Apa pendapat orang Belanda tentang Indonesia?

Dilihat 6,62 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1



Sejarah mencatat, sejak pengakuan pihak negeri kincir angin terkait kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949 (bukan 17 Agustus 1945), kedua negara ini sedianya belum 100 persen mengakhiri perseteruan.

Agustus 1960, hubungan diplomatik dengan Belanda dihentikan sepihak oleh Indonesia. 


Persoalannya apalagi kalau bukan ‘rebutan’ wilayah terakhir NKRI saat itu, Irian Barat. Sesuai perjanjian Konferensi Meja Bundar, Presiden RI pertama, Soekarno menagih janji untuk bisa mengibarkan bendera ‘Merah-Putih’ di Irian Barat (sekarang Papua Barat)


Sementara itu pihak Belanda menolak mengakui Irian Barat sebagai bagian dari NKRI, lantaran menganggap Indonesia dan Irian tak punya keterikatan etnik.Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) pun jadi jawaban Soekarno dalam pecahnya konflik dengan Belanda di Irian.


Namun kini hubungan kedua negara semakin menguat dalam bingkai Kemitraan Menyeluruh. Dilandasi dengan prinsip kesetaraan, sikap saling percaya, saling menghormati, dan saling menguntungkan itulah yang menjadi modal dasar penting bagi peningkatan hubungan Indonesia dan Belanda.


Nah, sekarang bagaimanakah sejarah orang Indonesia keturunan Belanda itu? Dan apa pendapat orang Belanda terhadap Indonesia? Mari kita lihat uraian singkat dibawah ini:


Sejarah Orang Indonesia Keturunan Belanda

      


Orang Indo, singkatan dari bahasa Belanda yang berarti Indo-European, Eropa-Hindia. Khusus perkawinan orang Indonesia (pribumi) dan Belanda dikenal dengan istilah blasteran atau Indo-Belanda. Dalam arti yang lebih luas, Indo-Belanda adalah kata keadaan yang menerangkan sesuatu yang berhubungan dengan Indonesia dan Belanda. 


Tahun 1945 sampai dengan 1950 setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya dari kerajaan Belanda, kondisi Indonesia masih simpang siur. Pada saat itu kebanyakan orang Belanda meninggalkan Indonesia untuk kembali ke negeri asal.


Pemerintah Indonesia yang dipimpin presiden Soekarno memberi pilihan kepada orang-orang keturunan Belanda yang disebut 'Indo'. Boleh menetap di Indonesia atau pergi ke Belanda selamanya.


Aturan lainnya adalah bagi orang-orang 'Indo' yang saat itu berada di Belanda tidak bisa kembali lagi ke Indonesia. Sebab, pemerintah Indonesia sudah mencabut paspor mereka yang berstatus berkewarganegaraan Hindia-Belanda.


Tetapi, banyak pula orang 'Indo' itu yang kehilangan dokumen penting mereka seperti paspor. Sehingga, banyak orang 'Indo' yang tinggal di Indonesia dan tidak bisa kembali ke negeri Belanda.


Kebanyakan orang 'Indo' berkewarganegaraan Belanda, namun mereka tidak bisa membuktikan kewarganegaraan mereka dengan suatu dokumen lantaran kehilangan dokumen (paspor). 


Alhasil, mereka harus menetap di Indonesia dan kehilangan hak mereka sebagai warna negara Belanda seperti, uang pensiun; uang tunjangan sosial; dan lain-lain yang lazim diterima warga negara Belanda. 


Inilah akar masalah mereka mengapa mereka tidak bisa kembali ke Belanda pada saat itu, yaitu karena mereka kehilangan atau tidak mempunyai dokumen yang menyatakan bahwa mereka adalah warga negara Belanda. Orang 'Indo' pada umumnya memiliki nama Belanda dan banyak dari mereka yang mengalami diskriminasi karena penampakan fisik mereka yang berbeda dengan orang Indonesia (pribumi) asli.



Pandangan Orang Belanda mengenai Indonesia

 

  


Sebagai orang yang memiliki darah campuran Indonesia dan Belanda, saya memiliki beberapa legitimasi untuk menjawab pertanyaan di atas.

Orang-orang Belanda yang peduli tentang hubungan sejarah antara Indonesia dan Belanda adalah Orang 'Indo' (keturunan Indonesia-Belanda) dan orang-orang Belanda “totok” yang asalnya dulu dari Hindia Belanda (sekarang Indonesia). 


Bahkan kebanyakan orang Belanda masa sekarang ini tidak tahu mengenai apa yang orang Belanda dulu lakukan di Hindia Belanda (Indonesia)

Jika Anda bertanya apa yang orang Belanda rasakan tentang Indonesia, itu sama hal seperti bertanya bagaimana pendapat orang Amerika terhadap Papua BaratHubungan antara Belanda dan koloninya hampir semuanya bersifat eksklusif, yaitu hubungan bisnis seperti biasa. Seperti halnya Freeport Mcmoran .


Saya lebih senang jika orang-orang Belanda mulai berpikir, bahkan mendukung rekonsiliasi sejarah antara kedua negara tersebut.


Itulah sejarah singkat mengenai orang Indonesia keturunan Belanda dan pendapat orang Belanda terhadap Indonesia. Intinya, Belanda dan Indonesia telah berbagi sejarah yang panjang, dan saat ini hubungan kedua negara berjalan dengan baik. 


Memang upaya menghilangkan beban sejarah di antara Indonesia-Belanda ternyata tidak mudah di tengah kondisi global yang terus berubah. Kedewasaan kedua negara yang telah berbagi pengalaman sejarah amat panjang itu terus menerus akan diuji. 


 Namun hubungan kedua negara dapat terus di per erat asalkan semua berperan dalam proses tersebut baik dari sisi pemerintah, pengusaha, akademisi, wisatawan, atau melalui hubungan keluarga yang masih terjalin. (Baca: Apa pendapat orang India terhadap Indonesia?)


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang