Apa itu fibromyalgia?

Dilihat 1,56 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Fibromyalgia merupakan gangguan medis jangka panjang (bersifat kronis) yang menyebabkan  penderitanya mengalami rasa sakit dan nyeri di seluruh tubuh, sehingga menggangu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri  berasal dari otot dan jaringan fibrosa seperti tendon dan ligamen.   Kondisi yang bersifat kronis ini juga terkadang disebut dengan istilah sindrom fibromyalgia. Penderita penyakit fibromyalgia umumnya berusia di antara 30-50 tahun. Selain itu, wanita  berpotensi lebih tinggi untuk terserang fibromyalgia dibandingkan dengan pria. Gangguan ini tidak mempengaruhi sendi, sehingga tidak menyebabkan arthritis.  Kondisi ini dapat menyerang berbagai bagian dari tubuh serta dapat berlangsung hingga beberapa tahun.  Fibromyalgia ditandai oleh nyeri dan kekakuan.  Kebanyakan pasien fibromyalgia memiliki minimal 11 titik atau area pada tubuhnya yang sangat lembut dan dapat menimbulkan nyeri ketika disentuh.

 
   

Mari kita mengenal lebih jauh tentang Fibromyalgia, apa penyebabnya, gejala serta bagaimana cara pengobatan penyakit tersebut. Penasaran? Simak terus artikel di bawah ini.


Penyebab Fibromyalgia

Para dokter  belum dapat memastikan penyebab pasti kelainan ini, namun ada beberapa teori yang mengatakan bahwa penyebab penyakit fobromyalgia adalah bahwa mereka yang terlalu peka terhadap sinyal rasa sakit di otak. Ini disebut sensitisasi sentral. Hal ini kemungkinan terjadi karena berbagai perubahan kecil dalam kimia otak. Apa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kimia ini tidak diketahui. Beberapa ilmuwan percaya bahwa perubahan zat kimia dalam otak bertanggung jawab atas munculnya fibromyalgia. Perubahan ini memengaruhi sistem saraf pusat yang memproses sinyal rasa sakit dalam tubuh dan memperkuat rasa sakit tersebut. Stimulasi saraf berulang diduga menyebabkan fibromyalgia. Kenaikan kadar zat kimia tertentu dalam otak dapat memicu saraf pemancar rasa sakit. Selain itu, reseptor rasa sakit dalam otak menjadi lebih sensitif dan mengembangkan memori rasa sakit. Akibatnya, saraf memberikan reaksi berlebihan terhadap sinyal rasa sakit.

Beberapa ilmuan lain mengatakan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anda mungkin lebih berisiko terkena fibromyalgia adalah :

  • Faktor keturunan. Risiko seseorang untuk mengalami fibromyalgia dapat meningkat jika ada anggota keluarganya mengidap kondisi yang sama.
  • Trauma fisik atau emosional, misalnya mengalami cedera, menjalani operasi, mengidap infeksi virus, atau mengidap PTSD (post-traumatic stress disorder) akibat kejadian traumatis.
  • Senyawa kimia dalam otak yang tidak seimbang, seperti serotonin atau dopamin. Kadar abnormal pada senyawa-senyawa dalam sistem saraf pusat. Perubahan ini dapat menyebabkan reaksi sistem saraf pusat yang lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal rasa sakit.
  • Penyakit yang berhubungan dengan sendi, otot, dan tulang, misalnya, lupus, rheumatoid arthritis, atau osteoarthritis.

Peyebab lainya dapat berupa :

  • Merasa tertekan
  • Cedera atau luka pada tulang belakang dan otak
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Stres emosional
  • Perubahan cuaca
  • Kegiatan fisik yang kurang atau berlebihan
  • Kesusahan atau kelainan tidur

Gejala Fibromyalgia

Gejala  fibromyalgia dapat muncul pasca operasi, trauma fisik, infeksi, atau stres psikologis yang berat. Namun dalam beberapa kasus, gejala dapat terjadi secara bertahap, dan perlahan-lahan menjadi lebih buruk tanpa adaya pemicu.

Gejala utama pada penyakit ini adalah rasa sakit yang menyebar ke seluruh tubuh, misalnya sensasi terbakar atau seperti ditusuk-tusuk. Gejala ini akan berlangsung secara terus-menerus dengan tingkat keparahan yang mungkin berubah-ubah. Menyebarnya rasa sakit yang ditandai dengan rasa nyeri konstan yang bertahan minimal 3 bulan. Nyeri ini menyerang kedua sisi tubuh termasuk di daerah atas dan bawah pinggang.

Terkadang rasa sakit tersebut juga bisa disertai dengan gejala-gejala lain yang meliputi:

  • Kelelahan

Penderita fibromyalgia sering terbangun dari tidurnya akibat nyeri yang dirasakan, yang mengakibatkan kualitas dan jam tidur berkurang untuk jangka waktu yang lama sehingga akan memicu kelelahan

  • Gangguan kognitif. 

Gejala yang biasa disebut sebagai “fibro fog” ini dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus dan berkonsentrasi secara mental.

  • Otot-otot yang kaku.
  • Sakit kepala
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Kram perut
  • Sindrom iritasi usus

Keparahan gejala fibromyalgia umumnya berbeda-beda pada setiap pasien. Perbedaan ini dapat dipicu oleh tingkat stres yang dialami oleh pengidap, banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh pengidap, serta perubahan cuaca.

Pengobatan Fibromyalgia

Meskipun saat ini belum ada obat khusus fibromyalgia, berbagai obat dapat membantu mengendalikan gejala. Pengobatan biasanya hanya untuk menghilangkan atau meredakan gejala dan meningkatkan kesehatan.  Fibromyalgia termasuk peyakit  kronis yang tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatannya adalah untuk meringankan gejala agar tidak menghambat kehidupan pengidapnya. Penanganan  fibromyalgia dapat berbeda untuk setiap penderita. Rancangan pengobatan yang umum adalah sebagai berikut :

  • Obat anti-depresan


Obat-obatan seperti Lyrica, Savella dan Cymbalta telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai obat untuk mengatasi fibromyalgia dan depresi. Obat-obat ini dapat meningkatkan kadar serotonin, yang kemudian akan mengurangi nyeri dan meningkatkan suasana hati orang tersebut. Dokter dapat menyarankan lebih dari satu tipe antidepresan tergantung dari tanggapan pasien terhadap obat yang diberikan.

  • Obat penghilang nyeri

Obat-obatan pereda nyeri seperti parasetamol (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau naproxen sodium (Aleve) mungkin dapat dianjurkan dokter. Dokter juga dapat memberikan resep pereda nyeri seperti tramadol (Ultram, Conzip). Narkotika tidak disarankan, karena obat-obatan tersebut dapat menyebabkan ketergantungan dan bahkan dapat memperburuk rasa sakit dari waktu ke waktu.

  • Obat anti-kejang

Obat yang dirancang untuk mengobati epilepsi biasanya membantu mengurangi beberapa jenis rasa sakit, seperti Gabapentin (Neurontin, Gralise). Sementara itu, pregabalin (Lyrica) merupakan obat pertama yang disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati  penyakit fibromyalgia.

  • Penanganan titik nyeri

Dokter dapat memberi suntikan atau krim yang dilumuri dengan lidocaine atau laser dosis rendah untuk mengurangi nyeri pada titik-titik yang nyeri.

  • Terapi fisik 

untuk meringankan rasa sakit, terapi fisik seperti  teknik relaksasi, olahraga ringan atau berenang dalam air hangat dapat dilakukan oleh pederita fibromyalgia.

  • Terapi alternative


Pengobatan tradisional dapat digabungkan dengan terapi alternatif seperti : memijat, tusuk jarum (Akupuntur), pijat tulang (Chiropractic). Tusuk jarum dan pijat tulang mungkin dapat memberikan manfaat dalam meringankan nyeri akibat fibromyalgia karena keduanya berhubungan dengan titik tekan tubuh. Pijat tulang juga dapat digunakan untuk memperbaiki saraf yang terjepit.

  • Terapi psikologis


Berdiskusi dengan konselor dapat memperkuat keyakinan diri sendiri dan dapat mengurangi stres. Konselor dapat membantu penderita  fibromyalgia

untuk menemukan strategi agar dapat menangani stres yang dipicu atau memicu kondisi ini.

  • Pola makan penyisihan (Diet eliminasi)


Pertahankan gaya hidup sehat. Makan makanan yang sehat. Batasi asupan kafein, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Beberapa pasien mengeluhkan nyeri yang datang setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu. Dokter akan menyarankan pola makan penyisishan untuk menentukan apa saja makanan yang mampu menimbulkan nyeri tersebut. Pasien diberi pilihan untuk menghindari makanan tersebut sama sekali atau mencoba mengonsumsi dalam jumlah kecil yang kemudian ditingkatkan jumlahnya sampai batas yang diinginkan.

  • Olahraga


Berolahraga merupakan salah satu aspek penting dalam terapi karena dipercaya dapat meningkatkan kondisi otot, meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, serta mengurangi ketidakseimbangan hormon. Berolahraga secara teratur terbukti memberikan manfaat bagi penderita  penyakit fibromyalgia. Pada awalnya, olahraga mugkin akan meningkatkan rasa sakit, namun seiring berjalannya waktu, olahraga yang dilakukan secara teratur dapat mengurangi gejala. Salah satu olahraga terbaik yang dapat dilakukan adalah aerobik ringan. Setelah menjalani latihan ringan, secara bertahap penderita dapat beralih ke latihan berjalan, jogging dan tenis, maupun latihan berenang atau olahraga air, dan bersepeda stasioner. Ahli terapi fisik dapat membantu pederita  fibromyalgia dalam mengembangkan program latihan di rumah. Peregangan, perbaikan postur tubuh, dan latihan relaksasi juga membantu meringankan gejala fibromyalgia.

  • Tidur yang cukup


Kurang tidur dapat membuat rasa sakit kian memburuk, sehingga menyebabkan kelelahan dan depresi. Agar anda lebih mudah tertidur malam hari, sebaiknya batasi tidur siang anda. Terapkan kebiasaan tidur yang baik, seperti tidur dan bangun pada waktu yang sama, untuk melatih tubuh anda membentuk jadwal tidur.

  • Kurangi stress                                                                                             Luangkan waktu untuk bersantai sepanjang hari aka tetapi cobalah untuk tidak mengubah rutinitas harian anda. Anda harus mengatur rencana relaksasi dan mengurangi stres emosional. Cobalah teknik manajemen stres, seperti latihan pernafasan atau meditasi. Coba untuk tetap santai, buat jadwal harian dan atur tenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai  fibromyalgia yang dapat anda jadikan sebagai bahan referensi. Anda dapat membagikan artikel ini kepada siapa pun yang anda kenal dan anda sayangi, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sebagai tambahan referensi anda dapat mengklik tautan berikut : Apakah ada vitamin yang membantu fibromyalgia?

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang