Apa kerugian menjadi dokter kulit?

Dilihat 1,27 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kerugian terbesar menjadi seorang dokter kulit: Ada begitu banyak orang yang tidak memiliki kualifikasi yang cukup yang ingin melakukan pekerjaanmu. Ada paling tidak satu dokter penyakit dalam di komunitas saya yang menyebut dirinya sebagai dokter kulit walaupun dia tidak pernah mengambil program di bidang ilmu penyakit kulit. 


Ada juga seorang dokter ahli jantung di kota saya yang menjalankan klinik perawatan kulit. Dia tidak tahu apa - apa tentang kulit dan hanya memiliki segelintir perawat yang bekerja paruh waktu serta ahli kecantikan yang menjalankan praktek dermatolog nya. Ada dokter pencegahan penyakit yang menjalankan klinik operasi kulit. Satu - satunya kualifikasi yang dia miliki hanya bahwa dia pernah melakukan pertukaran pelajar di bidang ilmu penyakit kulit satu kali. Ini gila! Kalau saya membuka praktek bedah saraf (dan saya memiliki gelar sarjana dalam bidang bedah saraf), ini merupakan hal yang legal.


Seorang dokter yang memiliki lisensi dapat menyebut dirinya seperti apapun yang dia mau. Dan masyarakat pada umumnya hampir tidak tahu apapun tentang kualifikasi yang mereka miliki kecuali bahwa mereka adalah seorang dokter. Sertifikasi dan program pelatihan merupakn sesuatu yang tidak diketahui oleh masyarakat pada umumnya. Selain itu, saya juga punya pasien yang berkata, "saya pikir saya harus pergi ke dokter saya yang sebenarnya untuk masalah ini". Apa?? Saya, sama seperti kebanyakan dokter kulit merupakan yang terbaik di kelas pada sekolah kesehatan dan kelihatannya para pasien berpikir bahwa kami adalah ahli kecantikan. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan untuk hal ini.

Tapi secara keseluruhan, keuntungan menjadi dokter kulit melebihi kerugiannya. Saya merasa semang dengan apa yang saya lakukan dan pasien - pasien saya dan saya merasa saya membuat suatu perubahan. Saya menyelamatkan nyama dari penyakit melanoma setiap minggunya. Saya melakukan 8 - 12 operasi kanker kulit setiap minggunya. Saya mengobati penyakit melemahnya sistem kekebalan tubuh yang tidak diketahui oleh dokter dengan spesialisasi yang lain. 


Menjadi seorang dokter kulit merupakan hal yang menguntungkan baik secara pribadi maupun keuangan. Orang - orang akan mengabaikan perawatan hipertensi atau diabetes tipe 2 yang diberikan oleh dokter penyakit dalam mereka karena mereka tidak dapat melihat hipertensi atau diabetes mereka. Tapi para pasien biasanya sangat senang ketika saya mengobati masalah kulitnya, karena kulit adalah organ yang dapat mereka lihat setiap hari.

Terjawab hampir 3 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang