Apa efek negatif ke kesehatan dalam diet tinggi protein?

Dilihat 945 • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Diet tinggi protein tidak semuanya positif. Diet berbasis protein bisa membantumu meresa kenyang lebih lama dan menstabilkan tingkat gula darah, tapi juga membawa resiko tertentu.


1) Diet tinggi protein meningkatkan resiko osteoporosis. 

Dokter percaya kalau alasan untuk ini adalah kalau diet tinggi protein membutuhkan tubuh untuk memproses kalsium lebih. Sedangkan banyak diet tinggi protein membiarkan konsumsi produk susu seperti keju, dan yogurt, tubuhmu masih mengekstrak kalsium dari tulang untuk mendapatkan jumlah lebih untuk memproses protein jumlah besar di dietmu.


2) Diet tinggi protein menyusahkan ginjal

Diketahui dengan baik bahwa pasien dengan gangguan ginjal menderita dari makan makanan tinggi protein. Sedangkat dieter dengan fungsi ginjal normal dan sehat sepertinya tidak menderita penyakit apapun dari makan makanan tinggi protein, diet seperti itu bisa melelahkan ginjalmu. Ginjalmu bertanggung jawab untuk menyaring beberapa senyawa, termasuk protein, dari darah. Jadi makanan tinggi protein bisa melelahkan ginjal; orang dengan disfungsi ginjal harus menghindari diet seperti ini.


3) Diet tinggi protein bisa berhubungan dengan kanker

Beberapa studi menunjukkan bahwa diet tinggi protein bisa berhubungan dengan pertumbuhan kanker. Orang yang makan makanan rendah protein menunjukkan tingkat Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1). Diet tinggi protein meningkatkan tingkat IGF-1, yang mana beberapa riset percaya akan berhubungan dengan bentuk kanker tertentu.


4) Diet tinggi protein bisa menyebabkan kerusakan ke organ internal

Tubuhmu butuh karbohidrat untuk membuat energi. Saat mengurangi karbohidrat ke tubuh, terpaksa membakar lemak tubuh dan protein untuk membuat energi. Saat tubuh merubah lemak dalam jumlah besar, keton bisa berakumulasi di tubuh. Saat ketone dalam jumlah berbahaya terkumpul di tubuh, dieter bisa jatuh koma diabetik, yang bisa mematikan tanpa perawatan segera.

Bahkan jika keton tidak terkumpul dalam jumlah berbahaya, kamu bisa menderita kerusakan organ dalam saat tubuh membakar protein di jaringan jantung, hati, dan ginjal untuk energi. Kerusakan ke organ bisa berujung ke kegagalan organ.


5) Diet tinggi protein menyebabkan defisiensi nutrisi

Mungkin satu dari resiko yang sering adalah defisiensi nutrisi. Buah dan sayutan penting untuk diet sehat, karena menyediakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Mengurangi semua tepung mengeliminasi serat diet dan meningkatkan resiko defisiensi vitamin E dan B, dan juga sindrom bowel dan, dalam jangka panjang, kanker kolon.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang