Apa mungkin kalau kita pergi dugem dan tidak minum?

Dilihat 440 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sebelum berlanjut ke pembahasan perlu tidaknya meminum minuman beralkohol saat dugem, rasanya perlu penjelasan singkat mengenai aktivitas dugem itu sendiri. Dugem yang merupakan singkatan dari dunia gemerlap memang sering diidentifikasikan dengan aktifitas hura-hura. Istilah ini menjadi sangat terkenal di Indonesia seiring dengan kebutuhan para eksmud (eksekutif muda) untuk menyeimbangkan diri dari tumpukan emosi dan rutinitas pekerjaan seminggu di kantor dan bisnis yang dikelolanya sendiri.

Para eksmud ini melakukan hal dugem selain untuk melepas penat dengan berjoget diiringi musik yang asyik, mereka juga menikmati minuman-minuman beralkohol termahal yang terkenal di sana. 


    minuman beralkohol


Berdugem-ria dengan menikmati suasana diskotik, cafe, bar atau lounge yang menghadirkan musik dengan bit yang kuat, cepat dengan volume yang keras yang merangsang badan ikut ‘shake n movin’ (berdisko) dan sekadar bergoyang semalaman.
Kadang, Dugem telah menjadi acara rutin bagi banyak orang, dan mereka telah mengalokasikan dana khusus untuk hal yang mereka sebut sebagai sarana untuk memanjakan diri menghilangkan penat itu.

       dugem


Oke, sekarang pertanyaannya adalah, mungkinkah tidak minum alkohol saat dugem? Perlu diketahui sebelumnya, minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu. Mengingat orang-orang yang diperbolehkan minum alkohol adalah usia dewasa dan dianggap sudah bisa memiliki keputusan sendiri atas hidupnya dan bertanggung jawab, maka tindakan minum atau tidak minum alkohol saat dugem adalah pilihan masing-masing individu.


Apakah Minuman Beralkohol Memiliki Efek Samping?

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.
Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah, atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara ngawur, atau kehilangan konsentrasi.
Efek samping terlalu banyak minuman beralkohol juga menumpulkan sistem kekebalan tubuh. Alkoholik kronis membuat jauh lebih rentan terhadap virus termasuk HIV.
Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.



Bisakah Pergi Dugem dan Tidak Minum Minuman Keras?


Alasan kebanyakan orang tidak bisa menikmati dugem kalau tidak minum adalah karena biasanya orang-orang mencoba untuk pergi dugem pada usia ketika mereka sudah legal secara hukum untuk minum alkohol. Jadi dari pengalaman mereka, dugem tidak lengkap tanpa meminum minuman beralkohol.

Ini tidak ada hubungannya dengan apakah apa yang kamu rasakan secara objektif, tapi karena pikiranmu sudah terbiasa dengan hal itu, jadi ada yang kurang rasanya kalau kamu tidak melakukannya.

Alasan lainnya, mungkin karena saat dugem kamu berada di tempat yang ramai dengan orang-orang asing yang penuh keringat, musik yang keras, udara yang lembab di waktu ketika seharusnya badanmu beristirahat.

Semua kondisi tersebut bisa membuat kamu tidak nyaman dan menimbulkan stres bahkan bisa saja menyiksa bagi sebagian orang. Jadi walaupun dugem kelihatannya enak, tapi sebenarnya tubuh kamu merasa stres dan minum alkohol membantu meringankan rasa stres tersebut. Makanya, ada banyak orang yang kecanduan minuman ini.

Sebenarnya tujuan seseorang pergi dugem adalah untuk melepas penat dengan berjoget diiringi musik yang telah dijelaskan diatas, maka bisa saja jika kalian tidak ingin minum minuman keras saat dugem. Selain merusak otak, minum minuman beralkohol juga dapat menyebabkan kecanduan dan perilaku yang negatif. Karena itu disarankan jika ingin pergi dugem, cukup nikmati saja musiknya tidak perlu sampai minum minuman keras.

Pergi dugem pun sangat menguras kocek, disamping biaya masuknya yang besar juga makan dan minum disana pun tak murah. Apalagi jika kita memesan minuman beralkohol termahal di sana. Jika kebiasaan ini kita lakukan setiap minggunya, tentunya akan menghabiskan gaji kita untuk hal-hal yang mudharat.

Mungkin sesekali kita menikmati dugem sebulan sekali untuk melepas penat bolehlah. Tak perlu minum minuman keras jika tidak nyaman, cukup nikmati saja musiknya. Akan lebih bijak jika, hasil gaji kita tabung dan digunakan seperlunya. Melepas penat pun tak harus pergi dugem, cukup dengarkan musik saja di kamar sambil minum minuman hangat atau makan snack, itu dirasa lebih hemat dan lebih dari cukup untuk melepas penat. Ada banyak cara-cara untuk melepas penat tanpa harus pergi dugem dan mabuk-mabukkan karena minum alkohol. Pilihlah kegiatan yang lebih sehat dan lebih hemat juga menyenangkan. Ambil contoh, Anda bisa lakukan lari pagi di hari Minggu di jalan-jalan kosong atau Car Free Day bersama teman-teman Anda. Selain menyehatkan, hemat, juga menyenangkan.

Dan jangan lupa, kegiatan dugem yang harus begadang untuk menjalani aktivitasnya merusak sistem kerja organ-organ dalam. Berkaitan dengan penelitian para dokter di Taiwan National Hospital, penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang. Sebabnya apa? Karena pada pukul 23.00 sampai dengan pukul 01.00 dini hari adalah proses detox di bagian hati dan harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas. Inilah sebabnya aktivitas dugem itu sangat tidak sehat. Jika aktivitas dugem itu sendiri yang mengharuskan begadang bisa merusak hati, lalu bagaimana jika ditambah dengan minum minuman beralkohol? Tentunya, itu akan mempercepat kerusakan hati, bukan tidak mungkin memicu kanker hati.

Berkaitan dengan minuman beralkohol termahal, seorang pengusaha asal Rusia mengeluarkan uang yang sangat besar hanya untuk segelas minuman.


Uang yang harus ia keluarkan demi mendapatkan minuman beralkohol termahal yang pernah ada yang bernama Hennessy Cognac ini adalah sebesar US $50.000 atau sekitar Rp 565,5 juta.


Sang pengusaha itu diketahui bernama Andrei Melnikov. Ia ternyata bukan membeli minuman mahal biasa, minuman beralkohol termahal ini tercatat di dalam buku rekor dunia, Guiness Book of Record. Meskipun terlihat seperti minuman beralkohol pada umumnya, Hennessy Cognac ini terdiri dari ramuan minuman langka istimewa dan disajikan dalam gelas super mewah.


Pada akhirnya, minum atau tidak minum alkohol saat dugem adalah pilihan anda. Jika memang anda ingin melewati malam bersama teman-teman dengan menikmati musik dugem tanpa harus mabuk dan kehilangan kesadaran, maka sebaiknya hindari saja. Diskotik dan pub-pub malam tidak hanya memiliki minuman beralkohol di dalam daftar menu mereka. Mereka juga menyediakan soda, jus, bahkan es teh dan air mineral, jadi anda tidak perlu khawatir apabila anda memang tidak ingin minum alkohol. Dan yang lebih penting adalah memilah-milah aktivitas mana yang lebih menyehatkan untuk Anda. Selamat bersenang-senang!


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang