Apa efek samping dari mengkonsumsi suplemen untuk membangun bentuk tubuh?

Dilihat 392 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ini adalah sesuatu yang telah cukup lama saya renungkan. Saya khawatir bahwa kebanyakan istilah "pembentukan otot" muncul dari penelitian jangka pendek--dan ini membahayakan pemahaman serta aplikasi kita. Sebagai contoh penggunaan protein/BCAA/leucine (atau bahkan makanan) pada interval yang sering sepanjang hari; saat anda melihat di penelitiannya, suplemen-suplemen ini memang meningkatkan sintesa protein otot dalam beberapa jam berikutnya. Mungkin anda pun berpendapat, lalu, orang itu seharusnya memiliki lebih banyak otot dengan sering meminum suplemen tersebut.


Tapi sekarang mari melihat penelitian di bidang lain: penuaan dan panjang umur. Ternyata pembatasan kalori (makan sedikit) kira-kira satu-satunya cara yang konsisten yang diprediksi bisa digunakan untuk memanjangkan usia suatu organisme. Pada tahap kehidupan yang lebih tinggi (katakanlah, primata) satu fitur yang mengejutkan dari pembatasan kalori pada hewan adalah....genderang berbunyi..... peningkatan massa otot! Tentu saja, hal ini bukanlah data yang bisa diterjemahkan dengan sempurna, tapi karena ini bukanlah informasi yang disebarluaskan oleh para peneliti kepada para pembentuk otot, jalur penelitian ini tak pernah dieksplorasi dan kita semua tidak sadar betapa tidak lengkapnya ternyata informasi yang kita coba aplikasikan itu!


Jadi bagaimana bisa kita menilai kedua temuan yang tampak berkontradiksi ini? Setiap proses anabolisme (pertumbuhan) memicu inflamasi yang seiring dengannya (begitu juga terkurasnya nutrien dan energi)...mengakibatkan, terpicunya proses katabolisme. Saat anda hanya mencari efek tersebut selama 3 jam, mustahil untuk mendapatkannya. Lebih jauh lagi, meskipun anda mencarinya dalam seminggu, sebulan, setahun, dll, anda mungkin tak akan pernah menemukan populasi yang benar-benar acak karena setiap orang cenderung makan berbagai makanan setiap hari (memicu beberapa proses anabolik-katabolik); jadi hasil apapun, positif atau negatif, tak akan pernah memberikan perbandingan yang akurat.


Alasan yang mungkin mengapa hewan-hewan yang dibatasi ini menjadi lebih berotot adalah (setidaknya) 2-lipatan. Katabolisme yang kuat pasti dibutuhkan untuk proses anabolisme yang kuat; pemecahannya cenderung mentarget protein-protein disfungsi di dalam ototnya--membersihkan ruang untuk sintesa otot baru yang berfungsi. Lebih jauh lagi, asam amino yang diubah dari pemecahan ini merupakan asam amino yang digunakan untuk membangun kembali saat proses anabolisme berikutnya; ini benar-benar cukup menarik karena kita mengkonsumsi suplemen protein whey dengan alasan penyerapan mereka yang begitu cepat (dan kandungan leucine tinggi), namun asam amino yang sudah ada di dalam otot dari proses katabolisme ada disana juga sebelum shake apapun bisa mencapai ototnya!


Lebih jauh lagi, leucine (yang mendorong sintesa protein otot) harus ditukar dengan asam amino lainnya (glutamin) untuk masuk ke sel dan karenanya menyebabkan efek anabolisme....coba tebak apa yang terjadi saat proses katabolisme yang kuat? Peningkatan glutamin intramuskular! Inflamasi adalah akar dari pembuangan--entah itu otot (sarcopenia) atau tulang (osteoporosis). Selama proses katabolisme, terjadi proses anti-inflamasi yang keras; dan ingat, inflamasi itu terjadi salama proses anabolisme. Singkatnya, seseorang tak bisa berharap suplemen itu optimal karena mereka hampir selalu akan cenderung mencurangi proses ini...mencegah kekuatan dari kejadian yang esensial yang ada di dalamnya.

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang