Apa film hantu India yang paling seram?

Dilihat 1,83 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Darna Mana Hai. Bukan hanya satu tapi ada enam kisah yang dirangkai dalam satu film. Ada juga yang ketujuh, yang mengisahkan tentang enam orang yang bersahabat yang terjebak di hutan lebat saat mobil yang mereka tumpangi mogok. Mereka menemukan sebuah bekas rumah yang tidak terawat dan membuat api unggun. Perlahan, obrolan mereka mengarah pada kisah-kisah menyeramkan yang pernah mereka dengar/alami.


Kisah pertama bercerita tentang pasangan suami istri muda [Sohail Khan, Antra Mali], yang terdampar di tengah hutan. Lalu sesuatu yang aneh terjadi. Kisah kedua tentang seorang fotografer [Saif Ali Khan], yang menginap di sebuah penginapan, dalam perjalanan pulang ke Mumbai. Sang pemilik sekaligus manajer sekaligus pengurus penginapannya [semua menjadi satu!] adalah orang yang aneh, yang membenci rokok. Kisah ketiga bercerita tentang seorang guru sekolah [Raghuvir Yadav], yang bertemu seorang siswi yang aneh, seorang gadis kecil yang selalu dihukum karena tak pernah mengerjakan PR-nya tepat waktu. Tiba-tiba pada satu hari, siswi itu mendadak pintar. Pasca interval, juga ada tiga kisah yang diceritakan. Kisah keempat tentang ibu rumah tangga kelas menengah pada umumnya [Shilpa Shetty] yang membeli apel 'misterius' dari penjual yang aneh [Rajpal Yadav]. Kisah kelima, yang sejauh ini paling menarik, adalah pembicaraan antara Vivek Oberoi dan Nana Patekar. Mereka berdiri di luar sebuah makam untuk menuju ke kota, ia mendapat tumpangan dari seorang anak muda yang penuh semangat Vivek Oberoi. Dan sesuatu yang jahat terjadi. Kisah penutupnya bercerita tentang mahasiswa yang rumit [Aftab Shivdasani], yang ingin melakukan bunuh diri karena ia merasa ditelantarkan oleh keluarga dan gadis yang ia sukai [Isha Koppikar]. Namun, suatu hari, ia 'diberkahi' dengan kekuatan yang tidak dimiliki manusia biasa. Selain kisah-kisah yang diceritakan oleh para sahabat ini, ada satu yang melibatkan mereka juga.


Keunikan dari DARNA MANA HAI adalah kualitas suaranya dan momen-momen menyeramkan yang dimasukkan dalam kisah-kisahnya. Durasi dari sebagian besar kisahnya juga pas, sehingga tidak membosankan sama sekali. Dalam sebuah film dengan genre seperti ini, tak ada tempat untuk lagu dan tarian dan syukurlah, para pembuat filmnya telah memastikan bahwa mereka tidak menyuguhkan lagu-lagu yang tidak diinginkan kepada para penontonnya.


Namun walaupun banyak faktor-faktor yang bernilai positif bagi mereka, ada satu aspek yang menutupi kesuksesannya, penulisan dalam filmnya kurang diminati. Kecuali kisah tentang Vivek Nana, kisah-kisah lainnya tak ada yang masuk akal. Faktanya, beberapa diantaranya seperti kisah Saif dan Aftab serta Shilpa Shetty itu diluar logika. Klimaksnya [mengingatkan anda pada film The Sixth Sense] adalah satu kekurangan lainnya, bagi para penonton yang tak puas dengan penutup seperti ini. Sutradara Prawaal Raman kelihatannya telah menguasai teknik-teknik pembuatan film apik dan mirip seperti gurunya RGV, Prawaal juga memanfaatkan suara. Tapi ia seharusnya lebih berkonsentrasi dalam membuat masing-masing kisahnya dapat dipercaya atau setidaknya dikenali oleh orang awam. Bagi para penyuka film ortodoks, sebuah film seperti ini akan terlalu susah untuk dicerna! Sinematografinya mencolok. Penggunaan kamera tangan pada beberapa cuplikan film memberikan kesan realistis. Seperti yang dikatakan di atas, desain suaranya patut diacungi jempol. Begitu juga dengan skor untuk latarnya.


Meski fokus filmnya berkisar tentang para sahabat [kebanyakan dari mereka adalah wajah-wajah baru!], namun semua tergantung para bintangnya untuk membuat film ini bersinar dengan performanya. Diantara para bintangnya, ada Vivek Oberoi, Nana Patekar, dan Shilpa Shetty yang memberikan pengaruh dalam film. Aftab lumayan, sedangkan performa Saif kurang sekali akibat karakterisasi yang kurang lengkap. Sanjay Kapoor, Sohail Khan dan Antra Mali biasa-biasa saja. Sama halnya untuk Isha Koppikar. Raghuvir Yadav dan Rajpal Yadav adalah pemain film musiman dan mereka menggunakan bahasa tubuh mereka dengan maksimal. Boman Irani mengesankan. Sushant lumayan. Diantara wajah-wajah baru, Gaurav adalah yang paling natural. Sameera Reddy menunjukkan kemajuan sejak debutnya [MAINE DIL TUJHKO DIYA], tapi tidak ada yang istimewa.


Secara keseluruhan, DARNA MANA HAI menyuguhkan film bagi para penonton yang suka berpikir ketimbang para penonton kebanyakan rata-rata, yang mungkin akan menganggap konsep filmnya sulit dicerna. Di box-office, promosi filmnya yang agresif bisa memastikan pengaruh yang bagus untuk tiga hari pertama, namun kekurangan-kekurangan yang ada tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebagus-bagusnya, ini adalah sebuah film dengan banyak elemen. Harganya yang masuk akal bisa membantu film ini tetap bertahan di beberapa daerah, khususnya di Mumbai dan daerah Selatan..

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang