Apa mainan anak yang bagus yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan untuk anak usia 4 - 8 tahun?

Dilihat 356 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1



Masa kanak-kanak adalah satu tahap kehidupan yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Masa itu adalah masa dimana seorang anak sangat antusias terhadap segala sesuatu yang tampak di depan matanya. Mereka aktif melakukan berbagai aktifitas di luar rumah dan menggunakan berbagai macam mainan untuk melengkapi keceriaan mereka sehari-hari. Selain berfungsi sebagai alat untuk menghibur anak-anak, mainan juga dapat membantu seorang anak untuk belajar memahami suatu objek tertentu dan mengembangkan keahlian yang ada di dalam dirinya. Oleh sebab itu, memilih mainan yang tepat dan sesuai dengan usia anak merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua. Dengan mainan yang tepat, rasa keingintahuan anak akan terpenuhi dan tentunya mereka diharapkan memiliki pengetahuan baru dalam mainan yang mereka miliki, bukan hanya sekedar alat hiburan.

Melalui mainan edukatif untuk anak, daya pikir anak terangsang untuk memacu perkembangan emosi, perkembangan sosial dan perkembangan fisik. Setiap anak memiliki kemampuan dan ketertarikan bermain yang berbeda tergantung dari perkembangan anak. Dari permainan juga biasanya akan menimbulkan fantasi-fantasi besar oleh anak, dan tentu akan semakin menambah rasa ketertarikan anak pada mainan tersebut.


Mainan anak  sangatlah bermacam-macam, dari yang paling sederhana sampai yang bersifat edukatif. Pemilihan mainan edukatif untuk anak usia 4-8 tahun  yang tepat  menjadi salah satu kunci penting dari tahap pembelajaran dan perkembangan seorang anak.  Usia 4-8 tahun atau yag disebut tahap intuitif , anak memiliki karakteristik: (1) anak mampu membentuk kelas-kelas, tapi kurang menyadari maksudnya,(2) anak mulai mengerti hubungan logis pada hal-hal yang kompleks, (3) anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide, (4) anak mampu memperoleh prinsip secara benar.

Mainan edukatif  untuk anak yang tepat pada  usia 4-8 tahun adalah mainan yang mewakili agar anak dapat  mengenal aturan, disiplin, tanggung jawab dan kemandirian. Anak juga diajarkan bagaimana mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya, berempati dengan temannya, tentunya juga berlatih bekerja sama dengan anak yang lain. Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa anak usia 4-8 tahun masih memerlukan pengawasan orangtua ketika bermain, maka jangan biarkan anak asyik sendiri selama berjam-jam ketika sedang bermain. Peran orang tua sangatlah penting dalam memilih mainan yang tepat untuk anaknya. Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh mainan edukatif yang dapat dipilih oleh orang tua untuk anaknya. Penasaran kan? Simak terus ya artikel ini sampai tuntas.

Alat Permainan Edukatif Sesuai Kebutuhan Perkembangan

Permainan edukatif merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan yang berfungsi sebagai cara atau alat pendidikan yang bersifat mendidik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir serta bergaul dengan lingkungan sekitar. Secara singkat, permainan edukatif adalah permainan yang bersifat mendidik.

Mainan edukatif untuk  anak harus sesuai dengan kebutuhan anak dimana masing-masing anak memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda. Alat Permainan Edukatif (APE) untuk merangsang stimulasi bagi anak dapat berupa alat permainan ataupun media, lingkungan fisik, audio ataupun audio visual.  Oleh sebab itu orang tua dan pendidik (guru) harus memperhatikan dengan seksama kelayakan, keamanan dan fungsi mainan tersebut. 

Beberapa contoh mainan anak usia 4-8 tahun  yang dapat menjadi acuan orang tua dan dapat mengembangkan kreativitas serta pengetahuan anak adalah :

  • Puzzle



Puzzle yang dipakai adalah puzzle yang sederhana, gambarnya belum terlalu rumit dan cocok untuk menjadi mainan anak usia 4-8 tahun. Permaian ini dapat dimainkan secara berkelompok dan setiap anak diitugasi untuk  merangkai kembali potongan-potongan kertas berbangun tak beraturan sehingga menjadi suatu bangun atau bentuk tertentu seperti bujur sangkar, empat persegi panjang, trapesium, jajaran genjang, lingkaran, dan segi tiga. Dengan dilakukan secara berkelompok, maka melalui permainan ini, seorang anak bukan hanya diajarkan tentang bagaimana bermain menyusun gambar yang terpecah- pecah, namun juga mengajarkan tentang nilai kerja sama dan kebersamaan. Nilai pengetahuan yang terkandung di dalamnya dapat diserap melalui contoh kerjasama dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anak dapat dijelaskan dan diberi contoh kerjasama dalam kehidupan nyata, misalnya kerja bakti membersihkan halaman rumah, membantu orang tua, menolong teman dan lain sebagainya.

  • Building Block
      

Building Block dapat terbuat dari kayu ataupun plastik. Biasanya permainan ini membangun rumah, istana, jembatan dan banyak pilihan bangunan lainnya. Pada prinsipnya permainan ini ialah membangun atau mendirikan suatu bangunan. Nilai yang diambil dari permainan ini adalah kecepatan, kebersamaan dan kerjasama anak dalam kehidupan sehari-hari.

  • Alat permainan di luar ruang, seperti : papan titian, papan jungkat jungkit, ayunan, perosotan dan lain-lain.


APE Outdoor merupakan seperangkat alat dan bahan yang menunjang program belajar anak didik, meliputi bahan belajar, media belajar, alat-alat main serta alat peraga.  APE Outdoor atau sarana Sarana bermain luar ruangan dibagi menjadi dua yang pertama adalah APE Luar Permanen dan yang kedua adalah APE Luar Movable atau dapat dipindah. Pengembangan sarana bermain luar dapat bervariasi sesuai dengan budaya, letak geografis, dan kemampuan lembaga selama sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan memenuhi standar keamanan sarana bermain.

  • Alat-alat keterampilan untuk mewarnai, menggunting, menempel, melipat.
       

  1. Kegiatan mewarnai bagi anak bertujuan untuk  menanamkan  sikap anak untuk memilih warna yang mereka anggap bagus dan ia sukai, melatih anak untuk membandingkan,  memilih dan menempatkan bagian satu dengan yang lainnya, melakukan tindakan fisik dimana anak melakukan gerakan mengoles dan mengendalikan gerak tangan. Bahan pewarna yang dapat digunakan untuk anak usia dini antara lain; cat air, krayon pastel, spidol, sepuhan, teres.
  2. kegiatan menggunting  berguna untuk melatih anak agar mampu menggunakan alat, dan melatih keterampilan  memotong objek gambar. Hal ini membantu perkembangan motorik, latihan keterampilan, sikap dan apresiatif  bagi anak.
  3. Kegiatan Menempel merupakan kegiatan lanjut dari menggunting. Menempel ini adalah kegiatan finishing dari kegiatan  3M, karena apabila proses penempelan ini telah dilakukan maka berakhirlah kegiatan 3M.  Mewarnai, menggunting dan menempel mempunyai tujuan motorik karena dapat diukur dari hasil keterampilan dalam menempel gambar. Penempelan  gambar dikatakan baik jika tepat pada tempat yang telah disediakan berupa bentuk kolom kosong yang terdapat garis pinggirnya untuk membatasi objek gambar yang telah diwarnai.
  • Alat-alat belajar angka dan huruf

Dalam makna sederhana, keaksaraan pada anak usia dini melibatkan kemampuan anak dan proses pembelajaran yang mengarah pada kemampuan anak mengenal simbol atau huruf dalam sebuah alat mainnya.  Anak usia Paud berada pada tahapan pra-operasional konkrit yaitu tahap persiapan kearah pengorganisasian pekerjaan yg konkrit dan berpikir intuitif dimana anak mampu mempertimbangkan tentang besar, bentuk dan benda-benda didasarkan pada interpretasi dan pengalamannya (persepsinya sendiri). Karena itu sangat penting bagi anak untuk diberikan alat main yang mendukung kegiatan keaksaraan anak. Berikan kebebasa pada anak untuk melakukan percobaan dengan huruf, kata, dan menulis dalam lingkungan keaksaraan yang bebas tanpa tekanan.

  • Peralatan sehari-hari (kursi, meja, sapu, kemoceng dll)
  • Aneka games kelompok kecil

Syarat-syarat yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Permainan Edukatif




Dalam memilih permainan edukatif, guru dan orang tua harus memperhatikan kelayakan dan kemanan mainan tersebut. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam memilih permainan edukatif diantaranya:

  • Multifungsi

Permainan edukatif harus mempunyai fungsi untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, seperti motorik, bahasa, kecerdasan, dan sosialisasi. Permainan edukasi juga harus sesuai baik untuk anak laki-laki atau perempuan. 

  • Berukuran besar

Permainan edukatif sebaiknya berukuran besar. Hal ini akan  memudahkan anak untuk memegangnya dan menghindari kemungkinan membahayakan misalnya dimasukkan ke mulut.

  • Mengembangkan Daya Fantasi

Permainan edukasi diharapkan mampu mengembangkan daya fantasi dan imajinasi anak.

  • Desain Mudah dan Sederhana

Alat permainan edukatif harus dapat dimainkan dengan berbagai variasi.  Permainan edukatif sebaiknya  memiliki desain yang sederha. Jangan terlalu sulit sehingga anak akan mudah frustasi, atau terlalu mudah sehingga anak akan cepat bosan. Hal paling penting adalah tepat dan mengena pada sasaran edukasi, sehingga anak tidak terbebani dengan kerumitannya.

  • Mendorong Anak untuk bermain bersama

Alat permainan edukatif harus mudah diterima oleh semua kalangan, di mana bentuk mainan tersebut harus umum. Pilihlah mainan edukatif  yang memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi dengan temannya dengan segenap kreativitasnya.

  • Awet dan sesuai kebutuhan

Hendaknya permainan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.Tidak mudah rusak serta jika terjadi kerusakan harus mudah diperbaiki. Selain itu pemeliharaannya juga harus mudah, harus terbuat dari bahan yang mudah didapat dan mudah dalam pemeliharaannya, dan terpeting harganya terjangkau oleh masyarakat luas.

  • Menarik

Alat permainan edukatif  harus menarik, baik dari segi warna maupun bentuknya. Bila bersuara, suara yang dihasilkan harus jelasPermainan edukatif sebaiknya mampu memotivasi anak dan tidak memerlukan pengawasan yang intensif. Sehingga anak akan bebas mengekspresikan kekreatifannya.


Prinsip yang Harus Dimiliki Dalam Media Permainan Edukatif

  • Prinsip Produktivitas

Permainan edukatif harus dapat mengembangkan sikap produktif pada diri anak sebagai pengguna dan pemain dalam permainan itu sendiri. Diharapkan dari permainan itu akan mengena dan tersimpan di memori anak sehingga suatu saat anak mampu menginovasi atau menciptakan sesuatu yang baru.

  • Prinsip Aktivitas

Permainan edukatif harus mampu mengembangkan sikap aktif pada anak. Sehingga permainan edukatif mampu mengembangkan motorik kasar dan motorik halus pada anak.

  • Prinsip Efektivitas da Efisiensi

Prinsip ini menjadi tolak ukur dari efek permainan edukatif yang digunakan. Jadi dalam hal ini guru sebagai fasilitator dituntut cerdas untuk memilih permainan edukatif yang memiliki muatan pendidikan dan cocok untuk anak.

  • Prinsip Kreativitas

Melalui permainan, diharapkan anak mampu merancang sesuatu yang baru dan berbeda dan menimbulkan kepuasan pada anak. Meskipun permainan itu mudah dan murah, tapi anak akan tetap memiliki rasa penasaran untuk membongkar atau merusaknya.

  • Prinsip Mendidik Dengan Menyenangkan

Permainan edukatif harus memperhatikan sisi kemampuan anak. Dari permainan tersebut diharapkan anak merasa senang  disamping tanpa disadari nya permainan yang dikembangkan juga bermanfaat untuk mengembangkan IQ, EQ dan SQ mereka.

Tidak semua mainan anak usia 4-8 tahun memiliki harga yang  mahal dan modern akan bersifat mendidik, Dapat  jadi hal tersebut hanya menanamkan sifat konsumtif pada anak. Sehingga selayaknya orang tua  dan pendidik di sekolah harus  dapat memilih dan menyediakan media-media yang dapat mendukung perkembangan kepribadian anak, yang menyangkut fisik, intelektual, sosial, moral dan emosional anak. Demikian sedikit ulasan  mengenai alat permainan edukatif sesuai kebutuhan perkembangan. Semoga dapat bermanfaat.

Baca Juga : Bagaimana mengurangi koleksi mainan anak anda saat sudah terlalu banyak jumlahnya ?

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang