Apa itu gangguan kecemasan dan apa saja gejalanya?

Dilihat 339 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Kecemasan adalah suatu perasaan ketidaknyamanan yang samar-samar, perasaan takut dan khawatir tentang apa yang mungkin terjadi. Ini adalah reaksi emosi yang sangat umum pada situasi-situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Kecemasan menjadi gejala sebuah gangguan saat durasi dan intensitasnya meningkat hingga tingkatan yang berbahaya secara signifikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Tak ada satupun gangguan yang dinamakan gangguan kecemasan. Menurut DSM V (Diagnostic Statistic Manual, manual diagnostik tingkat dunia yang paling banyak menjadi acuan, oleh American Psychiatric Association), istilah itu digunakan untuk menerangkan semua gangguan dimana gejala pelemahan yang utama adalah kecemasan. DSM V membuat suatu daftar gangguan kecemasan seperti berikut:

Separation Anxiety Disorder

Selective Mutism Spesific Phobia

Social Anxiety Disorder (Social Phobia)

Panic Disorder

Panic Attack (Specifier)

Agoraphobia

Generalized Anxiety Disorder

Substance/Medication-Induced Anxiety Disorder

Anxiety Disorder akibat Kondisi Medis lainnya

Anxiety Disorder Terspesifikasi Lain

Anxiety Disorder Tidak Terspesifikasi


Menurut ICD 10 (International Classification of Diseases oleh WHO) gangguan kecemasan adalah sejenis:

Agoraphobia - tanpa/dengan gangguan panik

Fobia Sosial

Fobia Spesifik (terisolir)

Gangguan kecemasan fobia lain

Gangguan kecemasan fobia

Gangguan kecemasan lainnya yang tidak terspesifikasi


Gangguan Panik [kecemasan paroksismal episodik] - Moderat .01

    Gangguan kecemasan generalisasi parah
    Gangguan kecemasan dan depresif campuran
    Gangguan kecemasan campuran lainnya
    Gangguan kecemasan lain yang spesifik
    Gangguan kecemasan tidak spesifik
    Setiap gangguan yang tertulis diatas memiliki gejala spesifik sendiri.


Yang berikut ini bisa diidentifikasi sebagai ciri-ciri umum yang ada pada banyak gangguan kecemasan:

  1. Rasa cemas/takut: ciri yang paling penting adalah rasa khawatir yang berlebihan, tegang dan merasa akan ada azab yang akan datang. Pada gangguan kecemasan tergeneralisasi, penyebabnya tidak teridentifikasi atau samar-samar. Pada gangguan spesifik atau fobia, rasa takutnya muncul dari stimulus atau situasi spesifik - seperti burung, ruang terbuka, api, dll
  2. Reaksi ketakutan/panik saat menghadapi kondisi menakutkan: Saat seseorang dengan gangguan kecemasan sedang dalam suatu kecemasan - menyebabkan situasi, ia merespon dengan sejumlah reaksi fisiologis dan psikologis - aktifasi sistem syaraf otonomik, ketakutan, melompat-lompat dan semacamnya. Pada kasus ekstrim, ini bisa mengakibatkan serangan panik - dimana orang itu akan memiliki perasaan berlebihan tentang datangnya musibah, membuat rasa takutnya meningkat, dipenuhi pikiran penghakiman atau bahkan hilang kesadaran.
  3. Kecenderungan untuk menghindari situasi/stimulus menakutkan: gangguan kecemasan seperti fobia dicirikan sebagai suatu kebutuhan yang besar sekali untuk menghindari situasi yang menakutkan - bahkan dengan harga pembatasan kehidupan normal yang parah.
  4. Pencerahan: kecuali untuk beberapa kasus parah, gangguan kecemasan biasanya dicirikan dengan suatu perasan tercerahkan - semisal, klien itu sendiri melihat bahwa kecemasan/rasa takut itu tidak logis dan tidak sehat. Meski ini tidak berimplikasi bahwa gejalanya bisa dikontrol atau berharap muncul, itu membuat gangguan kecemasan lebih dapat diperbaiki dengan psikoterapi. Terapi perilaku-kognitif adalah satu jalur terapi yang khususnya sukses dalam perawatan gangguan kecemasan.

Semoga ini membantu untuk awalan.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang