Bagaimanakah bisnis rentenir di Indonesia?

Dilihat 6,79 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1



Memulai bisnis sendiri buat sebagian orang memang kadang membingungkan karena memang pada dasarnya menjadi seorang wirausahawan memang tidaklah mudah. Umumnya para pemula merasakan susah untuk memulainya karena belum menemukan peluang usaha yang cocok. 


Di samping itu salah satu resiko yang mungkin di hadapi saat menjalankan bisnis yang paling laku di pasaran adalah akan banyak pelaku usaha lain yang menjalankannya juga, sehingga peersangan bisnisnya akan lebih ketat.


Di Indonesia bisnis rentenir akhir-akhir ini ramai lagi dibicarakan dan sangat berkembang. Bisnis ini merupakan bisnis yang paling menguntungkan di Indoesia karena bagi mereka yang menjalankan bisnis ini, akan langsung mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. 


Memang profesi rentenir dipersepsikan sebagai pekerjaan yang negatif sehingga kata rentenir otomatis mempunyai konotasi yang negatif pula namun seakan tidak pernah terkalahkan, bisnis rentenir terus melesat bahkan mampu bersaing dengan bank resmi milik pemerintah dan swasta. Segala upaya sudah dilakukan oleh instansi terkait untuk menumpas bisnis rentenir ini, tetapi upaya yang dilakukan bukan membuat pertumbuhan praktek bisnis rentenir punah, malah prakteknyak ada yang semakin kuat. 


Nah, jadi sebenarnya bagaimana sih cara kerja bisnis rentenir tersebut? Mengapa bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat? Di bawah ini saya akan menceritakan pengalaman saya, di mana saya mengenal seseorang yang berprofesi sebagai rentenir, sehingga saya mengetahui cara kerja bisnis tersebut.  Berikut ulasannya.



Definisi Rentenir


Definisi rentenir itu  adalah orang yang mencari nafkah atau mempunyai bisnis dengan meminjamkan dan membungakan uangnya dimana persentase yang dibebankan kepada nasabahnya lebih besar dari bunga kredit pada umumnya. 

Meminjam melalui rentenir menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan pinjaman uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. 


Proses administrasi yang singkat dan tak berbelit dianggap menjadi sisi positif meskipun sebagai konsekuensinya bunga yang dibayar terbilang besar.



Cara Kerja Rentenir


Saya dulu tinggal di daerah Solo. Saat saya masih kecil,  saya mempunyai seorang tetangga yang sangat kaya (setidaknya dari sudut pandang saya). Mungkin saat itu usianya sekitar 30an dan dia masih hidup sendiri. Bagaimana dia mengumpulkan uangnya? Ketika saya pergi ke sekolah (SD), saya melihat dia pergi ke pasar tradisional, dimana semua orang di daerah saya melakukan transaksi jual beli di sana. Pasar tersebut memang sangat ramai, bahkan sampai sekarang ini.


Dia berkeliling pasar dan berbincang–bincang dengan ramah  hampir ke semua pedagang. Saya tidak tahu apa yang dia lakukan pada saat itu, tetapi akhirnya saya menyadari bahwa dia adalah seorang rentenir. Dia meminjamkan uangnya kepada para pengusaha kecil di daerah saya seharinya-harinya.


Katakan saja dia meminjamkan uangnya untuk modal sebesar Rp.100,000  ke seorang pedagang dan dari situ dia mengambil keuntungan sekitar Rp.5,000 s/d 10,000 untuk hari-hari berikutnya, itu berarti dia mendapatkan keuntungan  5-10% perhari. 


Sekarang coba kita hitung berapa yang dia dapatkan dalam sebulan jika rata-rata dia meminjamkan uangnya untuk modal  kepada 10 pedagang. Berarti dia akan mendapatkan 5,000 x 30 x 10 = Rp. 1,500,000 hanya dengan bermodalkan Rp. 1,000,000.  Uangnya berkembang sebesar 150% setiap bulannya. 


Mau coba menghitung dalam skala lebih besar lagi? 


Karena saya yakin dia bukan hanya meminjamkan uang kepada 10 pedagang. Kita asumsikan saja dia meminjamkan modal kepada 50 pedagang dalam satu pasar dan dia mengendalikan 5 pasar,  berarti dia akan mendapatkan uang sekitar 37,5 juta setiap bulannya dengan mengeluarkan modal 25 juta, dan uang berkembang 150% setiap bulannya.  


Itu berarti dalam satu tahun, uangnya berkembang sebesar 1800%, belum lagi kalau keuntungan yang dia dapatkan kembali dipinjamkan ke pedagang lain. Tentu saja ada saja pedagang yang nakal yang mungkin tidak mengembalikan pinjamannya, tetapi selama dia bisa mengelola resikonya, jumlahnya bisa ditekan seminimal mungkin.





Kunci Bisnis Rentenir


Kunci dari bisnis rentenir adalah kepercayaan, hubungan, dan jaringan. Saya yakin dia melakukannya dengan sangat baik  dalam mengelola tiga hal tersebut. Dengan mengunjungi pedagang setiap harinya, dia mengetahui kondisi masing-masing pedagang. Kedatangan dan kepribadiannya menumbuhkan kepercayaan atas dirinya kepada para pedagang. 


Ada satu rahasia dari bisnisnya, dia harus mengelola bagaimana caranya agar pedagang tidak dapat mengembangkan bisnis mereka, karena jika bisnis para pedagang berkembang, mereka tidak akan membutuhkan pinjaman dari dia lagi. 


Itulah sebabnya bunganya sangat besar, walaupun jumlahnya terlihat kecil dari sisi pedagang, hanya Rp. 5,000 per hari. Ini adalah sisi jahat dari bisnis rentenir ini.




Pinjaman Bank (Kartu Kredit)



Belum lama ini saya pulang kampung halaman dan mendengar berita bahwa bisnisnya mengalami penurunan (iya, dia masih melakukan bisnis ini sampai sekarang). 


Hal itu disebabkan karena sudah adanya industri perbankan yang masuk ke daerah saya. Bank-bank memberikan penawaran bunga yang lebih menarik kepada para pedagang dan tentunya dengan promosi yang lebih baik. Para pedagang berpikir bahwa ini lebih baik, tetapi sebenarnya bunganya tetap saja tinggi. 


Inilah sebabnya industri perbankan adalah bisnis yang sangat menguntungkan di Indonesia. 


Di Indonesia ada lebih dari 100 bank dan semuanya menghasilkan laba yang besar. Mereka tidak hanya memberikan pinjaman kepada ratusan pedagang, tapi mereka memberikannya kepada jutaan pedagang. Silahkan hitung sendiri berapa keuntungan yang bank-bank tersebut dapatkan. Dan uniknya pola bisnis renternir ini  dikembangkan olah bank menjadi produk modern seperti Kartu Kredit.






Nah, itulah gambaran bisnis yang sampai saat ini masih memberi keuntungan besar di Indonesia. Walaupun dengan semua atribut negatif, bisnis renternir masih tetap jalan sampai sampai sekarang. Mungkin hal itu dikarenakan belum adanya ketegasan hukum yang jelas sehingga menjadikan para rentenir semakin berani untuk memperluas praktek perbankan tidak resminya ini. 


Sisi positif yang bisa diambil dari profesi rentenir yaitu mereka gigih tanpa menyerah untuk menagih hutang nasabahnya. Begitu pula sikap yang harus kita miliki dalam merealisasikan peluang usaha, pantang menyerah hadapi rintangan sampai akhirnya usaha kita maju dan berkembang. (Baca: Apa saja yang telah dikontribusikan Indonesia kepada dunia?)


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang