Apa pendapat kalian tentang masa depan Indonesia?

Dilihat 4,22 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sebelum kita membahas mengenai Indonesia di masa depan dan perkembangan Indonesia saat ini, terlebih dahulu akan saya jelaskan mengenai target pembangunan dan rencana pembangunannya.


Target Pembangunan dan Rencana Pembangunan Indonesia

Pemerintah Indonesia memberikan prioritas tinggi kepada perkembangan ekonomi dan sosial di seluruh negara Indonesia. Pemerintah telah menetapkan sejumlah target yang ambisius yang direncanakan tercapai pada tahun 2025.



Target Indonesia di masa depan ini mencakup:

• masyarakat yang tertib, maju, damai dan berkeadilan sosial

• populasi yang kompetitif dan inovatif

• demokrasi yang adil

• perkembangan sosial dan kesetaraan antara semua orang dan daerah

• menjadi kekuatan ekonomi dan diplomatik yang berpengaruh di skala global

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Indonesia menyusun tiga rencana pembangunan yang saling terkait dan bergantung:

♦ Rencana Pembangunan Jangka Pendek Nasional (RPJPN)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)

♦ Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia   (MP3EI)


Rencana yang pertama, RPJPN, adalah rencana yang paling penting secara hirarkis dan mencakup periode 2005 hingga 2025. Untuk meningkatkan efisiensi dan perencanaan, rencana jangka panjang ini dibagi menjadi empat tahap, setiap tahap berlangsung selama lima tahun. Keempat tahap itu adalah empat rencana RPJMN yang berjangka menengah dan sejajar dengan masa jabatan pemerintah. Melalui rencana jangka menengah ini, pemerintahan yang berbeda diberi kebebasan untuk menentukan prioritas tersendiri dalam proses pembangunan ekonomi asalkan sejalan dengan rencana jangka panjang (yaitu RPJPN). Rencana MP3EI diluncurkan pada tahun 2011 dengan tujuan untuk menunjang percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia.

Seksi ini memberikan garis besar ketiga rencana pembangunan pemerintah tersebut dan yang mencakup peranan penting untuk sektor swasta melalui kemitraan publik-swasta dengan pemerintah Indonesia.


Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005-2025)

Rencana jangka panjang pemerintah RPJPN yang ambisius ini digunakan sebagai titik tolak untuk seluruh Indonesia (termasuk pemerintah, masyarakat dan bisnis) untuk mencapai tujuan nasional seperti yang telah direncanakan dan diformulasikan oleh pemerintahan terpilih di Indonesia. Rencana pembangunan jangka panjang ini berjalan hingga tahun 2025 dan dibagi dalam beberapa rencana berjangka menengah serta ditunjang oleh MP3EI.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015-2019)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015-2019) adalah tahap yang ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (atau RPJPN 2005-2025). Rencana ini merupakan asas tunggal untuk kementerian dan lembaga pemerintah menyangkut perumusan Rencana Strategis mereka. Pemerintah daerah harus mempertimbangkan rencana ini ketika merumuskan rencana pengembangan daerah.


Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

MP3EI adalah sebuah masterplan yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2011. Dalam rencana tersebut, pemerintah sebenarnya menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran tujuh hingga delapan persen per tahun mulai 2013 (target yang gagal). MP3EI itu juga bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar pada 2025. Masterplan ini mencakup investasi senilai USD $470 miliar yang sebagian besar akan ditawarkan kepada swasta melalui program kerja sama pemerintah-swasta.


Setelah melihat target dan rencana pembangunan pemerintah, bisa kita simpulkan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia di masa depan yang membaik di segala sektor.

Pembangunan kasat mata yang bisa kita lihat dan rasakan manfaatnya saat ini adalah pertama program pelayanan BPJS atau Kartu Indonesia Sehat yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat tanpa terkecuali. KIS (Kartu Indonesia Sehat) adalah jaminan kesehatan yang memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Lebih dari itu, secara bertahap cakupan peserta akan diperluas meliputi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan bayi yang lahir dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang selama ini tidak dijamin.
KIS memberikan tambahan manfaat, layanan preventif, promotif dan deteksi dini yang akan dilaksanakan secara lebih intensif dan terintegrasi.
KIS memberikan jaminan bahwa pelayanan oleh fasilitas kesehatan tidak membedakan peserta berdasarkan status sosial.
Penyelenggara Program adalah BPJS Kesehatan.Meskipun layanan ini masih memiliki kekurangan disana-sini, tetap saja kita harus bersyukur sebab banyaknya rakyat miskin yang sangat tertolong kesehatannya dengan program ini.



Kedua, adalah pembangunan di bidang pendidikan berupa program Kartu Indonesia Pintar yang melayani kebutuhan anak-anak sekolah yang tidak mampu dan beasiswa LPDP. KIP (Kartu Indonesia Pintar) sendiri merupakan kartu yang ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang ingin menyekolahkan anaknya yang berusia 7-18 tahun secara gratis. Mereka yang mendapat KIP ini akan diberikan dana tunai dari pemerintah secara reguler yang tersimpan dalam fungsi kartu KIP untuk bersekolah secara gratis tanpa biaya. Program KIP sendiri akan ditujukan pada 15,5 juta keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia  yang memiliki anak usia sekolah 7 hingga 18 tahun baik yang telah terdaftar maupun yang belum terdaftar di sekolah maupun madrasah. Dengan program KIP ini diharapkan angka putus sekolah bisa turun dengan drastis. Kartu Indonesia Pintar (KIP) sendiri memiliki beberapa manfaat yaitu :

  • Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan sebagai penanda dan digunakan untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KKS untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar bila terdaftar di Sekolah, Madrasah, Pondok Pesantren, Kelompok Belajar (Kejar Paket A/B/C) atau Lembaga Pelatihan maupun Kursus.
  • Untuk tahap awal di 2014, KIP telah dicetak untuk sekitar 160 ribu siswa di sekolah umum dan juga madrasah di 19 Kabupaten/Kota. Untuk 2015, diharapkan KIP dapat diberikan kepada 20,3 juga anak usia sekolah baik dari keluarga penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau memenuhi kriteria yang ditetapkan (seperti anak dari keluarga peserta PKH).
  • KIP juga mencakup anak usia sekolah yang tidak berada di sekolah seperti Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)  seperti anak-anak di Panti Asuhan/Sosial, anak jalanan, dan pekerja anak dan difabel. KIP juga berlaku di Pondok Pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Lembaga Kursus dan Pelatihan yang ditentukan oleh Pemerintah.
  • KIP mendorong pengikut-sertaan anak usia sekolah yang tidak lagi terdaftar di satuan pendidikan untuk kembali bersekolah.
  • KIP menjamin keberlanjutan bantuan antar jenjang pendidikan sampai tingkat SMA/SMK/MA.
    Penerima program KIP ini sendiri diprioritaskan pada :  
  • Penerima BSM dari Pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014    Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima manfaat BSM
  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga peserta PKH
  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial
  • Siswa/santri (6-21 tahun) dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Mandrasah)
  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/bencana alam melalui jalur FUS/FUM;
  • Anak usia sekolah yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah dapat direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015.Meskipun, banyak anak-anak di daerah pelosok putus sekolah dan kesulitan membiayain sekolah, akan tetapi paling tidak sudah 17 juta kartu yang sudah sampai ke tangan anak-anak yang berhak di berbagai daerah. Beasiswa LPDP juga adalah bentuk program ambisius yang digagas oleh kementrian keuangan untuk mencapai generasi emas Indonesia tahun 2045. Diharapkan para lulusan beasiswa LPDP akan mencetak generasi pemimpin terbaik Indonesia yang membuat Indonesia pimpin ekonomi dunia pada tahun 2045. Harapan lainnya adalah meningkatkan taraf pendidikan Indonesia menjadi 75% rakyat Indonesia memiliki tingkat pendidikan minimal perguruan tinggi negeri di tahun 2045.

Ketiga adalah penyamarataan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah untuk menjangkau daerah pelosok dan menekan harga-harga kebutuhan pokok. Dahulu, seperti yang kita ketahui, masih ada kesenjangan antara harga bbm di pulau Jawa dengan pulau Papua misalnya. Melalui kebijakan presiden yang baru yang menerapkan bbm satu harga di seluruh Indonesia, maka harga bbm di pulau Jawa sudah tidak berbeda dengan yang di pulau Papua. Berbagai tol-tol trans lintas provinsi pun dikebut pengerjaannya seperti di daerah Papua dan Sumatera saat ini. Pemerintah pun menargetkan akan membangun minimal 1000 km jalur jalan tol selama lima tahun kedepan.



Listrik pun diusahakan diadakan untuk menyuplai daerah-daerah yang belum tersentuh listrik. Seperti yang terjadi dengan 240 RTM (Rumah Tangga Miskin) di Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang baru merasakan aliran listrik setelah 40 tahun gelap gulita. Ada juga, listrik yang sudah bisa mengalir 24 jam di Pulau Ende setelah 32 tahun lamanya listrik tidak mengalir di Pulau Ende, NTT.

Dari ketiga hal pembangunan nyata yang saya sebutkan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa perkembangan Indonesia sedang menuju kearah yang lebih baik. Diharapkan target-target pemerintahan saat ini akan terlaksana di masa depan dan rakyat Indonesia akan semakin cerdas dan makmur.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang