Apa pengalaman terburukmu selama masa pubertas?

Dilihat 5,85 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Bagi saya, bahkan masa pubertas itu sendiri sudah merupakan mimpi buruk. Waktu itu saya smp dan ciri - ciri kewanitaan sudah mulai muncul. Suatu hari saya berbincang - bincang dengan salah satu teman sekelas saya yang laki - laki ketika tiba -tiba tangannya meraba payudara saya (meskipun waktu itu musim dingin dan saya mengenakan sweater) dan dia mencubitnya dengan keras. Saat itu adalah waktunya dan orang - orang berhamburan untuk rapat, ketika sedang mengantri, saya masih merenungkan apa yang baru saja terjadi.


Sebagai anak kecil, saya pikir dia tidak sengaja melakukannya. Dan dia kembali berbicara seolah - olah tidak ada yang terjadi, jadi saya yakin itu tidak disengaja. Dia adalah murid teladan. Keesokan harinya sebelum mulai rapat, waktu saya sedang bersiap - siap untuk rapat dan meletakkan tas sekolah saya di bangku kelas, seorang anak lelaki menghampiri saya dan bertanya apakah saya sudah mengerjakan pr matematika. Saat saya memberikan buku pr ke dia, dia meraba payudara saya dan mencubitnya. Begitu kerasnya hingga air mata saya keluar dan saya kaget. Dia mengambil buku pr saya dan kabur. Saya tidak menghadiri rapat tapi menangis di kamar mandi dan terkejut dengan apa yang terjadi. Dan untuk alasan tertentu, saya mulai membenci bagian tubuh saya itu.


Sejak hari itu sampai saat ini, setiap kali saya berbincang - bincang dengan seseorangm saya akan menjaga jarak dan tangan saya selalu sangat aktif setiap kali saya berada di tempat umum. Jaga - jaga untuk mencegah orang mesum meraba saya. Sekarang setelah seminggu, saya menemukan catata di buku harian saya saat sekolah yang ditulis dengan tulisan yang sangat kacau yang saya kenali berasal dari anak lelaki yang dulu duduk di sebelah saya (bukan kemauan saya, tapi tempat duduk diatur guru). Tulisannya, "Aku ingin membuka pakaianmu, membaringkanmu di atas tempat tidurku dan "merobekmu"". (dia menulisnya dengan cara yang sangat tidak sopan). Saya menangis di bus dan merobek catatan itu. Saya ketakutan. 


Menstruasi pertama kali membuat pubertas terasa semakin buruk bagi saya. Setelah kejadian itu, rasa percaya diri saya menurun drastis. Saya benci bentuk tubuh saya yang terlihat seperti perempuan. Saya benci pubertas. Saya takut melihat mata para lelaki yang saling tersenyum satu sama lain ketika pelajaran tentang sistem reproduksi wanita sedang dibahas. 


Sekarang saya hampir lulus dari perguruan tinggi. Dan beradada dalam posisi dimana saya akan menedang orang mesum yang berani meraba saya. Saya bangga menjadi diri saya dan orang - orang di sekitar saya juga bangga terhadap saya. Bahkan setiap kali saya memikirkannya, saya berpikir bagaimana saya bisa menjadi diri saya yang sekarang. Saya akan melawan siapapun yang berani macam - macam dengan saya. Saya akan menampar mereka atau paling tidak bereaksi terhadap mereka tapi saya sering menahannya karena saya tidak tahu apa yang harus saya katakan kepada orang - orang kalau mereka bertanya apa yang baru saja terjadi.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang