Apa itu bipolar?

Dilihat 1,24 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya bukan seorang psikiater. Saya tidak memiliki izin untuk melakukan praktek medis. Saran medis dan pendapat yang saya berikan hanya didasarkan pada pengalaman saya. Saya hanya memberikan sudut pandang, pengetahuan dan pengalaman saja. 


Gangguan bipolar (atau depresi manik) merupakan penyakit mental dimana fluktuasi yang dramatis antara siklus yang tinggi dan rendah terjadi. Pergantian antara siklus tinggi dan rendah bervariasi. Sebagian orang mengalami hal yang ekstrim sementara sebagian yang lain merasakan hal yang "normal".


Keadaan bipolar dibagi menjadi : mania, hypomania, dan depresi.  Gangguan bipolar memiliki subkategori yang mendefinisikan variasi - variasi dari ketiganya yang biasanya merupakan kombinasi dari dua keadaan - mania atau hypomania dengan depresi. Seseorang tidak hanya akan mengalami satu dari keadaan tersebut. Kalau memang demikian tidak akan ada awalan "Bi".

Bipolar sendiri tidak memiliki serangkai pola dari fase tinggi dan rendah, variasinya dipecah menjadi tipe - tipe yang saya jabarkan di bawah. Tiper - tipe tersebut didefinisikan dengan variasi dari tingkat kejadian peristiwa - peristiwa yang dapat terjadi selama berhari - hari, berminggu - minggu, berbulan - bulan, atau bertahun - tahun.

Misalnya, sebagian dari bipolar dapat melalui fase tinggi selama seminggu dan fase rendah pada minggu berikutnya. Atau fase tinggi selama beberapa hari lalu beralih menjadi rendah. Fase tinggi dan rendah tersebut juga dapat kusut. Sebagian orang mengalami depresi mayor selama bertahun - tahun, lalu tiba - tiba mengalami hypomania.


Ada pasien - pasien yang berada pada kondisi tersebut yang berpikir bahwa bipolar yang mereka derita sudah selesai atau "sembuh". Bipola tidak hilang. Bipola merupakan penyakit mental permanen yang harus dirawat seumur hidup

Gejala - gejala dari fase mania:

  • Kebutuhan tidur yang menurun
  • Kegembiraan yang berlebihan
  • Konsentrasi yang buruk
  • Berbicara dengan sangat cepat, kadang sulit untuk dimengerti
  • Tidak dapat membuat keputusan dengan baik

Gejala - gejala dari fase depresi:

  • Tidak ada tenaga
  • Tidur terlalu lama
  • Kelelahan yang ekstrim
  • Melankolis
  • Putus asa
  • Pikiran untuk bunuh diri/berusaha melakukan bunuh diri
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • Perubahan nafsu makan : nafsu makan menurun atau sangat berlebihan
  • Tidak dapat menikmati hal - hal yang biasanya mereka sukai.
Jenis - jenis gangguan bipolar:


  • Bipolar I. Bipolar I merupakan bentuk gangguan yang paling parah yang ditandai dengan peristiwa manik yang ekstrim. Kondisi ini ditandai dengan setidaknya satu atau lebih peristiwa manik dan satu peristiwa depresi. Bipolar I sesuai dengan konsep klasik dari depresi manik, yaitu fase tinggi dan rendah yang ekstrim. Kegilaan dapat terjadi selama seseorang berada pada kondisi tertentu.
  • Bipolar II. Bipolar II serupa dengan Bipola I. Bedanya, fase tinggi pada Bipola II tidak terlalu parah: hypomania. Karena fase tinggi tidak terlalu dramatis, keadaan ini mungkin sulit untuk dikenali. Pasien Bipolar II seringkali saya didiagnosa sebagai gangguan depresi atau depresi mayor. Lalu berhenti melakukan pengobatan ketika mereka dalam fase hypomanic karena yakin mereka sudah pulih.
  • Cyclothymia . Kondisi yang stabil dengan fluktuasi yang hampir tinggi dan hampir rendah. Biasanya ada pergantian antara fase hypomanic dan depresi ringan. Fase ini akan berlangsung selama setidaknya dua tahun.
  • Bipolar tidak spesifik. Bipolar yang tidak menunjukkan pola tertentu.
  • Komorbiditas. Bukan hal yang tidak umum bahwa seseorang bisa mendapatkan lebih dari satu diagnosa secara bersamaan. Hal ini disebut dengan komorbiditas atau "diagnosa ganda".

Ketergantungan merupakan hal yang sering terjadi pada gangguan bipolar. Dalam banyak kasus, pasien - pasien yang berusaha untuk mengobati kondisi mereka sendiri tidak menyadari gangguan yang mereka derita dan seringkali menggunakan obat - obatan untuk mengatasi keadaan mereka. Jika dilihat dari statistiknya, penyalahgunaan obat depresi pada Bipolar I sekitar 60% dan pada Bipolar II sekitar 45%.


Orang - orang yang menderita gangguan bipola juga memiliki resiko terkena gangguan kecemasan. Gangguan ini lebih sering terjadi pada anak - anak yang menderita gangguan bipolar.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang