penderita pneumonia memiliki kondisi paru-paru dengan kantong-kantong kecil di dinding paru-paru yang terisi dengan cairan dan dalam keadaan membengkak. Kondisi semacam itu akan menghambat masuknya oksigen ke dalam paru-paru. Alhasil, penderita  biasanya akan mengalami sesak napas dan tersengal-sengal ketika bernapas. Kondisi semacam itu biasanya tidak akan membaik meskipun penderita sudah beristirahat. Penderita dapat mengalami sesak napas dan sakit pernapasan karena gangguan pertukaran udara pada paru yang mengalami radang. Napas cepat dan tarikan dinding dada ke dalam sebagai kompensasi gangguan pertukaran udara paru sering ditemui pada penderita. Jika radang mengenai lapisan pembungkus paru (pleura), maka dapat timbul nyeri dada/perut yang memburuk dengan tarikan napas (nyeri dada pleuritik).

  • Dada Terasa Sakit Ketika Menarik Napas Dalam atau Ketika Batuk

Akibat paru-paru yang terinfeksi oleh bakteri atau virus, dada penderita pneumonia biasanya akan terasa sakit ketika digunakan untuk menarik napas dalam atau ketika batuk (sakit pernapasan). Infeksi tersebut akan menyerang paru-paru dan menyebabkan rasa nyeri.

  • Detak Jantung Lebih Cepat


Seorang penderita pneumonia sudah tentu akan memiliki jumlah oksigen yang relatif sedikit di dalam tubuhnya. Kondisi tersebut membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk menyebarkan oksigen dalam jumlah yang terbatas ke seluruh tubuh. Akibatnya, jantung akan berdetak lebih cepat sebagai upayanya untuk menyebarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

  • Penurunan Suhu Tubuh

Demam merupakan gejala pneumonia yang paling sering dialami oleh anak-anak. Pada orang-orang yang berusia lanjut (biasanya di atas 65 tahun), penurunan suhu tubuh merupakan gejala yang sering menandakan penyakit pneumonia. Kondisi tersebut muncul sebagai akibat kurangnya kadar oksigen di dalam tubuh sehingga tubuh mengalami hipotermia.

  • Gejala tidak spesifik lain

Gejala tidak spesifik yang dapat menyertai pneumonia antara lain berkeringat, rasa tidak enak pada seluruh tubuh, nyeri tenggorokan, suara parau, diare, dan tidak napsu makan. Gejala pneumonia yang berat dapat berupa kulit kebiruan, kejang, muntah hebat, demam sangat tinggi, penurunan kesadaran, dan kegagalan organ. Pneumonia berat dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti gagal napas, gagal organ, gangguan perdarahan, dan penyebaran infeksi ke otak, jantung atau seluruh tubuh sampai kematian.


Penyebab Pneumonia

Secara klinis, pneumonia dibagi menjadi pneumonia komuniti (didapat di komunitas/di luar rumah sakit) dan pneumonia nosokomial (didapat di rumah sakit), dimana mikro-organisme penyebab kedua jenis pneumonia tersebut berbeda. Berdasarkan penyebab, pneumonia dibagi menjadi: pneumonia khas (disebabkan bakteri tertentu), pneumonia tidak khas (bukan disebabkan bakteri tertentu), pneumonia virus, pneumonia jamur, dan pneumonia parasit.

Secara umum, pneumonia seringkali disebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Namun pada beberapa kasus, pneumonia juga bisa disebabkan oleh infeksi virus. Pneumonia juga dapat berkembang melalui penularan dari bagian tubuh lain yakni kuman-kuman yang masuk melalui aliran darah. Namun, kebanyakan kasus menunjukkan bahwa pneumonia masuk ke dalam tubuh seseorang melalui aliran udara yang dihirup oleh penderita. Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan pneumonia adalah sebagai berikut:

  • Pneumonia yang disebabkan oleh Bakteri

Orang dewasa yang mengalami pneumonia biasanya akan disebabkan oleh sejenis bakteri yang menginfeksi paru-parunya. Penyebab paling umum pneumonia pada orang dewasa adalah bakteri yang disebut Streptococcus Pneumonia. Jenis bakteri lain yang dapat menyebabkan pneumonia meliputi, Haemophilus influenza, Staphylococcus aureus, dan Mikro-plasma pneumonia. Jenis bakteri pneumonia mikoplasma biasanya lebih sering menjangkiti anak-anak dan juga remaja.

  • Pneumonia yang Disebabkan oleh Virus

Pneumonia juga bisa disebabkan oleh infeksi virus. Adapun jenis virus yang paling umum sebagai penyebab pneumonia adalah virus sinsitial pernapasan (RSV) dan juga virus influenza tipe A atau tipe B. Infeksi virus tersebut juga bisa menjadi penyebab utama pneumonia pada anak-anak.

  • Pneumonia yang Muncul Akibat Menghirup Objek Asing (Pneumonia Aspirasi)

Pneumonia aspirasi merupakan jenis penyakit pneumonia yang muncul sebagai akibat karena menghirup objek asing, seperti potongan makanan atau zat berbahaya, seperti kacang, muntahan, atau berbagai substansi berbahaya seperti asap dan juga berbagai bahan kimia. Ini menyebabkan infeksi bakteri pada paru-paru dan menular.

  • Pnemonia yang berasal jamur. 

Untuk kasus pneumonia yang disebabkan jamur lebih relatif jarang ditemui, namun umumnya terjadi pada individu dengan sistem pertahanan tubuh yang lemah seperti penderita AIDS, pengguna obat-obat penekan sistem imun, dan penyakit berat lainnya.

Itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan pneumonia. Pneumonia bisa diderita oleh siapa saja dan pada semua umur. Namun, beberapa orang dengan kondisi tertentu akan lebih rentan terkena penyakit ini

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan pneumonia. Jika  anda mengalami beberapa atau bahkan keseluruhan gejala seperti yang telah dijelaskan di atas maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri secara medis. Dokter akan memberikan diagnosis serta penanganan yang tepat untuk mengatasi permasalahan kesehatan anda.

Baca pula : Apakah dengan terpapar dingin atau lembab menyebabkan pneumonia atau penyakit lainnya?

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang