Bagaimanakah sejarah dari Tahun Baru Cina?

Dilihat 935 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tahun baru imlek adalah sebuah perayaan besar bagi seluruh warga Tionghoa di seluruh dunia. Tradisi imlek sudah berlangsung sejak lama namun kemeriahan, kemegahan, dan keramaiannya masih bisa kita rasakan hingga kini. 


Seperti yang kita tahu, setiap perayaan tahun baru Imlek para warga Tionghoa akan memberitahu tentang shio di tahun berikutnya yang akan berhubungan dengan kehidupan mereka di tahun baru tersebut. Perayaan tahun baru imlek tidak hanya diselenggarakan di Cina namun beberapa negara selain Cina juga merayakan imlek


Tradisi imlek merupakan tradisi perayaan tahu baru di hari pertama pada bulan pertama dan berakhir pada hari kelima belas yaitu hari Cap Go Meh. Malam tahun baru Imlek juga dikenal sebagai malam pergantian tahun. 


Pada perayaan tahun baru Imlek biasanya identik dengan pemasangan lampion berwarna merah, kemeriahan pesta kembang api, penampilan barongsai, dan juga tabuhan gong yang meriah. 


Banyak orang yang bertanya-tanya tentang sejarah Imlek dan bagaimana kisah di balik perayaan tahun baru Imlek? 


Sebenarnya banyak versi tentang asal usul tahun baru imlek yang diceritakan oleh para tetua Tionghoa dahulu, mari simak penjelasannya di bawah ini.


perayaan tahun baru imlek



Sejarah Tahun Baru Imlek


Sejarah imlek diawali oleh cerita para leluhur Tionghoa yang menceritakan tentang seekor monster jahat yang mengerikan. 


Monster itu bernama Nian (年兽) yang berarti tahun atau sebagian orang menyebutnya dengan mana Xi (夕). Makhluk Nian itu akan datang setiap 365 hari sekali dan pada hari pertama di tahun pertama. 


Ketika Nian datang, akan muncul gempa dan angin yang akan menghancurkan rumah warga di sekitarnya. Nian dikenal sebagai monster jahat yang sering menyakiti manusia dan bahkan memangsa manusia. 


Ia selalu datang untuk menghancurkan rumah-rumah penduduk dan mengambil hasil panen warga saat itu. Padahal, telah satu tahun penuh warga selalu berusaha untuk bekerja keras menanam dan mengumpulkan bahan makanan bagi kelangsungan hidup mereka. 


Nian selalu datang di malam hari dan akan menghilang menjelang tengah malam. Warga selalu merasa cemas bila malam tahun baru tiba karena itu berarti Nian akan datang ke desa mereka. Biasanya warga akan bersembunyi di atas bukit meninggalkan desa mereka yang akan didatangi oleh Nian. 


nian


Suatu hari warga berkumpul bermusyawarah tentang cara menghentikan keganasan Nian, seorang warga bercerita tentang rumahnya yang tidak hancur oleh Nian padahal rumah tetangganya telah hancur dan rata dengan tanah. Warga itu berkata saat itu ia memasang lampion dan kain merah di atas pintu rumahnya. 


Oleh sebab itu, warga menyimpulkan bahwa Nian takut dengan benda terang dan benda yang berwarna merah menyala. Para cendekiawan yang ada pada saat itupun menganjurkan untuk memasang kain merah dan lampion merah di depan rumah masing-masing warga. 


sejarah imlek

Suatu hari, ada seorang pengemis yang berpakaian lusuh dan compang-camping, dan tidak ada warga yang mau membantunya kecuali sepasang suami istri yang baik hati. Sepasang suami istri yang sudah tua tersebut memberinya makan, pakaian, dan mengizinkan pengemis itu tinggal di rumah mereka. 


Saat Nian akan tiba di malam tahun baru, sepasang suami istri itu mengajak pengemis pergi mengungsi ke atas bukit, namun pengemis menolak dan meminta izin agar dia tinggal di rumah saja karena ingin mengusir Nian dari desa tersebut. 


Pengemis itu juga berjanji akan mengusir Nian dari desa, akhirnya suami istri itu mempercayai dan memegang janjinya. 


Saat Nian datang, pengemis dan teman-temannya menyalakan lampion merah, membunyikan gong, bermain barongsai, dan juga menyalakan petasan. 

Monster Nian yang ketakutan dengan suara petasan dan benda berwarna merah langsung lari terbirit-birit ke hutan sampai tidak muncul lagi selama 365 hari ke depan. 


Inilah yang membuat warga berpikir bahwa Nian tidak menyukai benda berwarna merah, suara petasan, tarian berongsai, dan juga lampion. 


tradisi imlek

Untuk itu tradisi yang dilakukan saat tahun baru imlek warga membuat keramaian untuk menakut-nakuti Nian dengan berbagai aktivitas di antaranya menyalakan petasan, memakai pakaian berwarna merah, menari barongsai, dan juga memasang lampion merah di depan pintu rumah mereka. 


Ada juga beberapa tradisi lain yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di malam tahun baru, seperti:


  • Membersihkan rumah dari debu
  • Berkumpul dengan keluarga dan makan bersama
  • Menempelkan puisi tahun baru Imlek
  • Menggantung lukisan tahun baru Imlek
  • Tidak tidur pada malam tahun baru Imlek
  • Menyalakan Petasan
  • Memakan makanan khas tahun baru imlek (“Nian Gao [年糕]”) 

Itulah sejarah imlek dan kisah di balik tahun baru Cina yang belum banyak diketahui semua orang. Ternyata ada makna di dalam perayaan Imlek yang dilakukan oleh warga Tionghoa di seluruh dunia. 


Bahkan, kebudayaan tradisi imlek mereka menjadi hiburan tersendiri bagi orang yang tidak merayakannya namun tetap dapat merasakan kemeriahannya. 


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang