Apa itu suntik Botox? Apa sajakah efek sampingnya?

Dilihat 1,95 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kecantikan merupakan anugerah yang patut disyukuri oleh kaum hawa. Tapi jika usia makin bertambah, kecantikan pun semakin memudar dan daya pesona semakin berkurang, namun ada banyak cara untuk mempertahankan kecantikan dan menghindari penuan pada wanita. Salah satunya adalah dengan cara mengencangkan kulit muka, mulai dar menggunakan krim kosmetik pengencang ataupun dengan suntik pengencang atau yang dikenal juga dengan Botox.


Botox adalah singkatan atau merk dagang dari dari Botulinum toxin a, sebuah neurotoxin yang diproduksi oleh bakteri Clostridum botulinum dan merupakan prosedur kosmetik non-operasi yang telah teruji secara klinis yang biasa digunakan untuk mengurangi garis wajah yang tidak diinginkan dan keriput untuk sementara waktu. 

Dalam beberapa penggunaan paling umum, suntik Botox berguna untuk menghaluskan garis kerutan dan keriput di dahi. 


Banyak orang penasaran untuk mencobanya, karena tak sedikit selebritis yang diberitakan mempercantik dirinya dengan menggunakan bantuan Botox ini. Namun agar tidak ikut-ikutan sembarangan, mari kita simak, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kosmetik Botox? Seperi apakah efek sampingnya?




Bagaimana cara kerja suntik Botox?



Cara kerja suntik Botox adalah dengan memblokir aktivitas saraf pada otot sehingga otot akan menurun dengan sementara waktu dan ototpun menjadi lumpuh. Suntik Botox harus dilakukan oleh dokter spesial kulit yang ahli dalam menanganinya. 


Hal ini merupakan cara yang simpel, dan prosedur yang cepat (10-20 menit) dengan sedikit atau tanpa waktu pemulihan. Hasil pertamamu mungkin akan bertahan sampai 4 bulan, dan setelah waktu tersebut kamu bisa mengulangi pengobatannya. 


Kalau kamu memilih untuk melanjutkan pengobatan, hasilmu akan mulai bertahan lebih lama. Mungkin kamu penasaran bagaimana Botox bisa melakukan semua ini. Selain kulit wajah, bibirpun bisa disuntik dengan Botox. Hal ini bertujuan agar bibir terlihat penuh, lebih tebal, kencang, dan tidak banyak lipatan.


Dokter juga banyak menggunakan Botox untuk mengobati beberapa penyakit di bawah ini:

  • Keringat berlebih di telapak tangan
  • Cervical dystonia, sebuah penyakit syaraf yang menyebabkan rasa sakit di leher dan kontraksi otot bahu
  • Blepharospasm, mata berkedip tanpa bisa dikontrol
  • Migrain parah
  • Overactive bladder, biasanya kita menyebutnya dengan beser atau keinginan buang air terus menerus


Namun, suntik Botox ini tidak boleh dilakukan oleh ibu hami, ibu menyusui, dan orang-orang yang memiliki penyakit syaraf, karena dampaknya akan sangat berbahaya.


efek samping suntik botox



Apa efek samping suntik Botox?


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perawatan Botox adalah perawatan yang dilakukan dengan cara diinjeksikan ke dalam area tertentu yang diinginkan, lalu Botox akan mematikan syaraf dalam otot dan menghentikannya supaya tidak berkontraksi. Kemudian, ketika otot berelaksasi, kulit akan menjadi halus, membuat area tesebut dan sekitarnya tampak lebih segar dan lebih muda.


Seperti bahan kimia pada umumnya, tentu ada resiko atau after-effect yang akan diterima oleh sang pengguna. Apabila kita telah memutuskan untuk mencicipi suntik Botox, maka efek samping yang mungkin akan timbul di antaranya adalah:


  • Pembengkakkan pada kulit setelah disuntik. Apabila hal ini terjadi, hendaknya segera konsultasikan pada dokter spesialis kulit.
  • Gangguan otot dan wajah, seperti kelemahan otot dan wajah terasa kaku. Hal ini terjadi karena suntikan bahan kimia ini dapat menyebabkan keelastisan kulit kita menurun.
  • Kesulitan bernafas, jantung berdebar, dan sulit menelan. Seperti obat-obatan dan bahan kimia lainnya, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda. Ada yang bisa menerima dengan mudah tanpa ada reaksi apapun, ada yang hanya sekedar alergi seperti gatal sementara, dan ada juga tubuh yang benar-benar menolak. Salah satu ciri yang menolak adalah sulit benafas, menelan, dan jantung berdebar. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter spesialis. Dan untuk menghindarinya, sebaiknya kita hanya melakukan suntik Botox di tempat yang telah memiliki sertifikasi dan berbadan hukum.
  • Memar-memar di wajah. Sebenarnya memar ini bukan karena Botox, tapi karena jarum suntik. Seperti ketika kita donor darah mengambil sampel darah di laboratorium, biasanya akan ada bekas memar jarum suntik di lipatan lengan kita. Tapi karena memar ini bisa hilang dengan sendirinya, tidak perlu dikhawatirkan. Kecuali, jika memar-memar tersebut bertahan dalam waktu yang lama.
  • Sulit tersenyum. Penelitian telah menunjukkan bahwa suntik Botox dapat membekukan otot-otot tertentu di wajah, bahkan dapat merusak urat syaraf yang memberikan sinyal untuk bahagia dan tersenyum.
  • Hal yang umum terjadi pada suntik Botox adalah kelopak mata terkulai seolah menahan beban berat. 
  • Botulism. Efek ini adalah akibat dari racun botulinum dan berdampak pada bagian-bagian tubuh yang berada jauh dari titik suntikan, misalnya mempengaruhi mata (pandangan menjadi berkunang-kunang atau kabur), pita suara (suara menghilang), dan stamina tubuh melemah. Meskipun mungkin akan berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu, efek samping ini bisa hilang dengan sendirinya.

perawatan botox

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika kita benar-benar berminat untuk melakukan suntik botox, baiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis terkait dan hanya mempercayakan prosesnya kepada dokter yang telah memilih sertifikat resmi. Dengan demikian, kita dapat meminimalisir terjadinya kesalahan atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. Dan seandainya terjadi sesuatu, dokter terkait tentu dapat mempertanggungjawabkan tindakannya.


Selain itu, jangan pernah sembarangan memutuskan tempat untuk melakukan suntik Botox berdasarkan harganya. Ada klinik kecantikan yang memberikan harga sekitar Rp 1.700.000,- untuk satu kali pemakaian pribadi di rumah, dan ada juga yang memberikan harga sekitar 3 juta hingga 5 juta Rupiah untuk sekali suntikan. 


Kita harus bisa menentukan sendiri di sini, harga tidak akan membohongi sebuah kualitas. Meskipun mungkin ada beberapa barang yang murah dengan kualitas baik, kita sebaiknya tidak main-main dengan sesuatu yang bersifat medis, apalagi untuk wajah kita. Cari tahu dulu latar belakang dan testimoni asli dari para konsumen yang telah mencobanya. Bila perlu, hubungin mereka dan tanyakan mengenai klinik atau dokter tersebut.


Namun tentu saja, ingatlah kembali beberapa efek samping yang telah dijabarkan sebelumnya. Apakah semuanya sebanding dengan hasil yang akan kita dapat?

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang