Apa yang dimaksud dengan bayi tabung?

Dilihat 8,33 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tentunya kita semua setuju jika dikatakan bahwa salah satu tujuan utama pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan. Jika keturunan yang diharapkan tidak kunjung datang, maka berbagai upaya akan dilakukan demi memperoleh buah hati tercinta. 


Namun Anda tidak perlu risau, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran, maka semakin banyak pilihan yang dapat dokter tawarkan untuk membantu Anda mewujudkan mimpi memiliki keturunan. Salah satunya adalah melalui program Bayi Tabung. Ya, bayi tabung!


Tentu Anda sudah tidak asing lagi mendengar istilah bayi tabung bukan? 


Namun, masih banyak yang kurang memahami definisi sebenarmya dari bayi tabung. Apakah bayi tabung? Apakah bayi yang dibesarkan di dalam tabung? Tentu saja tidak ;). 


Nah, bagi Anda yang ingin memperkaya wawasan dan mendapatkan informasi tambahan mengenai bayi tabung, wajib membaca artikel ini sampai habis ya. Yuk, kita simak…




Apa itu Bayi Tabung?



Sebelum dilakukan pembahasan lebih lanjut, kita harus memahami terlebih dahulu pengertian bayi tabung. Bayi Tabung atau yang dikenal dengan istilah In Vitro Fertilisation (IVF) dapat diartikan sebagai suatu teknik pembuahan yang dilakukan di luar tubuh wanita, tepatnya pada sebuah tabung yang dikondisikan sedemikian rupa agar tabung/media yang digunakan semirip mungkin dengan rahim wanita. 


Jadi, IVF adalah suatu metode yang digunakan oleh dokter untuk mempertemukan sel telur dan sel sperma agar terjadi pembuahan.

Program bayi tabung (IVF) akan disarankan oleh dokter jika metode lain, seperti obat-obatan kesuburan, operasi, inseminasi buatan, tidak berjalan dengan baik, atau dokter tidak bisa menemukan alasan ketidaksuburan Anda dan pasangan.


Perlu diketahui, program bayi tabung bukanlah rekomendasi pertama dan utama. Program ini sangat tepat bagi wanita yang memiliki masalah ovulasi, gangguan rahim atau tuba falopii, kualitas sel telur rendah, atau memiliki penyakit endometriosis. 


Di sisi lain, program ini tepat bagi pria yang bermasalah dengan jumlah sperma yang sedikit, ketidakmampuan sperma untuk memasuki atau bertahan di dalam mukus leher rahim, atau masalah antibodi yang mengancam hidup sperma atau sel telur.


Jadi, secara garis besar IVF merupakan proses untuk merangsang ovarium agar menghasilkan telur sebanyak mungkin, lalu mengambil telur tersebut agar dapat dibuahi oleh sperma di cawan patri, dan mengembalikan hasil pembuahan tersebut ke dalam rahim.




Proses Pelaksanaan Bayi Tabung







  • Sebelum IVF dimulai, biasanya dokter memberikan sejumlah resep obat kesuburan yang berfungsi untuk merangsang indung telur Anda agar memproduksi banyak sel telur dalam satu waktu. Jumlah sel telur yang banyak diharapkan membantu meningkatkan kesempatan agar dapat hamil dengan sukses melalui program bayi tabung. 
  • Dokter akan mengambil sel telur wanita yang baru saja mengalami ovulasi alias pelepasan sel telur dari indung telur, dengan menggunakan jarum suntik tipis untuk kemudian dipertemukan dengan sel sperma yang sudah terlebih dahulu diambil dari sperma sang Ayah. Di sinilah proses pembuahan in vitro terjadi. Sel telur dan sel sperma dipertemukan di dalam tabung yang telah dikondisikan sedemikian rupa agar mirip dengan rahim. 
  • Sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma (kini disebut embrio) akan dibiarkan selama beberapa hari sampai siap untuk dimasukkan kembali ke dalam rahim ibu. Embrio yang paling sehat lah yang akan ditanam ke dalam rahim 
  • Sel telur yang telah dibuahi, ditandai dengan adanya dua sel inti, segera membelah menjadi embrio.  
  • Kemudian dokter biasanya akan memberikan suplemen progesteron untuk meningkatkan peluang Anda memiliki kehamilan yang normal dan sehat.
  • Ada beberapa dokter yang menanamkan lebih dari satu embrio kedalam rahim, maksimal empat embrio yang berkembang. Sementara ada yang berpendapat bahwa cukup satu embrio saja yang harus ditanamkan, hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kesehatan terkait dengan kemungkinan terjadinya pembuahan ganda / kehamilan ganda 
  • Proses selanjutnya tak jauh berbeda dengan kehamilan biasa. 


Ada dua metode yang dilakukan oleh dokter ketika melakukan proses pembuahan In Vitro yaitu:


  • Metode konvensional - Metode ini dilakukan jika sel sperma masih bisa berenang/bergerak sendiri untuk membuahi sel telur. Hal pertama yang dilakukan adalah merangsang indung telur agar memproduksi banyak sel telur dalam satu waktu. Setelah itu, sel telur yang cukup matang untuk bisa dibuahi akan diambil melalui vagina dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG) untuk kemudian disimpan di dalam inkubator. Selama proses penyimpanan, sperma dibersihkan, kemudian diambil sebanyak 50.000-100.000 sel, kemudian disebarkan di sekitar sel telur di dalam sebuah tempat khusus. 


           



  • Metode Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) - Metode ini dilakukan jika pasangan memiliki sperma yang bermasalah, misalnya kulaitas sperma yang sangat buruk atau jumlahnya berada di bawah batas normal (sangat rendah). Biasanya, dokter akan merekomendasikan ICSI ketika sel telur tidak akan mungkin dibuahi dengan IVF atau program bayi tabung konvensional. Dalam metode ini, sperma tidak perlu berenang/bergerak sendiri untuk membuahi sel telur, sebab sperma akan disuntikkan langsung pada sel telur agar terjadi proses pembuahan. Sperma yang dibutuhkan hanya satu buah, namun dengan kualitas terbaik. Jika pembuahan telah terjadi dan embrio mulai terbentuk, maka penanaman di dalam rahim pun bisa dilakukan. 





Pada dasarnya tidak ada perbedaan antara ICSI dan IVF dalam konteks perawatan yang dijalani. Satu-satunya perbedaan adalah cara telur dibuahi di laboratorium. 



Berapa Tingkat Kesuksesan Bayi Tabung?



Banyak informasi yang menyatakan bahwa persentase keberhasilan ICSI jauh lebih besar daripada IVF, wajar saja mengingat cara pembuahan telur yang langsung disuntikkan sperma berkualitas baik, namun tingkat kesuksesan program bayi tabung dapat dikatakan bervariasi, tergantung latar belakang infertilitas masing-masing pasangan dan juga usianya. 


Semakin muda usia seseorang, maka tingkat keberhasilannya semakin besar, karena wanita berusia muda cenderung memiliki telur dengan kondisi sehat.


Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa persentase kesuksesan bayi tabung untuk wanita dibawah 30 tahun bisa mencapai 50%, wanita di bawah 35 tahun sekitar 41%. Wanita dengan rentang usia 35-37 tahun sebesar 31%. Usia 38-40 tahun sebesar 22% dan usia 41-42 tahun sebesar12%. 


Semakin tua usia seseorang, tingkat kesuksesan semakin menurun. Namun, hal ini bukanlah rumus pasti, semua akan dikembalikan kepada histori kesehatan pasangan dan tentunya kegigihan dalam berusaha.



Efek Samping Program bayi Tabung



Efek samping yang umum terjadi ketika menjalankan program bayi tabung, di antaranya adalah:


  • Keputihan 
  • Payudara melunak akibat tingginya level estrogen 
  • Nyeri dan rasa tidak nyaman 
  • Rasa begah ringan 
  • Kram ringan 
  • Sembelit 
  • Kelahiran bayi premature
  • meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ganda.






Kehamilan ganda  berkaitan langsung dengan jumlah embrio yang dimasukkan ke dalam rahim. Hal ini terjadi karena embrio yang ditanamkan ke dalam rahim bisa lebih dari 2 embrio, biasanya tiga sampai 4 embrio untuk pasangan dengan usia istri lebih dari 35 tahun. 


Pembuahan ganda atau seringkali disebut juga dengan kehamilan ganda dapat didefinisikan sebagai suatu kehamilan dimana terdapat dua atau lebih embrio atau janin sekaligus. Pembuahan ganda terjadi apabila dua atau lebih ovum dilepaskan dan dibuahi (dizigotik) atau apabila satu ovum yang dibuahi membelah secara dini hingga membentuk dua embrio yang sama (monozigotik). 


Kehamilan ini memberikan resiko yang cukup tinggi bukan hanya bagi ibu namun juga untuk janin itu sendiri. Oleh karena itu, harus dilakukan perawatan yang intensif. 


Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa IVF merupakan opsi yang ditawarkan oleh dokter untuk membantu memperoleh keturunan yang tentunya dokter sendiri juga tidak bisa menjamin 100% keberhasilannya. Memang tidak dapat dipungkiri, biaya untuk mengikuti program bayi tabung memang cukup besar. Banyak proses yang harus dijalani, dan tentunya tidak ada garansi uang kembali jika program ini gagal. 


Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk mengikutinya, pertimbangkan dengan matang seluruh prosesnya, mulai dari kredibilitas dokter, biaya rumah sakit, tingkat keberhasilan, lokasi, biaya transportasi, waktu dan sebagainya.


Pada akhirnya, seberapapun maju ilmu pengetahuan, seberapapun pintar dokter yang menangani, semuanya akan kembali kepada keputusan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keputusan Tuhan adalah yang terbaik. Jika berhasil harus tetap dikontrol dan diawasi oleh dokter, namun jika gagal, jangan menyerah, hidup harus terus berlanjut! Selamat mencoba, sekali lagi jangan lelah untuk terus berdoa dan berusaha ya!


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang