Apa penyebab kerusuhan Mei 1998 di Indonesia?

Dilihat 216 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ada dua penyebab utamanya, politik dan ekonomi. Di tahun 1997, Pemilihan Umum dimenangkan oleh Golkal dengan 74% suara. PDI, oposisi utamanya, mendapatkan 3% suara, sedangkan PPP Muslim mendapatkan 22% suara. Pemilihan ini dirusak oleh kasus kecurangan suara yang luas, menyebabkan teriakan massa. Tidak lama setelah itu, Krisis Keuangan Asia terganggu. Rupiah menurun diantara bulan Juli dan Oktober 1997. Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi sebanyak 8% pada tahun 1996 tiba-tiba menurun hingga hanya 1.4% di tahun 1997. Rupiah tetap kehilangan nilainya dan pemerintah tidak dapat melakukan apapun dan mencari bantuan dari IMF. 

Di awal tahun 1998, Rupiah merosot ke Rp 12,000 dan kemudian naik menjadi Rp 16,000 untuk beberapa saat, menyebabkan peningkatan pengangguran, peningkatan harga, dan pemerintahan kehilangan kepercayaan massyarakat.

Waktu itu aku masih di sekolah dasar (SD), yang aku perhatikan waktu itu hanyalah harga cemilan yang meningkat dari Rp 250 menjadi Rp 2000 hanya dalam waktu semalam. Uang saku ku selama seminggu adalah Rp 2000. Demonstrasi pecah dimana-mana, tertutama di kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, Solo, Palembang, Surabaya, dll. Pemerintah mengeluarkan larangan demonstrasi jalanan setelahnya. 

Puncak dari krisis ini terjadi ketika pelajar di Universitan Trisakti terbunuh dalam demonstrasi tersebut. Empat pelajar ditembak mati oleh polisi, menyebabkan kekacauan dan kemarahan publik. Sekitar lima hari kemudian, kerusuhan ini menyebar keseluruh pulau dan berakhir setelah Presiden Soeharto mengumumkan kemunduran dirinya dari jabatan presiden. Pemulihan Indonesia memakan waktu tujuh tahun. Di tahun 2004, akhirnya Indonesia mencapai GDP per kapitanya itu US$ 1,500 sama seperti apa yang kita miliki pada tahun 1997.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang