Apa kemungkinan komplikasi pasca operasi hernia?

Dilihat 1,16 rb • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Hernia atau yang biasa dikenal oleh masyarakat dengan sebutan turun berok, merupakan penyakit yang tidak asing lagi untuk kita dengar. Hernia sering kali terjadi pada pria dan wanita yang kurang menjaga kondisi tubuh dan jam kerja untuk organ tubuh. Pemaksaan terhadap beberapa organ tubuh untuk terus bekerja sering kali terjadi, hal inilah salah satu penyebab hernia.

Hernia adalah kondisi dimana sebagian usus yang terdapat di dalam rongga perut keluar hingga membentuk suatu benjolan atau tonjolan yang tampak dan dapat diraba dari luar. Hernia lebih sering terjadi pada pria karena aktivitas atau pekerjaan mereka yang lebih sering mengangkat beban berat. Penyakit hernia terjadi ketika organ atau jaringan lemak mendorong otot atau dinding jaringan yang lemah di sekitarnya. Jenis penyakit hernia akan mudah diketahui karena adanya benjolan pada tubuh di bagian perut atau selangkangan. Sehingga dapat menyebabkan rasa sakit pada saat berjalan atau melakukan aktivitas lainnya. Hernia ini juga dapat diakibatkan dari batuk akut, obsitas atau juga dapat dikarenakan oleh angkat beban dan konstipasi yang berlangsung lama.

        

Jenis hernia yang paling sering terjadi di Indonesia adalah hernia inguinal,  yaitu hernia yang terjadi ketika bagian dari organ di dalam perut mendorong membran yang melapisi rongga perut atau dinding otot perut yang lemah. Akibatnya, terdapat benjolan atau pembengkakan di pangkal paha atau bahkan sampai sebagian skrotum (kantong yang berisi testis). Hernia inguinal  dapat terjadi akibat adanya dorongan kuat dari dalam tubuh dan juga ditambah otot yang tidak kuat untuk menahan organ yang ingin keluar.

Cara terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi hernia adalah dengan melakukan operasi pengangkatan hernia. Tindakan pembedahan dilakukan untuk membantu mengembalikan usus masuk kembali ke tempat seharusnya usus berada. Upanya prosedur operasi hernia dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pembedahan terbuka dan  laparoskopi. Di Indonesia, prosedur yang paling umum dilakukan guna menyembuhkan hernia inguinal adalah melalui pembedahan terbuka. Pada dasarnya prinsip operasi hernia dilakukan untuk mengangkat hernia dan juga memperkuat dinding pada perut yang mulai melemah. Akan tetapi, operasi hernia haruslah dilakukan pada saat yang tepat.  Operasi hernia sebaiknya dilakukan sedini dan secepat mungkin sesaat setelah di vonis menderita hernia, sebelum adanya komplikasi penyakit yang lain.

Jika Anda berniat melakukan operasi hernia, artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk mengetahui jenis operasi yang cocok dan aman untuk anda serta komplikasi yang mungkin terjadi pasca operasi hernia, simak penjelasan berikut :


Jenis Operasi Hernia dan komplikasinya


1.  Operasi Hernia Terbuka




Pada dasarnya, operasi ini dilakukan dengan melakukan penyayatan di daerah selangkangan. Prosedur operasi meliputi pengembalian organ tubuh ke dalam perut, dan memperbaiki dinding perut sehingga tidak ada yang dapat menyembul lagi. Bedah hernia, disebut juga herniorrhaphy, dapat merupakan pembedahan yang besar dan memakan waktu yang lama.

  • Indikasi

Operasi dianjurkan apabila pasien hernia inguinal mengalami nyeri atau gejala lain. Operasi terbuka bahkan selalu dianjurkan untuk mengobati hernia inguinal pada anak-anak dan bayi. Operasi ini juga ditujukan untuk menangani hernia inkarserata atau strangulata.

  • Prosedur

Sebelum operasi dimulai, pasien operasi pada umumnya diberikan bius atau anestesi lokal. Artinya pasien tetap terjaga selama operasi, namun daerah yang akan dibedah mengalami mati rasa sehingga pasien tidak akan merasakan sakit. Dalam beberapa kasus, anestesi umum (pasien tertidur selama operasi dan tidak akan merasa sakit) juga dapat dilakukan. Setelah efek anestesi bekerja, dokter ahli bedah membuat sayatan tunggal sepanjang 6-7 cm di atas benjolan hernia. Jaringan lemak atau usus yang menonjol kemudian ditempatkan kembali ke dalam perut. Selanjutnya, selembar jaring sintetis ditempatkan di dinding perut, tepatnya di lokasi hernia tadi. Jaring sintetis ini diletakkan guna memperkuat titik dinding yang lemah dan mengurangi risiko hernia akan terulang. Terakhir, perut akan ditutup kembali dengan jahitan. Jika terjadi strangulata dan ada bagian usus yang rusak, bagian tersebut mungkin perlu dipotong dan kedua ujung usus yang sehat digabungkan kembali. Operasi hernia terbuka termasuk ke dalam kategori operasi yang lebih besar. Oleh karena itu pasien harus menginap di rumah sakit selama 4-5 hari dengan waktu pemulihan sekitar 3 minggu.

  • Pemulihan

Pasca operasi hernia dengan operasi terbuka, pasien dapat kembali beraktivitas setelah tiga minggu dioperasi, namun hanya boleh melakukan kegiatan ringan dan disarankan untuk menghindari apa pun yang dapat menyebabkan kemunculan rasa nyeri. Jika ingin melakukan olahraga berat, pasien harus menunggu setelah enam minggu masa pemulihan. Pasien bahkan mungkin sudah dapat berkendara atau menyetir sekitar dua minggu setelah operasi atau bila sudah tidak merasakan nyeri di pangkal paha. Pada umumnya, pasien operasi ini baru dapat berhubungan seksual setelah
sekitar 3 minggu.

  • Komplikasi

Pasca operasi hernia terbuka, umumnya terjadi pembengkakan di atas sayatan operasi. Letakkan es atau kompres dingin daerah yang bengkak selama 10-20 menit tiap 1-2 jam untuk mengurangi pembengkakan. Letakkan kain tipis antara es dan kulit Anda. Hubungi dokter jika Anda merasa demam, sayatan terasa hangat dan berwarna merah, testis menjadi keras dan bengkak, atau luka perdarahan hingga merembes ke perban usai operasi.

2.  Operasi Hernia Laparoskopi




Namun demikian, penanganan hernia  saat ini dapat dilakukan melalui bedah laparoskopi. Dalam hal ini dokter bedah menggunakan peralatan khusus yaitu laparoscope, yang dimasukkan ke dalam perut melalui irisan kecil. Laparoscope menyerupai video camera mungil yang memberi gambaran jelas bagi dokter bedah pandangan di dalam perut. Irisan kecil lain dibuat untuk memasukkan instrumen bedah yang digunakan untuk memasukkan organ tubuh kembali ke dalam perut dan mereparasi dinding perut. Dokter bedah dapat melakukan prosedur yang disebut hernioplasty, untuk memperkuat dinding perut menggunakan bahan sintetis. Pada operasi ini, perut akan diisi dengan udara untuk mempermudah pengamatan organ-organ perut oleh dokter.  Semacam pipa kecil dan berlampu dimasukkan ke sebuah lubang kecil yang dibuat tepat di bawah pusar. Pipa inilah yang dinamakan laparoscope. Sebelumnya pasien telah diberikan bius total untuk membuat Anda tertidur dan menghindari rasa sakit.

  • Indikasi

Operasi jenis ini direkomendasikan kepada penderita hernia inguinal yang merasakan rasa sakit ataupun gejala lain. Pembedahan ini juga dianjurkan bagi anak-anak yang menderita hernia inguinal. Operasi laparoskopi tidak dianjurkan untuk pasien dengan hernia inkarserata, memiliki penyakit kelainan darah dan paru-paru parah, tidak dapat menerima anestesi umum, sedang mengonsumsi obat yang mencegah penggumpalan darah, pernah operasi di bagian perut atau panggul sebelumnya, wanita yang sedang hamil, obesitas, atau hernianya sangat besar.

  • Prosedur

Biasanya pasien akan mejalani puasa selama 6-12 jam sebelum operasi. Obat-obatan sejenis pengencer darah, seperti aspirin dan warfarin, dihentikan sementara waktu (beberapa hari) sebelum pembedahan. Ini dimaksudkan untuk menghindari perdarahan. Untuk memulai proses operasi hernia, pasien diberi anestesi umum agar dapat terlelap selama pembedahan berlangsung. Kemudian dokter membuat sayatan kecil sepanjang 1-1,5 cm di perut (dekat pusar) guna memasukkan pipa kecil dan laparoscope. Pipa dimasukkan untuk mengalirkan gas karbon dioksida ke dalam perut hingga perut menggembung. Dokter pun dapat melihat organ dalam perut pasien dengan lebih jelas dan memiliki lebih banyak ruang untuk bekerja. Kemudian laparoscope dimasukkan melalui pipa ini. Laparoscope akan menampilkan gambar ke layar monitor agar dokter mendapatkan pandangan daerah sekitar hernia dengan jelas. Alat bedah kecil kemudian dimasukkan melalui sayatan untuk melakukan prosedur yang diperlukan berdasarkan gambar dari laparoscope di monitor. Setelah selesai, gas karbon dioksida dikeluarkan dari perut dan sayatan ditutup dengan jahitan atau klip.

  • Pemulihan

Penelitian mengungkapkan bahwa pasien lebih merasakan sakit pasca operasi hernia terbuka dibandingkan setelah menjalani operasi laparoskopi. Pasien operasi hernia laparoskopi bahkan dapat pulang ke rumah pada hari itu juga dengan masa penyembuhan sekitar 1-2 minggu.

  • Komplikasi

Segera pergi ke rumah sakit jika dalam 24 jam anda mengalami demam dengan suhu hingga 38°C, kedinginan atau panas dingin, perut terasa nyeri, daerah bekas sayatan terasa sakit dan berwarna kemerahan, salah satu kaki sakit dan bengkak, dan terasa perih atau tersengat saat buang air kecil.

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa  sejatinya penyakit apapun tidak akan bertambah parah bila dapat didagnosa sejak dini, termasuk hernia. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan segera  jika ditangani oleh ahli yang profesional.  Sebagai tindakan pencegahan hernia, sebaiknya anda menghindari mengangkat beban yang terlalu berat secara tiba-tiba atau mendadak.

    
                      
Bagi anda yang mempunyai riwayat penyakit batuk kronis, segeralah untuk diobati. Hal ini dikarenakan batuk kronis atau batuk hebat secara terus-menerus dapat membuat dinding perut menjadi tertekan. Untuk menghindari hernia, anda juga dianjurkan untuk  mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan serat yang cukup tinggi, misalnya sayuran dan buah-buahan. Serat sangat bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan dan juga menghindari mengejan terlalu kuat saat buang air besar.


Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang