Apa pentingnya lebah dalam rantai makanan dan apa peran mereka?

Dilihat 931 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak semua proses penyerbukan membutuhkan penyerbuk, yang paling familiar menjadi biji-bijian seperti barley, jagung, oats dan gandum. Mereka merupakan keluarga Poaceae dan diserbuki oleh angin. Keluarga Fabaceae (biasanya disebut kacang-kacangan) yang meliputi buncis dan kacang polong (termasuk kacang kedelai) umumnya menyerbukan dirinya sendiri. Umbi-umbian akar merambat juga tidak memerlukan penyerbukan dan salah satu yang paling penting dalam keluaga umbi-umbian adalah kentang. Umbi-umbian seperti kentang, hanya tumbuh bongkol pada akar yang akan menjadi tanaman lainnya. 


Namun pada tanaman seperti bunga-bunga dan juga dalam contoh rantai makanan, serangga seperti lebah bisa sangat membantu proses penyerbukan.


Di bawah ini saya akan menjelaskan mengenai proses penyerbukan pada tanaman.




Penyerbukan Pada Tanaman


Apa penyerbukan itu? Penyerbukan adalah bergeraknya serbuk sari dari bagian tanaman yang memproduksinya (antena pada benang sari) ke bagian tanaman yang menerimanya (putik tapi pada karpel lansung). Serbuk sari adalah gamet jantan dan berbentuk bubuk yang agak "lengket" tapi umunya akan berbentuk serbuk. Banyak tanaman mengandung benang sari dan karpel di bunga yang sama, tanaman yang lain menghasilkan beberapa bunga jantan dan beberapa bunga betina (terutama labu), yang lainnya memiliki jantan dan betina terpisah pada satu individu (dioecious).




Setiap tanaman dapat diserbuki oleh angin, karena angin dapat meniup serbuk sari dari antera ke karpel (stigma langsung). Beberapa tanaman, seperti rumput, telah berevolusi untuk mengandalkan penyerbukan oleh angin. Penyerbukan angin hanya menghasilkan benang sari terbuka dan karpel tanpa kelopak pada batang di atas daun. Anda bisa melihatnya ketika Anda lama tidak memotong rumput anda dan rumput menghasilkan beberapa batang. Angin meniupkan serbuk sari dari benang sari dan menyebarkannya secara luas di mana dia akan menempel pada karpel yang sama atau tanaman lainnya. Biji berkembang pada batang dan ketika angin siap meniup pergi menyerbarkannya juga.


Jagung adalah contoh yang bagus dari penyerbukan angin, karena sangat mudah terlihat. Jagung menghasilkan jantan pada bagian atas tanaman (biasa disebut tassel) dan betina pada tangkai (biasa disebut sutra) yang menjadi telinga jagung. Setiap kernel jagung memiliki karpel tipis panjang yang menempel dari bagian atas telinga. Bila anda mengupasnya, anda sendiri akan menemukan semua serat di dalamnya dan anda harus menggosokan mereka. Serbuk sari juga jatuh dari rumbai atas ke sutra atau berhembus dari tasel tanaman ke sutra. Setiap sutra yang bahkan hanya menerima satu serbuk saja akan menghasilkan kernel ditelinga jagung. Tidak adanya serbuk sari pada jagung berarti anda akan menemukan "lubang" di mana sebagiannya hilang.


Namun tanaman apapun yang menyerbuki dirinya atau tumbuhan umbi-umbian tidak dapat berkembang dan berubah untuk memenuhi perubahan lingkungan sehingga semua tanaman (kecuali sangat sederhana) memiliki mekanisme penyerbukan yang memungkinkannya perkawinan silang, dan karenanya mentransfer gen yang menghasilkan sifat-sifat yang membantu tanaman lebih baik dalam bertahan hidup di lingkungan dari satu tanaman ke tanaman lain.

Kentang menghasilkan bunga dan jika diserbuki, bibit akan menjadi tanaman kentang yang baru. Banyak orang akan memberitahu Anda bahwa banyak kebun sayuran tidak membutuhkan penyerbuk seperti bit, bawang, selada, kangkung, wortel karena mereka menghasilkan buah yang kita makan tanpa mengalami penyerbukan. Hal ini benar, namun meraka melupakan bahwa menanam tanaman sayuran dari biji dan menghasilkan biji tanaman harus diserbuki. Tiggalkan selada di tanah dalam waktu cukup lama dan akan menghasilkan sebuah batang yang bunga dan bijinya jika diserbuki.


Mencakup penyerbukan dan faktanya adalah banyak tanaman yang kita makan tidak perlu penyerbukan tetapi banyak orang melakukan itu. Tanpa penyerbuk pola makan kita akan menjadi sebagian besar dari kentang, biji-bijian, kacang-kacangan, ubi jalar, biji bunga matahari, dan jagung (mungkin beberapa umbi-umbian seperti daun bawang dan bawang merah). Kita akan pasti kehilangan kacang-kacangan, buah-buahan, tomat, paprika, buah, anggur, dan berbagai macam lainnya. Saya bertanya-tanya apakah manusia bisa hidup jika makan makanan dari makanan biji-bijian, kacang-kacangan, dan kentang. Tidak, Anda tidak bisa mendapatkan anggur dengan roti anda. Ketika saya membayangkan contoh rantai makanan seperti itu, saya membatin akankah manusia kelaparan? Tidak, mungkin tidak, tapi juga tidak akan memiliki nutrisi yang tepat yang kita perlukan, kita tidak dapat mensintesis semua nutrisi yang kita butuhkan (sampai kita mendapatkan pabrik nanoteknologi pula).




Lebah madu adalah salah satu penyerbuk terbaik. Mereka terbang dari satu bunga ke bunga lain untuk memanen nektar yang tanaman hasilkan untuk menarik lebah. Sampai mereka mendapatkan nektar, serbuk sari menempel pada tubuh mereka karena adanya muatan statis. Mereka juga mengumpulkannya untuk digunakan sebagai protein dari membesarkan anak mereka untuk menjaga koloninya. Ketika mengunjungi bunga lainnya, mereka membawa serbuk sari dari semua bunga yang sebelumnya mereka kunjungi, kuas berlawanan dengan karpel karena bunga menempatkan nektar di putik, sehingga terjadi penyerbukan pada karpel.


Sebuah cerita disini adalah tentang penyerbukan. Kami punya sebuah pertanian sayuran dan pada tahun pertama kami menanam, kami tidak mempunyai sarang lebah di lahan kami. Kami mendapatkan beberapa lebah lokal tetapi tidak banyak. Lebah sangat jarang dari pada dulu dan lebah liar lebih langka. Labu, melon, tomat, paprika, dan mentimun kami semua mekar tapi hanya manghasilkan sedikit buah. Ketika kami mampu mendapatkan dua koloni lebah pada bulan Mei, tiba-tiba kami mulai menghasilkan banyak sayuran dalam jumlah besar karena dua buah koloni tersebut (awalnya sekitar 35.000 lebah per koloni) terus-menerus dilahan. Tidak hanya kami yang manghasilkan lebih banyak sayuran tapi semua tetangga sekitar kami dengan jarak beberapa mil memberitahu bahwa mereka mereka juga mendapatkan banyak sayuran. Tetangga yang dekat dengan kami mengatakan kebun mereka hidup dengan lebah madu dan mereka menghasilkan begitu banyak labu mereka bisa memenuhi dua truk mereka. Semua orang di sekitar juga memperhatikan bagaimana blackberry liar menghasilkan buah lebih banyak dari yang mereka bisa ingat dalam sepuluh tahun terakhir.


Semua itu karena kita membawa dua koloni lebah madu ke daerah. Hal itu berdampak pada daerah sekitar dengan jarak 2 mil dari pertanian kami. Lebah madu adalah penyerbuk yang paling efisien. Hal ini diperkirakan mereka mengunjungi sekitar dua juta bunga dan terbang 55.000 mil (tujuh kali mengelilingi bumi) untuk membuat satu pon madu. Sebuah sarang dapat membuat 100 pon madu per tahun. Itu berasal dari 2 miliar bunga dan 700 kali terbang mengelilingi bumi. Karena itu, sejauh ini mereka adalah penyerbuk yang paling efektif dan banyak tanaman telah berevolusi untuk mencari perhatian lebah madu untuk alasan ini. Lebah-lebah membantu penyerbukan tanaman-tanaman, bahkan tanaman yang tidak memerlukan penyerbukan seperti kacang.


Tanaman-tanaman yang menyerbukan dirinya sendiri digunakan untuk sarana replikasi diri dalam kasus tidak ada penyerbuk, tetapi penyerbukan dengan cara eksternal, lebah masih memperhatikan bagaimana tanaman mengalihkan genetika dan lebih cocok tumbuh di sebuah daerah. Jumlah lebah di dunia sedang menurun. Ada banyak alasan untuk itu. Salah satu yang terbesar adalah pertanian monokultur. Di mana dulu ada bermil-mil dari padang rumput dengan bunga, sekarang di sana terdapat gandum, jagung, oats, dan biji lainnya yang nyaris tidak menghasilkan nektar. Sebuah koloni di dearah tersebut tidak bisa bertahan hidup karena kekurangan makanan.

Bahkan pertanian, seperti almond, yang membutuhkan penyerbuk memiliki bermil-mil dari pohon almond dengan hanya rumput di bawah mereka. Sementara ada sumber utama nektar hanya dalam waktu singkat dalam setahun, dan sekali lagi, lebah tidak dapat bertahan hidup. Untuk alasan ini lebah dibawa dalam truk dan diangkut ke negara sekitar untuk melayani penyerbukan tanaman, tetapi hanya dalam waktu singkat tanaman bermekaran. Semua kontribusi pengangkutan lebah ini memiliki kelemahan pada sarang.




Seperti lebah penyerbukan ini, bunga di wilayah mereka disemprotkan dengan pestisida, dan ini juga membunuh lebah. Lebah liar cukup langka sekarang, sebagian besar lebah dipelihara oleh manusia untuk tujuan madu, dan bahkan ini melemahkan koloni. Lebah membutuhkan bunga yang mekar dari musim semi, dan bunga telah berevolusi untuk melakukan itu. Lahan yang belum ditanami akan tumbuh bunga pada awal musim semi, pertengahan musim panas hanya bunga yang mekar dalam cuaca panas, tanaman lain gugur dan kemudian cengkeh yang tumbuh di musim dingin dan hanya mekar setelah musim dingin.


Meskipun lahan gambas atau kentang memiliki sejumlah besar bunga, sebuah koloni lebah tidak dapat panen, mereka cukup cepat mendapatkan toko madu yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup sepanjang tahun, karena tanaman-tanaman mekar pada waktu yang sama untuk periode yang sama. Sekarang, hampir satu pertiga dari lebah peliharaan mati setiap tahun. Yaitu 33 koloni dari 100 koloni. Karena lebah peternak seperti lebah jinak. Peternak lebah dengan hati-hati mengontrol strain genetik hanya menggunakan beberapa spesies (Italia, Caniolan, Rusia) dan tidak mengizinkan ratu liar di sarang. Hal ini menghilangkan kemampuan lebah untuk berevolusi dan lagi, membuat sarang menjadi lemah.



Lebah sekarang sudah seperti alat produksi manusia. 

Seberapa penting mereka? Apakah Anda menyukai pizzza dengan saus tomat sebagai dasarnya? Pasta dengan marinara? Wortel yang mengkilap? Kacang-kacangan? Buah-buahan seperti jeruk, apel, dan pir? Bagaimana dengan pai cherry? Apakah Anda pikir pola makan stabil dari roti, kentang, dan kacang-kacangan akan memenuhi semua vitamin dan mineral yang tubuh Anda butuhkan? Dengan contoh rantai makanan seperti itu? Tidak, tidak akan. 


Dan membayangkan hidup tanpa anggur, kelapa, dan semangka? Bahkan makanan ternak seperti alfalfa memiliki hasil yang lebih tinggi ketika diserbuki dibandingkan melalui penyerbukan sendiri. Jumlah daging yang dihasilkan kurang dikunjungi oleh lebah madu. 


Jadi jawaban saya untuk pertanyaan anda, hanya pada penyerbukan saja, lebah adalah salah satu spesies yang paling penting dalam sebuah rangkaian rantai makanan.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang