Apa penyebab anemia?

Dilihat 6,36 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Anemia yang disebabkan oleh kehabisan darah: jenis anemia yang paling umum -anemia defisiensi zat besi- termasuk dalam kategori ini. Pada kasus ini, kelainannya disebabkan oleh kekurangan zat besi di dalam tubuh, seringkali akibat kehabisan darah yang lebih banyak daripada produksi sel darah merah baru. Kehabisan darah bisa begitu cepat dan kronis. Contoh kehabisan darah yang cepat termasuk diantaranya pembedahan, melahirkan atau pendarahan pada pembuluh darah. Kehilangan darah kronis lebih sering terjadi pada pasien yang didiagnosa anemia. Di kasus ini, kehilangan darah bisa akibat dari pendarahan perut, kanker atau tumor. Seorang wanita yang sedang mengalami menstruasi berat juga bisa berisiko menderita anemia. Saat kehilangan darah, tubuh anda bereaksi dengan menyerap air dari jaringan luar aliran darah demi menjaga pembuluh darah terisi. Air tambahan ini melarutkan darah, dan dampaknya, konsentrasi sel darah merah dalam darah berkurang.


Anemia yang disebabkan berkurangnya atau rusaknya sel darah merah: Diet yang dilakukan seorang pasien bisa mengakibatkan anemia. Kekurangan zat besi atau makanan kaya vitamin berdampak sekali pada kapasitas tubuh memproduksi sel darah merah sehat yang cukup. Vegetarian khususnya berisiko anemia akibat tidak mengkonsumsi daging dan, oleh karenanya, kandungan zat besi yang tinggi dari dietnya. Akan tetapi, ada makanan lain yang kaya zat besi dan suplemen zat besi serta vitamin tersedia bagi pasien yang melakukan diet ketat.

Terletak di tengah tulang kita, sumsum tulang kita adalah komponen esensial bagi perkembangan sel darah merah yang sehat. Jaringan empuk seperti spons itu memproduksi sel induk, yang bertahap menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Sumsum tulang bisa dipengaruhi oleh sejumlah penyakit seperti leukemia, dimana sel darah putih abnormal diproduksi.

Produksi sel darah merah yang sehat terhambat tanpa sumsum tulang yang sehat.


Anemia disebabkan oleh hancurnya sel darah merah: Sel darah merah biasanya memiliki umur 120 hari dalam aliran darah, tapi mereka bisa hancur atau hilang sebelumnya. Satu jenis anemia yang masuk kategori ini adalah anemia hemolitik autoimun. Ini ditunjukkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah mengidentifikasi sel darah merahnya sendiri sebagai benda asing dan terus menerus memproduksi antibodi.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang