Apa itu cinta?

Dilihat 2,05 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Apa itu tidak cinta ?    Saya pikir untuk memahami apa itu "cinta" mengharuskan kita terlebih dahulu mengerti apa yang dimaksud    

 " tidak cinta" ?  Jadi saya akan mencoba menjawabnya :

Perhimpunan kosa kata untuk cinta dan konsep (pengertian)  tambahannya sangatlah  terbatas. Ketika dua remaja bertemu setelah jam malam di kegelapan, di daerah yang sepi, dan saling berpelukan erat, kita menyebutnya itu adalah "Cinta". 

Ketika pasangan yang telah menikah lama, pada perayaan pernikahan mereka yang  ke 47 tahun, berjalan di sepanjang pinggiran sungai dan tersenyum satu sama lain, sambil bergandengan tangan dengan mesranya, kita juga menyebutnya itu adalah "Cinta" .


Kita dapat menambahkan beberapa kata sifat sebelum "cinta"  seperti "cinta muda-mudi", "cinta dewasa" atau kata-kata lain yang dapat memperpanjang , membatasi , melukiskan, atau menggambarkan ruang lingkup cinta romantis, tetapi kita jarang memperhatikan hal-hal yang menyamar sebagai "cinta"  seperti tergila-gila atau kesepian.

Meskipun setiap orang mempunyai sebuah pemikiran di kepalanya masing-masing mengenai arti cinta, yang mana hanya mewakilkan sebagian dari arti keseluruhan, tidak ada seorangpun yang benar-benar tahu sepenuhnya mengenai hal itu.  


  • Tergila-gila

Saya pikir karena pemahaman  yang tidak jelas mengenai cinta ini yang membuat mengapa kita sering menjadi kebingungan dan tergila-gila (terobsesi)  yaitu adanya daya tarik emosi yang kuat (hasrat yang besar) atau apa yang psikolog Dorothy Tennov  sebut sebagai  ‘limerence’,  Lebih jauh 'limerence' merupakan proses kognitif dan emosional dari orang yang secara emosional tergila-gila pada orang lain, terutama bila pelakunya sangat ingin cintanya dibalas. 


"Apakah aku  benar untuk mendeteksi jejak godaan dari akhir kalimatnya dan senyumnya. atau ini hanya sebuah keinginan ku sendiri untuk diproyeksikan ke wajah yang tidak bersalah?" Ketika anda bertemu dengan seseorang dan ada perasaan romantis yang timbul, anda mulai membuka ruang rahasia hati anda dan membiarkan dia masuk kedalam ruang yang rentan tersebut dari keberadaan anda.  Tiba-tiba , jarak antara keduanya tidak berarti lagi, udara sangat pekat dengan perlawanan, seolah-olah bercampur dengan bahan kimia, yang meninggalkan jejak di udara sehingga tangan anda lebih dekat dengannya. Pikiran anda menjadi berlebihan menyadari jarak antara anda berdua dan mencoba menghitungnya seberapa jauh dia dari anda . Karena anda tidak tahu apa yang dia pikirkan tentang anda --dan setiap gerakan dan kadang-kadang tidak ada gerakan -- menjadi dijiwai dengan makna yang menjengkelkan

"Apakah aku benar untuk mendeteksi jejak godaan dari akhir kalimatnya dan senyumnya. atau ini hanya sebuah keinginan ku sendiri untuk diproyeksikan ke wajah yang tidak bersalah?" (Alain de Botton dalam Essays in Love)


Tarian asmara yang aneh ini dan perasaan tergila-gila mengingatkan saya pada satu pepatah : "cintailah dia walaupun ..." bukan "cintailah dia karena..."  Saya akan mengambil kesempatan ini untuk menambahkan batasannya : "jangan jatuh cinta kepada seseorang karena anda tergila-gila dan terobsesinya padanya, tetapi cintailah dia walaupun....... "


  • Kesepian

"Pasangan baru mengambil intensitas dari tergila-gilanya mereka satu sama lain untuk membuktikan kehebatan cinta mereka bahkan ketika hanya untuk membuktikan tingkat (kadar) dari kesepian mereka terdahulu"    Erich Fromm dalam The Art Loving) . Kalimat tersebut menggambarkan arti dari  kesepian. 


Hal ini lebih sering terjadi dari yang pernah dibayangkan. Setelah semuanya tidak ada di zaman dahulu , dalam sejarah telah terlihat seorang individu lebih sadar akan gulungan (cobaan) dari puncak kehidupan dibandingkan kehidupan kita pada masa sekarang  di mana Facebook, Instagram dan Whatsapp "bersatu" menunjukkan kepada kita bagaimana kesepian kita dibandingkan dengan orang lain. 

Mengingat bahwa banyak orang --baik pemuda maupun orang dewasa-- mengalami kesulitan untuk memahami rasa kesepian dan berada dalam kesepian yang berbeda.  Sehingga tidak mengherankan banyak individu mencintai untuk mengisi kekosongan. 


Sama seperti kasus "tergila-gila" , mari kita belajar untuk menghormati dan menghargai diri kita lebih baik,  dengan jatuh cinta hanya ketika salah satu siap dan tidak ketika seseorang kesepian.



Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang