Apa efek samping dari operasi hernia inguinal?

Dilihat 11,7 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hernia merupakan penyakit yang tidak asing terjadi pada masyarakat Indonesia, terutama kaum pria. Kebiasaan mengangkat beban yang berat, obesitas, kenaikan berat badan secara tiba-tiba, konstipasi adalah sekian banyak hal penyebab terjadinya hernia.

Umumnya penderita mengeluhkan adanya benjolan. Benjolan biasanya tidak dirasakan nyeri namun cukup mengganggu. Benjolan yang menonjol itu muncul karena adanya kelemahan anatomis pada otot dinding perut. Itu menimbulkan penonjolan di tempat yang lemah tersebut. Biasanya benjolan tidak terasa nyeri. Benjolan itu baru akan terlihat bila penderita berdiri, batuk, bersin, mengejan, menangis, atau mengangkat barang-barang yang berat. Benjolan akan hilang bila penderita berbaring.

Hernia adalah penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Otot kita biasanya cukup kuat untuk menahan organ-organ tubuh sehingga tetap di lokasinya masing-masing. Melemahnya otot tersebut hingga tidak dapat menahan organ di dekatnya akan mengakibatkan hernia.


                                   Tampilan penyakit Hernia


Hernia adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki. Berikut ini adalah jenis-jenis hernia juga umumnya terbagi berdasarkan letaknya, yaitu:

  • Hernia inguinalis adalah saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Contoh hernia inguinalis lateralis adalah hernia yang melalui anulus inguinalis internus atau lateralis menyelusuri kanalis inguinalis dan keluar rongga perut melalui anulus inguinalis externa atau medialisi

Berikut contoh gambarnya:                 

                     Hernia Inguinalis
  •  Hernia femoralis yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.
  • Hernia umbilikus yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicu hernia jenis ini adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen.
  • Hernia insisi yang terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen. Hernia ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut.
  • Hernia hiatus yang terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan) merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami hernia ini.
  • Hernia Spigelian yang terjadi saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.
  • Hernia diafragma yang terjadi saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti hernia umbilikus, hernia ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.
  • Hernia epigastrik yang terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.
  • Hernia otot yang terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.  

Hernia inguinalis dapat ditangani dengan melakukan prosedur operasi hernia. Ada dua cara operasi hernia yang bisa dilakukan, yaitu pembedahan terbuka dan operasi laparoskopi. Di Indonesia, prosedur yang paling umum dilakukan guna menyembuhkan hernia inguinalis adalah melalui pembedahan terbuka.

Pada dasarnya operasi hernia terbuka adalah operasi yang dilakukan dengan melakukan penyayatan di daerah selangkangan. Sedangkan pada operasi hernia laparoskopi, pada operasi ini, perut akan diisi dengan udara untuk mempermudah pengamatan organ-organ perut oleh dokter.  Semacam pipa kecil dan berlampu dimasukkan ke sebuah lubang kecil yang dibuat tepat di bawah pusar. Pipa inilah yang dinamakan laparoskop. Sebelumnya pasien telah diberikan bius total untuk membuat Anda tertidur dan menghindari rasa sakit.

Efek samping dari operasi ini antara lain:

  • Bagian tubuh pasca operasi hernia akan mengalami memar dan berubah warna, ini akan berlangsung selama beberapa minggu juga dapat menyebar ke skrotum. Jika memar dan anda mengalami sakit yang parah hingga anda tidak dapat buang air, segera hubungi dokter.
  • Anda akan mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan setelah operasi, dan anda mungkin akan membutuhkan obat penghilang rasa sakit pada minggu pertama atau dalam beberapa minggu pasca operasi.
  • Pembengkakan pada bagian luka, hal ini bersifat normal dan sering berlangsung selama beberapa bulan. Namun jika terjadi pembengkakan yang besar harap segera menghubungi dokter.
  • Mati rasa pada daerah sekitar luka, hal ini biasanya akan membaik selama beberapa minggu tetapi dapat menjadi permanen.
  • Bekas luka pasca operasi, bekas luka akan memudar dalam waktu yang cukup lama dan bekas luka akan menimbulkan garis tipis. Namun ada juga yang permanen menjadi lebar atau tebal.


Intinya, jika Anda terindikasi atau terdiagnosa penyakit hernia, tidak ada cara lain untuk mengatasinya selain operasi. Efek samping operasi hanya berlangsung beberapa saat, jika efek samping berkelanjutan sebaiknya segera hubungi dokter.




Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang